TOPIK.ID — Ascenso Tyres melihat peluang pertumbuhan di industri pertambangan Indonesia dengan memperluas lini produk All-Steel Radial Off-The-Road (R-OTR). Ekspansi tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk meningkatkan penetrasi di sektor yang membutuhkan ban berdaya tahan tinggi serta mampu beroperasi dalam kondisi ekstrem.
Untuk menopang rencana tersebut, Ascenso mengalokasikan investasi lebih dari US$100 juta atau sekitar Rp1,75 triliun dengan asumsi kurs Rp17.500 per dolar AS. Dana tersebut digunakan untuk memperkuat fasilitas produksi ban radial di India, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga peningkatan kapasitas manufaktur.
Investasi Ascenso Difokuskan pada Ban Radial
Managing Director Ascenso Tyres Yogesh Mahansaria menilai kebutuhan industri pertambangan terhadap produk yang memiliki performa stabil semakin besar. Kompleksitas aktivitas tambang membuat operator membutuhkan ban yang bukan hanya kompetitif dari sisi harga, tetapi juga mampu menjaga produktivitas alat berat.
Investasi perusahaan mencakup pengembangan produk, fasilitas pengujian, penguatan tim engineering, pembangunan infrastruktur produksi, serta peningkatan kapasitas manufaktur.
Ascenso sendiri telah mengembangkan platform Radial OTR sejak akhir 2023. Dalam kurun tersebut, perusahaan berhasil membawa produk R-OTR berukuran 25 hingga 49 inci ke pasar. Produk tersebut menyasar berbagai aplikasi, mulai dari konstruksi dan quarry hingga pertambangan terbuka berskala besar.
Kehadiran lini tersebut di Indonesia diperkenalkan melalui Mining Indonesia 2026 yang berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 9-12 September 2026. Salah satu produk yang dipamerkan adalah 27.00R49 EMTY 4330 (E4) dari Beast Range untuk kebutuhan pertambangan.
Performa Produk Jadi Strategi Persaingan
Ascenso berupaya membangun posisi di pasar melalui pendekatan yang tidak hanya mengandalkan harga. Perusahaan melakukan pengujian dan perbandingan performa ban radial OTR dengan sejumlah merek premium global.
Selain pengujian produk, Ascenso memperkuat dukungan teknis melalui lebih dari 15 Field Application Engineer yang ditempatkan di pasar pertambangan utama dunia. Tim tersebut terlibat langsung dengan operator untuk mengevaluasi kondisi ban dan karakteristik operasional di lapangan.
Informasi yang diperoleh dari aktivitas tersebut kemudian digunakan sebagai bahan pengembangan produk. Model ini memungkinkan perusahaan menyesuaikan rancangan ban dengan kebutuhan aktual pengguna alat berat.
Pengalaman AFC Jadi Modal Masuk Tambang
CEO Ascenso Tyres Dhaval Nanavati mengatakan pengalaman selama empat tahun di segmen Agriculture, Forestry and Construction (AFC) menjadi dasar perusahaan memasuki industri pertambangan.
Pengalaman tersebut membuat perusahaan terbiasa membangun komunikasi langsung dengan pelanggan dan mempelajari kondisi kerja alat berat. Pendekatan serupa kini diterapkan pada sektor pertambangan melalui penempatan tenaga engineer di berbagai pasar strategis.
Kemampuan mengembangkan ban hingga diameter 49 inci juga menjadi pencapaian penting bagi Ascenso. Perusahaan menargetkan pengembangan ukuran serta pola tapak baru pada 2027 dan 2028 untuk memperluas aplikasi di pertambangan, earthmoving, dan loader.
Indonesia Jadi Pasar yang Dibidik
Indonesia menjadi salah satu pasar yang mendapat perhatian dalam strategi ekspansi tersebut. Ascenso melihat perkembangan sektor pertambangan dan konstruksi sebagai peluang untuk memperluas portofolio R-OTR.
Dengan peningkatan kapasitas produksi di India, perusahaan berencana membawa lebih banyak pilihan ukuran dan aplikasi ban ke Indonesia dalam beberapa tahun mendatang. Strategi tersebut diharapkan memperkuat kehadiran Ascenso sekaligus membuka ruang pertumbuhan bisnis di pasar alat berat nasional.
Ikuti TOPIK.ID
