— Istilah desil semakin sering muncul dalam pembahasan mengenai bantuan sosial, Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), hingga berbagai program pemerintah yang menyasar masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraannya.

Namun, tidak sedikit masyarakat yang masih bingung mengenai arti Desil 1, Desil 2, hingga Desil 10. Ada pula yang mengira angka desil menunjukkan nominal penghasilan seseorang, padahal pengertiannya berbeda.

Secara sederhana, desil merupakan metode untuk membagi masyarakat ke dalam 10 kelompok yang sama besar berdasarkan tingkat kesejahteraan sosial dan ekonominya.

Setiap kelompok mewakili sekitar 10 persen keluarga yang sudah diurutkan dari tingkat kesejahteraan paling rendah hingga paling tinggi.

Artinya, semakin kecil angka desil, semakin rendah pula posisi kesejahteraan keluarga tersebut dibandingkan kelompok lainnya. Sebaliknya, semakin besar angka desil, semakin tinggi tingkat kesejahteraannya.

Apa Itu Desil?

Dalam DTSEN, desil merupakan kelompok kesejahteraan keluarga yang dihitung berdasarkan sejumlah variabel sosial ekonomi.

Kementerian Sosial menjelaskan variabel tersebut antara lain mencakup kondisi individu seperti pekerjaan dan pendidikan, kondisi perumahan termasuk daya listrik, serta kepemilikan aset.

Masyarakat kemudian dibagi menjadi 10 kelompok. Masing-masing desil mewakili sekitar 10 persen keluarga di Indonesia.

Dengan sistem tersebut, Desil 1 merupakan kelompok 10 persen keluarga dengan tingkat kesejahteraan paling rendah, sedangkan Desil 10 merupakan kelompok 10 persen dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi.

Arti Desil 1 sampai Desil 10

Berikut gambaran sederhana arti masing-masing kelompok desil:

DesilPosisi dalam MasyarakatGambaran Tingkat Kesejahteraan
Desil 10–10 persen terbawahTingkat kesejahteraan paling rendah
Desil 210–20 persen terbawahSangat rendah
Desil 320–30 persen terbawahRendah
Desil 430–40 persen terbawahRendah
Desil 540–50 persenMenengah bawah
Desil 650–60 persenMenengah
Desil 760–70 persenMenengah
Desil 870–80 persenMenengah atas
Desil 980–90 persenTinggi
Desil 1090–100 persenTingkat kesejahteraan paling tinggi

Desil 1

Desil 1 merupakan kelompok keluarga yang berada pada 10 persen tingkat kesejahteraan paling rendah.

Kelompok ini berada pada prioritas paling bawah dalam urutan tingkat kesejahteraan.

Desil 2

Desil 2 merupakan kelompok keluarga pada rentang 10 hingga 20 persen terbawah.

Posisinya satu tingkat di atas Desil 1, tetapi masih termasuk dalam kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif rendah.

Desil 3

Desil 3 mencakup kelompok 20 hingga 30 persen terbawah.

Kelompok ini masih berada dalam kategori masyarakat dengan kondisi sosial ekonomi relatif rendah dibandingkan kelompok di atasnya.

Desil 4

Desil 4 merupakan kelompok keluarga pada rentang 30 hingga 40 persen terbawah.

Desil 1 hingga Desil 4 berarti secara keseluruhan mencakup sekitar 40 persen keluarga dengan tingkat kesejahteraan terbawah.

Desil 5

Desil 5 berada pada rentang 40 hingga 50 persen berdasarkan urutan tingkat kesejahteraan.

Kelompok ini berada mendekati bagian tengah dalam pembagian masyarakat berdasarkan desil.

Desil 6

Desil 6 mencakup kelompok masyarakat pada posisi 50 hingga 60 persen.

Kelompok ini sudah berada di atas separuh keluarga dalam urutan tingkat kesejahteraan.

Desil 7

Desil 7 berada pada rentang 60 hingga 70 persen.

Posisi kesejahteraannya relatif lebih tinggi dibandingkan Desil 1 hingga Desil 6.

Desil 8

Desil 8 mencakup kelompok pada rentang 70 hingga 80 persen.

Kelompok ini berada pada lapisan masyarakat dengan tingkat kesejahteraan relatif tinggi.

Desil 9

Desil 9 berada pada rentang 80 hingga 90 persen.

Kelompok tersebut berada satu tingkat sebelum kelompok kesejahteraan tertinggi.

Desil 10

Desil 10 merupakan 10 persen keluarga dengan tingkat kesejahteraan tertinggi.

Dengan demikian, Desil 10 berada pada posisi berlawanan dengan Desil 1.

Cara Cek Desil secara Online

Masyarakat kini dapat mengecek informasi desil melalui situs resmi Cek Bansos Kementerian Sosial.

Berikut langkah-langkahnya:

  1. Buka situs resmi Cek Bansos Kemensos di cekbansos.kemensos.go.id.
  2. Masukkan NIK sebanyak 16 digit sesuai yang tertera pada KTP.
  3. Masukkan huruf kode atau captcha yang muncul pada layar.
  4. Apabila kode kurang jelas, gunakan tombol refresh untuk mendapatkan kode baru.
  5. Klik Cari Data.
  6. Sistem akan menampilkan hasil pencarian berdasarkan data yang tersedia dalam DTSEN.

Petunjuk yang ditampilkan Kemensos saat ini memang menggunakan NIK 16 digit sebagai dasar pencarian. Situs tersebut juga menyebut sumber data yang digunakan berasal dari Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Jika data tersedia, masyarakat dapat melihat informasi terkait status dalam data kesejahteraan, termasuk kelompok desil yang tercatat.

Bagaimana Jika Desil Tidak Sesuai Kondisi Ekonomi?

Status desil tidak bersifat permanen.

Kementerian Sosial menjelaskan bahwa desil bersifat dinamis dan dapat berubah apabila terdapat pembaruan kondisi sosial ekonomi keluarga.

Jika masyarakat merasa data desil tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya, pemutakhiran dapat dilakukan melalui:

  • pemerintah desa atau kelurahan;
  • dinas sosial setempat; atau
  • Aplikasi Cek Bansos dengan menyampaikan data sesuai kondisi sebenarnya.

Setelah dilakukan pembaruan, desil akan dihitung kembali secara periodik oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Karena itu, seseorang yang sebelumnya berada di Desil 2 tidak selalu akan berada di kelompok tersebut selamanya. Perubahan pekerjaan, aset, kondisi rumah, maupun indikator sosial ekonomi lainnya dapat memengaruhi posisi desil.

Desil Berapa yang Bisa Mendapat Bansos?

Berdasarkan keterangan yang tercantum pada situs resmi Cek Bansos Kemensos, Desil 1 sampai Desil 4 atau kelompok 40 persen terbawah dapat diusulkan sebagai penerima PKH dan Program Sembako.

Sementara Desil 5 dapat diusulkan sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan atau PBI-JK.

Namun, masuk dalam kelompok desil tersebut bukan berarti seseorang otomatis menerima bantuan.

Penetapan penerima tetap mempertimbangkan persyaratan masing-masing program, hasil verifikasi data, serta ketentuan pemerintah yang berlaku.

Sebagai contoh, PKH memiliki komponen tertentu seperti ibu hamil, anak usia sekolah, lansia, dan penyandang disabilitas.

Desil Bukan Nominal Penghasilan

Hal penting yang perlu dipahami adalah angka desil tidak dapat diterjemahkan langsung menjadi jumlah pendapatan bulanan.

Desil 1 bukan berarti berpenghasilan Rp1 juta, Desil 5 bukan berarti berpenghasilan Rp5 juta, dan Desil 10 juga bukan berarti berpenghasilan Rp10 juta.

Desil menunjukkan posisi relatif tingkat kesejahteraan sebuah keluarga dibandingkan keluarga lainnya.

Penilaiannya tidak hanya mempertimbangkan penghasilan, tetapi juga dapat melihat pekerjaan, pendidikan, kondisi tempat tinggal, listrik, kepemilikan aset, serta indikator sosial ekonomi lainnya.

Kesimpulan

Desil merupakan pembagian keluarga di Indonesia ke dalam 10 kelompok berdasarkan tingkat kesejahteraannya.

Desil 1 merupakan 10 persen keluarga dengan tingkat kesejahteraan paling rendah, sedangkan Desil 10 merupakan 10 persen keluarga dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi.

Masyarakat dapat mengecek informasi tersebut melalui situs resmi Cek Bansos Kemensos menggunakan NIK 16 digit sesuai KTP.

Jika desil yang tercatat tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya, masyarakat dapat mengajukan pembaruan data melalui desa atau kelurahan, dinas sosial, maupun Aplikasi Cek Bansos agar kondisi sosial ekonomi dapat diverifikasi kembali.