Mantan Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (PNM), Arief Mulyadi, meninggal dunia. Kabar duka tersebut diberitakan pada Selasa (27/10/2026), menandai kepergian salah satu tokoh yang memiliki perjalanan karier panjang dalam pengembangan pembiayaan dan pemberdayaan usaha ultra mikro di Indonesia.
Arief Mulyadi dikenal sebagai sosok yang meniti karier di PNM sejak perusahaan tersebut berdiri pada 1999. Ia menjalani berbagai posisi sebelum akhirnya dipercaya memimpin perusahaan sebagai Direktur Utama.
Selama masa kepemimpinannya, PNM memperluas layanan pembiayaan dan pemberdayaan masyarakat, terutama melalui program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) yang menyasar perempuan pelaku usaha ultra mikro.
Arief tidak lagi menjabat Direktur Utama PNM sejak Mei 2026. Posisi tersebut kemudian diisi Kindaris, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Bisnis perusahaan.
Kabar meninggalnya Arief menjadi kehilangan bagi lingkungan perusahaan dan masyarakat yang mengenal kontribusinya dalam pengembangan usaha kecil.
Arief Mulyadi meninggal dunia pada Oktober 2026
Kabar wafatnya Arief Mulyadi muncul dalam pemberitaan nasional pada Selasa, 27 Oktober 2026. Arief merupakan mantan pimpinan PNM yang telah menghabiskan lebih dari dua dekade karier profesionalnya di perusahaan tersebut.
Ia dikenal melalui keterlibatannya dalam pengembangan akses pembiayaan bagi masyarakat yang belum sepenuhnya terlayani lembaga keuangan formal. Selama menjadi bagian dari manajemen, Arief menjalankan berbagai tanggung jawab terkait pembiayaan, pengembangan bisnis, serta pemberdayaan masyarakat.
Rincian penyebab meninggal dunia serta pelaksanaan pemakaman belum dapat dipastikan dari informasi yang tersedia dalam naskah ini.
Profil Arief Mulyadi, mantan Direktur Utama PNM
Arief Mulyadi merupakan profesional yang memiliki pengalaman panjang dalam sektor pembiayaan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana di Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman pada 1993.
Arief kemudian melanjutkan pendidikan pascasarjana di Universitas Indonesia pada bidang Kajian Strategi Ketahanan Nasional. Sebelum bergabung dengan PNM, ia memiliki pengalaman profesional di sektor perbankan dan kegiatan penelitian.
Perjalanan kariernya di PNM dimulai pada 1999, ketika perusahaan tersebut baru berdiri. Arief mengawali karier dari posisi operasional, termasuk sebagai account officer, sebelum menjalani sejumlah jabatan manajerial dan kepemimpinan.
Pengalaman di berbagai tingkatan organisasi memberinya pemahaman mengenai kebutuhan pembiayaan masyarakat, khususnya kelompok usaha mikro dan ultra mikro. Karier panjang tersebut mengantarkannya menjadi salah satu pemimpin penting dalam perjalanan PNM.
Perjalanan karier Arief Mulyadi di PNM
Arief Mulyadi bergabung dengan PNM sejak awal pembentukan perusahaan pada 1999. Dalam perjalanannya, ia mengemban berbagai tanggung jawab yang berkaitan dengan pengembangan layanan pembiayaan.
PNM merupakan perusahaan yang menjalankan kegiatan pemberdayaan ekonomi melalui layanan pembiayaan dan pendampingan usaha. Program-program perusahaan ditujukan untuk memperluas kesempatan masyarakat mengembangkan kegiatan usaha produktif.
Arief kemudian dipercaya menduduki jabatan Direktur Utama dan memimpin perusahaan dalam periode pengembangan layanan pembiayaan ultra mikro. Salah satu program yang menjadi perhatian utama selama masa kepemimpinannya adalah PNM Mekaar.
Program tersebut menyediakan akses pembiayaan berbasis kelompok bagi perempuan prasejahtera yang menjalankan usaha ultra mikro. Selain pembiayaan, PNM mengembangkan kegiatan pendampingan dan peningkatan kapasitas usaha bagi nasabah.
Selama memimpin perusahaan, Arief juga menekankan pentingnya pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari kegiatan bisnis PNM.
Arief Mulyadi berperan dalam pengembangan PNM Mekaar
PNM Mekaar menjadi salah satu program pembiayaan yang mengalami perkembangan besar selama Arief Mulyadi memimpin perusahaan. Program ini menyediakan layanan pembiayaan bagi perempuan prasejahtera pelaku usaha ultra mikro melalui pendekatan kelompok.
Selain memperoleh akses modal, nasabah mendapatkan pendampingan yang berkaitan dengan pengelolaan usaha dan pengembangan kapasitas. Model layanan tersebut bertujuan membantu masyarakat meningkatkan kegiatan ekonomi dan memperluas kesempatan menjalankan usaha.
Dalam perkembangannya, PNM Mekaar menjangkau masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. Pada Februari 2026, ketika Arief masih menjabat Direktur Utama, PNM menyampaikan bahwa layanan perusahaan telah menjangkau 60.250 desa dan kelurahan dengan total 22,9 juta nasabah.
Angka tersebut menggambarkan skala kegiatan perusahaan pada periode tersebut, termasuk perkembangan program pemberdayaan ultra mikro. Kontribusi Arief dalam perjalanan perusahaan menjadi bagian dari rekam jejak profesionalnya selama memimpin PNM.
Arief Mulyadi digantikan Kindaris pada Mei 2026
Pergantian kepemimpinan PNM berlangsung pada Mei 2026. Kindaris ditunjuk sebagai Direktur Utama menggantikan Arief Mulyadi melalui perubahan susunan manajemen perusahaan.
Sebelum dipercaya memimpin PNM, Kindaris menjabat sebagai Direktur Bisnis dan memiliki pengalaman dalam pengembangan layanan perusahaan. Pergantian tersebut mengakhiri masa jabatan Arief sebagai Direktur Utama.
Meski tidak lagi menjabat ketika kabar duka diberitakan pada Oktober 2026, perjalanan karier dan kontribusinya tetap menjadi bagian penting dalam sejarah perusahaan.
Jejak pengabdian Arief Mulyadi bagi pemberdayaan ekonomi
Arief Mulyadi menghabiskan sebagian besar perjalanan profesionalnya bersama PNM sejak 1999. Pengalamannya mencakup kegiatan operasional, pengembangan layanan, kepemimpinan organisasi, hingga tanggung jawab sebagai Direktur Utama.
Selama periode tersebut, PNM mengembangkan berbagai program yang berfokus pada peningkatan akses pembiayaan serta pemberdayaan usaha mikro dan ultra mikro.
Arief juga mendapatkan penghargaan atas kepemimpinannya, termasuk pengakuan terkait pengembangan bisnis berkelanjutan selama menjabat di perusahaan. Rekam jejak tersebut menjadi bagian dari kontribusinya terhadap pengembangan layanan pembiayaan bagi masyarakat.
Arief Mulyadi meninggal dunia setelah menjalani perjalanan karier panjang di PNM. Namanya akan tetap berkaitan dengan perkembangan program pemberdayaan ekonomi ultra mikro dan perluasan akses pembiayaan bagi perempuan pelaku usaha di Indonesia.









