— PT Timah Tbk (TINS) bersiap mengubah target kinerja dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2026 setelah pencapaian laba hingga paruh pertama tahun ini melampaui sasaran setahun penuh. Perseroan kini mengajukan revisi RKAP kepada pemegang saham.

Dalam RKAP awal, TINS menargetkan produksi 30.000 ton Sn dengan pendapatan Rp15,4 triliun dan laba bersih Rp1,6 triliun. Namun, realisasi semester I-2026 sudah jauh melewati target laba tersebut, sehingga manajemen menilai perlu ada penyesuaian terhadap proyeksi hingga akhir tahun.

Kinerja Semester I Jadi Pemicu Revisi RKAP

Direktur Keuangan & Manajemen Risiko TINS Fina Eliani mengatakan perusahaan masih menunggu persetujuan pemegang saham sebelum mengumumkan angka baru dalam RKAP perubahan. Penyesuaian target keuangan 2027 juga akan mengikuti arahan pemegang saham.

Berdasarkan laporan kinerja semester I-2026, TINS membukukan laba bersih Rp2,71 triliun. Angka tersebut setara 169% dari target laba sepanjang 2026 yang sebelumnya dipatok Rp1,61 triliun.

Kinerja tersebut semakin mencolok karena pencapaiannya terjadi ketika tahun buku baru berjalan enam bulan. Pendapatan perseroan juga menunjukkan lonjakan signifikan menjadi Rp10,42 triliun, naik 247% dibandingkan Rp4,22 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

TINS Tambah Armada untuk Kejar Produksi

Dari sisi operasional, manajemen tidak hanya mengandalkan kinerja semester pertama. TINS menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga momentum produksi hingga penghujung 2026.

Direktur Produksi & Komersial TINS Ilhamsyah Mahendra mengungkapkan perseroan telah menambah empat unit kapal isap produksi pada Juli dan Agustus. Penambahan armada tersebut difokuskan untuk meningkatkan aktivitas penambangan timah di laut.

Perseroan juga memperluas area pertambangan darat melalui kerja sama dengan sejumlah mitra. Penambahan peralatan tambang di area tersebut menjadi bagian dari strategi untuk memperbesar kapasitas operasi.

Dukungan regulasi turut menjadi salah satu faktor yang membuka ruang bagi TINS untuk mengoptimalkan kegiatan operasi, produksi, dan penjualan hingga akhir tahun.

Pasar India Makin Penting bagi TINS

Di tengah penguatan produksi, TINS juga memperluas penetrasi pasar internasional. Asia Tenggara dan Eropa menjadi wilayah yang terus dikembangkan, termasuk pembukaan pasar baru di Filipina serta penguatan bisnis di Inggris melalui fasilitas perseroan di Southampton.

India menjadi salah satu pasar dengan pertumbuhan paling menonjol. Kontribusinya terhadap market share penjualan TINS meningkat dari sekitar 5% menjadi 12% pada 2026. Pertumbuhan tersebut ditopang ekspansi sektor kesehatan publik dan industri semikonduktor di India.

Kenaikan produksi iPhone di India dari sekitar 33 juta unit menjadi 55 juta unit turut disebut menjadi salah satu faktor yang meningkatkan prospek permintaan timah.

Selain India, TINS mencatat perkembangan penjualan di Vietnam dan tetap melihat peluang di Jepang, Filipina, Eropa, serta Timur Tengah. Perseroan bahkan telah menjajaki pasar Timur Tengah sebelum konflik Iran dan Amerika Serikat terjadi.

Dengan capaian laba yang sudah melampaui target tahunan, peningkatan kapasitas produksi, serta ekspansi pasar ekspor, revisi RKAP menjadi langkah strategis TINS untuk menyesuaikan sasaran bisnis dengan perkembangan kinerja terkini.