Arief Mulyadi, mantan Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (PNM), meninggal dunia. Kabar wafatnya diberitakan pada Selasa (27/10/2026), membawa perhatian kembali pada perjalanan kariernya sebagai pemimpin perusahaan pembiayaan dan pemberdayaan usaha ultra mikro di Indonesia.
Arief dikenal sebagai profesional yang membangun karier di PNM sejak 1999, ketika perusahaan tersebut mulai beroperasi. Perjalanan profesionalnya berlangsung dari posisi Account Officer hingga dipercaya menduduki jabatan Direktur Utama selama dua periode.
Pria kelahiran 23 Juni 1968 itu memiliki latar belakang pendidikan Biologi dari Universitas Jenderal Soedirman dan melanjutkan studi Kajian Strategi Ketahanan Nasional di Universitas Indonesia.
Sebelum memimpin PNM, Arief pernah bekerja di sektor perbankan. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan profesionalnya sebelum berkarier di lembaga pembiayaan yang berfokus pada pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah.
Ia mulai memimpin PNM pada Februari 2018, kemudian dipercaya kembali untuk periode kedua pada April 2022. Masa kepemimpinannya berakhir pada Mei 2026 setelah posisi Direktur Utama beralih kepada Kindaris.
Selama memimpin perusahaan, Arief terlibat dalam pengembangan layanan pembiayaan dan pendampingan bagi masyarakat prasejahtera, terutama perempuan pelaku usaha ultra mikro melalui program PNM Mekaar. Kiprahnya juga berkaitan dengan pengembangan kapasitas nasabah dan transformasi layanan perusahaan.
Biodata Arief Mulyadi, mantan Direktur Utama PNM
Arief Mulyadi lahir pada 23 Juni 1968. Berdasarkan tanggal kelahiran tersebut, ia berusia 58 tahun pada Oktober 2026. Informasi pendidikan dan perjalanan kariernya tercatat dalam laporan tahunan PNM serta publikasi profil kepemimpinannya.
| Keterangan | Informasi |
|---|---|
| Nama lengkap | Arief Mulyadi |
| Tanggal lahir | 23 Juni 1968 |
| Usia pada Oktober 2026 | 58 tahun |
| Kewarganegaraan | Indonesia |
| Pendidikan S1 | Biologi, Universitas Jenderal Soedirman |
| Tahun lulus S1 | 1993 |
| Pendidikan S2 | Kajian Strategi Ketahanan Nasional, Universitas Indonesia |
| Latar belakang profesi | Perbankan, pembiayaan, pemberdayaan UMKM |
| Perusahaan | PT Permodalan Nasional Madani |
| Mulai bergabung dengan PNM | 1999 |
| Jabatan terakhir di PNM | Direktur Utama |
| Masa kepemimpinan | 2018–Mei 2026 |
| Pengganti sebagai Dirut | Kindaris |
| Pemberitaan wafat | 27 Oktober 2026 |
Pendidikan Arief Mulyadi dari Unsoed hingga Universitas Indonesia
Arief Mulyadi menempuh pendidikan sarjana di Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Ia mengambil bidang Ekologi atau Biologi Lingkungan dan menyelesaikan pendidikan pada 1993.
Setelah bekerja di sektor perbankan dan pembiayaan, ia melanjutkan pendidikan pascasarjana pada bidang Kajian Strategi Ketahanan Nasional di Universitas Indonesia. Publikasi profil Arief pada 2025 mencatat pendidikan pascasarjana tersebut selesai pada 2006.
Latar belakang akademiknya memperlihatkan perjalanan dari ilmu lingkungan menuju bidang strategi, manajemen, dan pengembangan ekonomi masyarakat. Keahlian di bidang jasa keuangan dan pembiayaan UMKM juga dibangun melalui pengalaman profesionalnya.
Awal karier Arief Mulyadi di sektor perbankan
Sebelum bergabung dengan PNM, Arief memiliki pengalaman dalam kegiatan penelitian dan pengelolaan proyek pada 1990–1995. Ia kemudian bekerja di PT Bank Nusa Internasional Tbk pada periode 1994–1999.
Di perbankan, Arief menjalankan tanggung jawab yang berkaitan dengan kegiatan operasional serta layanan pembiayaan. Pengalaman tersebut menjadi dasar ketika ia bergabung dengan PNM, perusahaan yang dibentuk untuk mendukung usaha mikro, kecil, menengah, dan koperasi.
Arief Mulyadi bergabung dengan PNM sejak 1 Juni 1999
Arief memulai perjalanan di PNM pada 1 Juni 1999, bertepatan dengan masa awal pendirian perusahaan. Ia bergabung sebagai Account Officer, posisi yang berkaitan dengan pelayanan pembiayaan dan pengelolaan hubungan dengan nasabah.
Arief kemudian memperoleh tanggung jawab di bidang pengembangan produk, manajemen mutu, manajemen risiko, serta pengelolaan cabang. Ia pernah menjadi Kepala Cabang Jakarta pada 2007.
Pengalaman operasional tersebut dilanjutkan dengan pekerjaan pada sekretariat perusahaan dan fungsi manajerial lainnya. Perjalanan dari lapangan ke tingkat pimpinan berlangsung hampir dua dekade sebelum Arief dipercaya memimpin PNM pada 2018.
Perjalanan Arief Mulyadi dari Account Officer hingga Direktur Utama
Arief menjalani berbagai tahapan karier, dari Divisi Kredit Program hingga manajemen risiko, manajemen mutu, dan jabatan direksi. Pada 2017 ia tercatat sebagai Direktur PNM yang menangani kepatuhan dan manajemen risiko.
| Periode | Jabatan atau kegiatan |
|---|---|
| 1990–1995 | Penelitian dan pengelolaan proyek |
| 1994–1999 | Berkarier di Bank Nusa Internasional |
| 1999–2000 | Account Officer PNM |
| 2000–2001 | Kredit program dan pengembangan produk |
| 2001–2004 | Manajemen mutu |
| 2004–2007 | Manajemen risiko dan mutu |
| 2007 | Kepala Cabang Jakarta PNM |
| 2007–2010 | Manajemen dan sekretariat perusahaan |
| 2017 | Direktur kepatuhan dan manajemen risiko |
| Februari 2018 | Direktur Utama PNM |
| April 2022 | Diangkat kembali sebagai Direktur Utama |
| Mei 2026 | Digantikan Kindaris |
Karier tersebut mengantarkannya menjadi Direktur Utama pada Februari 2018. Pada April 2022 ia kembali dipercaya menjabat, sebelum masa kepemimpinannya berakhir pada Mei 2026.
Arief Mulyadi resmi menjadi Direktur Utama PNM pada 2018
Pengangkatan Arief sebagai Direktur Utama PNM pada Februari 2018 berlangsung ketika Rini Soemarno menjabat Menteri BUMN. Sebelumnya Arief menjabat Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko.
Dalam periode kepemimpinannya, PNM melanjutkan pengembangan pembiayaan dan pendampingan usaha ultra mikro. Program Mekaar telah ada sebelum Arief menjadi Dirut, kemudian berkembang lebih luas pada masa kepemimpinannya.
Pada 18 April 2022, Arief diangkat kembali sebagai Direktur Utama berdasarkan Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor SK-102/MBU/04/2022. Ia memimpin hingga pergantian manajemen pada Mei 2026, dengan total masa jabatan sekitar delapan tahun.
Kiprah Arief Mulyadi dalam pengembangan PNM Mekaar
Program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) menyediakan pembiayaan dan pemberdayaan bagi perempuan prasejahtera pelaku usaha ultra mikro melalui pendekatan kelompok.
Nasabah tidak hanya memperoleh akses modal, tetapi juga pendampingan untuk pengembangan kapasitas usaha. Selama kepemimpinannya, Arief mendorong penguatan pembiayaan kelompok dan pendampingan yang memperhatikan kondisi sosial masing-masing wilayah.
Dalam publikasi PNM pada Oktober 2025, Arief menegaskan pentingnya memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat yang belum terjangkau layanan perbankan. Pengembangan Mekaar menjadi bagian penting rekam jejak kepemimpinannya.
Arief Mulyadi dorong pemberdayaan perempuan prasejahtera
Arief memberi perhatian pada pemberdayaan perempuan melalui layanan pembiayaan dan pendampingan usaha PNM Mekaar. Perusahaan mengembangkan berbagai kerja sama dan kegiatan peningkatan kemampuan usaha nasabah.
Pada Agustus 2024, Arief memperoleh apresiasi dalam Anugerah Inspiratif 2024 dari Liputan6.com, terkait peran PNM dalam transformasi sosial ekonomi dan pemberdayaan perempuan.
Program Mekaar ditujukan kepada perempuan prasejahtera yang telah menjalankan usaha maupun yang berencana memulai kegiatan wirausaha. Penghargaan tersebut menjadi salah satu catatan profesional Arief.
Strategi kepemimpinan Arief Mulyadi berbasis kearifan lokal
Dalam wawancara dengan SWA pada Maret 2025, Arief menekankan bahwa pendekatan pembiayaan dan pendampingan harus memperhatikan perbedaan kebutuhan masyarakat di tiap daerah.
Ia mendorong pendampingan oleh petugas yang memahami budaya dan karakteristik sosial masyarakat. Arief juga memperhatikan pendidikan, pelatihan, dan pengembangan kepemimpinan karyawan untuk mendukung pelayanan nasabah.
Pendekatan tersebut menggabungkan kegiatan keuangan dengan pemberdayaan masyarakat melalui penyesuaian layanan di tingkat lokal.
Transformasi digital PNM pada masa kepemimpinan Arief Mulyadi
Arief mendorong pemanfaatan teknologi guna meningkatkan efisiensi kegiatan operasional dan pelayanan nasabah. Salah satu inovasinya adalah Mekaar Digi, terkait digitalisasi layanan Mekaar.
PNM juga mengembangkan E-Office untuk mendukung administrasi dan kegiatan internal. Menurut pendekatan kepemimpinannya, digitalisasi perlu membantu pekerjaan petugas dan memenuhi kebutuhan masyarakat, bukan hanya menggantikan kegiatan manual.
Ia turut mendorong kegiatan inovasi internal melalui Innovation Festival atau I-Fest yang menjadi sarana pegawai menyampaikan ide pengembangan layanan.
Penghargaan yang diterima Arief Mulyadi selama memimpin PNM
Arief menerima penghargaan TOP CEO dalam Bisnis Indonesia Awards 2022. Pada 2024 ia mendapatkan apresiasi Anugerah Inspiratif terkait kontribusi PNM dalam pemberdayaan perempuan.
Dalam Indonesia Economic Summit 2025, perusahaan juga mendapatkan pengakuan atas kegiatan pemberdayaan. Pada akhir 2025, nama Arief tercatat dalam penerima CEO of The Year versi Infobank.
Penghargaan tersebut menjadi bagian dari catatan profesional Arief dalam sektor pembiayaan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Arief Mulyadi digantikan Kindaris sebagai Dirut PNM pada Mei 2026
Perubahan direksi PNM terjadi pada Mei 2026, ketika Kindaris diangkat sebagai Direktur Utama menggantikan Arief Mulyadi. Sebelumnya, Kindaris menjabat Direktur Bisnis.
Kindaris mempunyai pengalaman di sejumlah fungsi operasional dan manajemen perusahaan. Berdasarkan informasi manajemen yang dipublikasikan PNM, ia menjabat sebagai Direktur Utama sejak Mei 2026.
Dengan demikian, Arief telah berstatus mantan Direktur Utama PNM ketika kabar wafatnya diberitakan pada Oktober 2026.
Arief Mulyadi meninggal dunia pada usia 58 tahun
Kabar meninggalnya Arief diberitakan pada Selasa, 27 Oktober 2026. Berdasarkan tanggal lahir 23 Juni 1968, ia berusia 58 tahun pada Oktober 2026.
Arief menghabiskan lebih dari 26 tahun perjalanan kariernya di PNM sejak Juni 1999. Pengalamannya mencakup fungsi operasional, manajerial, hingga jabatan Direktur Utama.
Jejak Arief Mulyadi dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat
Arief meninggalkan rekam jejak panjang sejak bergabung dengan PNM pada 1999 dan memimpin perusahaan sekitar delapan tahun. Pengembangan pembiayaan perempuan prasejahtera, peningkatan kapasitas pegawai, inovasi dan layanan digital menjadi bagian dari kepemimpinannya.
Arief Mulyadi dikenal sebagai mantan Direktur Utama PNM yang membangun karier dari Account Officer hingga pucuk pimpinan perusahaan. Kiprahnya berkaitan erat dengan pengembangan akses pembiayaan dan pemberdayaan usaha ultra mikro di Indonesia.









