TOPIK.ID — PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) menyiapkan langkah ekspansi bisnis dengan membidik sedikitnya satu aset minyak dan gas bumi (migas) untuk diakuisisi pada 2027. Saat ini, sejumlah aset yang masuk dalam pipeline masih melalui tahapan due diligence sebelum perseroan menentukan transaksi yang akan dijalankan.
Manajemen RATU memilih pendekatan konservatif terhadap target tahun berjalan. Dengan waktu menuju akhir 2026 yang tersisa sekitar tiga bulan, sejumlah proses akuisisi diperkirakan baru dapat dituntaskan tahun depan. Strategi tersebut sekaligus menunjukkan fokus perseroan untuk memperbesar portofolio melalui aset yang telah menghasilkan produksi.
RATU Masih Kaji Sejumlah Target Akuisisi
Direktur Keuangan dan Pengembangan Bisnis RATU Adrian Hartadi mengatakan beberapa kandidat aset masih dalam tahap penjajakan dan pemeriksaan. Proses due diligence menjadi bagian penting sebelum perseroan mengambil keputusan terkait kelanjutan transaksi.
Manajemen tidak memaksakan penyelesaian seluruh pipeline pada 2026. Sebaliknya, RATU memperkirakan sebagian transaksi berpotensi bergeser ke 2027 dengan mempertimbangkan proses evaluasi dan kondisi yang ada.
Target minimal satu akuisisi pada tahun depan menjadi bagian dari upaya perseroan memperbesar basis aset sekaligus meningkatkan kapasitas bisnis secara bertahap.
Aset Produksi Jadi Prioritas Ekspansi
Direktur Utama RATU Sumantri menegaskan perseroan tetap mempertahankan strategi mengincar aset migas yang sudah berproduksi. Pendekatan tersebut dipilih untuk mengurangi eksposur terhadap risiko eksplorasi dan mempercepat kontribusi aset baru terhadap kinerja perusahaan.
Selain melihat status produksi, RATU juga mengevaluasi rekam jejak operator yang mengelola aset. Perseroan cenderung memilih aset dengan dukungan operator berpengalaman, meskipun peluang terhadap aset lain tetap terbuka apabila memiliki nilai strategis.
Dengan model tersebut, tim pengembangan bisnis RATU terus menjaga daftar kandidat aset agar peluang akuisisi dapat segera ditindaklanjuti ketika aspek finansial dan regulasi mendukung.
Private Placement Dukung Kebutuhan Modal
Rencana ekspansi juga memperoleh dukungan dari sisi permodalan. Pemegang saham independen RATU sebelumnya telah menyetujui aksi penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu atau private placement maksimal 10% dari jumlah saham.
Dana hasil aksi korporasi tersebut diarahkan terutama untuk memperkuat modal kerja dan mendukung ekspansi, termasuk pembelian aset migas produktif. Penguatan struktur modal menjadi penting agar perseroan memiliki fleksibilitas ketika menemukan aset yang sesuai dengan kriterianya.
Roadmap RATU Dibangun Bertahap hingga 10 Tahun
Strategi ekspansi RATU telah dituangkan dalam roadmap bisnis hingga 10 tahun yang disusun pada Mei 2026. Pada periode satu hingga tiga tahun pertama, perseroan menargetkan investasi nonoperasional dengan mengakuisisi participating interest pada PSC berskala besar tanpa mengambil peran sebagai operator.
Memasuki tahun ketiga hingga kelima, fokus diarahkan ke investasi operasional melalui akuisisi participating interest pada PSC produksi berskala lebih kecil. Pada fase ini, RATU mulai meningkatkan kemampuan untuk mengelola dan mengoperasikan aset secara langsung.
Selanjutnya, pada periode enam hingga 10 tahun, perseroan menargetkan ekspansi ke PSC dengan kapasitas produksi yang lebih besar. Tahap tersebut diharapkan memperkuat kemampuan operasional sekaligus meningkatkan kontribusi aset produksi terhadap portofolio RATU.
Dengan strategi bertahap tersebut, akuisisi aset produktif pada 2027 menjadi salah satu pijakan penting bagi RATU dalam membangun pertumbuhan bisnis migas jangka panjang.
Ikuti TOPIK.ID
