TOPIK.ID — PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) memastikan pembagian dividen tetap menjadi bagian dari kebijakan perusahaan. Manajemen bahkan menargetkan nilai dividen yang diterima pemegang saham dapat terus bertambah dari tahun ke tahun, dengan tetap memperhitungkan kondisi keuangan dan kebutuhan ekspansi.
Direktur Utama Raharja Energi Sumantri mengatakan perseroan perlu menjaga keseimbangan antara memberikan imbal hasil kepada investor dan mempertahankan kapasitas pendanaan. Menurutnya, peningkatan dividen harus berjalan seiring dengan kemampuan perusahaan membiayai pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang.
RATU Ingin Dividen Terus Bertambah
Sumantri menegaskan investor tidak perlu khawatir mengenai komitmen RATU terhadap pembagian dividen. Perseroan akan berupaya meningkatkan besaran dividen secara bertahap selama kinerja dan kondisi keuangan memungkinkan.
Namun, manajemen tidak ingin menetapkan besaran pembayaran yang justru mengurangi fleksibilitas perusahaan dalam mengembangkan bisnis. Karena itu, keputusan mengenai dividen akan mempertimbangkan titik optimal antara distribusi laba dan kebutuhan investasi.
Kebijakan tersebut menjadi penting karena RATU tengah menjalankan strategi ekspansi melalui akuisisi aset migas produktif. Perseroan membutuhkan sumber pendanaan yang memadai agar dapat menangkap peluang pertumbuhan tanpa mengorbankan kesehatan keuangan.
Private Placement Perkuat Ekuitas Perseroan
Di sisi permodalan, RATU telah memperoleh persetujuan untuk menjalankan private placement. Aksi korporasi ini diarahkan untuk menambah ekuitas sekaligus memperkuat struktur modal perseroan dalam jangka panjang.
Manajemen menilai pertumbuhan ekuitas yang sehat diperlukan untuk menjaga kapasitas perusahaan ketika melakukan ekspansi. Dengan demikian, strategi pembagian dividen akan berjalan berdampingan dengan upaya memperbesar basis modal.
Keseimbangan tersebut menjadi salah satu perhatian utama RATU agar ekspansi bisnis tetap dapat dilakukan tanpa mengurangi kemampuan perseroan dalam memberikan nilai kepada pemegang saham.
Laba Bersih RATU Melonjak 102%
Kinerja keuangan semester I-2026 memberikan ruang optimisme bagi perseroan. RATU mencatat pendapatan sebesar US$25,65 juta, naik tipis 2% dibandingkan US$25,15 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, Adjusted EBITDA tumbuh 38% secara tahunan menjadi US$21,28 juta. Peningkatan tersebut terutama didukung kenaikan harga minyak mentah yang memberikan dampak positif terhadap margin usaha.
Kinerja laba bersih menunjukkan pertumbuhan lebih tinggi. Laba RATU melonjak 102% secara tahunan menjadi US$15,54 juta. Kenaikan tersebut antara lain berasal dari keuntungan bargain purchase atas akuisisi participating interest di Blok Madura serta kontribusi laba yang lebih besar dari entitas asosiasi.
Aset dan Liabilitas Naik Setelah Akuisisi
Total aset konsolidasian RATU meningkat menjadi US$231,8 juta pada semester I-2026. Kenaikan tersebut terutama berkaitan dengan penyelesaian akuisisi SMS Development Ltd. (SMSD), yang memberikan kepemilikan tidak langsung sebesar 20% pada HCML, operator Blok Selat Madura.
Seiring transaksi tersebut, liabilitas perseroan turut meningkat menjadi US$166,8 juta akibat kebutuhan pembiayaan akuisisi. Meski demikian, Debt to Equity Ratio (DER) RATU tercatat 2,42 kali, masih berada di bawah batas covenant sebesar 4 kali.
Dengan kinerja laba yang tumbuh dan struktur modal yang terus diperkuat, RATU berupaya menjaga komitmen dividen sekaligus menyediakan ruang yang cukup untuk ekspansi bisnis migas ke depan.
Ikuti TOPIK.ID
