— Perdagangan saham pada Senin, 14 September 2026, menyaksikan penguatan signifikan pada sejumlah saham perbankan. Penguatan ini terjadi di tengah merebaknya isu perombakan (reshuffle) kabinet pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Beberapa saham bank jumbo yang menunjukkan tren positif antara lain PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN), hingga PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS).

Pergerakan Saham Bank Jumbo

Pada pukul 15.20 WIB, saham BBRI diperdagangkan di level Rp3.340 per saham, mencatat kenaikan 70 poin atau 2,14%. Meskipun demikian, secara year-to-date (ytd), saham BBRI masih menunjukkan pelemahan 8,24%.

Saham BBCA juga turut menguat sebesar 75 poin atau 1,19%, mencapai Rp6.400 per saham. Penguatan ini terjadi setelah saham BBCA sebelumnya mengalami koreksi sebesar 20,25% secara ytd.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatat kenaikan 30 poin atau 0,69%, ditutup pada harga Rp4.390 per saham. Namun, secara ytd, saham BMRI masih dalam tren penurunan dengan koreksi 13,50%.

Sementara itu, saham BBTN menguat 20 poin atau 1,70% ke level Rp1.195 per saham. Berbeda dengan bank jumbo lainnya, saham BBTN masih membukukan kenaikan tipis sebesar 3,02% secara ytd.

Saham BRIS naik tipis 5 poin atau 0,29% menjadi Rp1.725 per saham. Meskipun menguat pada perdagangan hari ini, saham BRIS masih mencatatkan penurunan cukup dalam sebesar 20,14% secara ytd.

Isu Reshuffle Kabinet

Penguatan saham-saham perbankan ini terjadi bersamaan dengan beredarnya isu perombakan kabinet. Presiden Prabowo Subianto dilaporkan dijadwalkan melantik sejumlah menteri dan wakil menteri di Istana Negara, Jakarta Pusat, pada Senin (14/9/2026) petang.

Berdasarkan pantauan, sejumlah menteri dan wakil menteri terpantau telah hadir di Istana Negara, termasuk Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno serta Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara.

Presiden Prabowo Subianto kemudian melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan, menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa yang telah menjabat selama setahun. Pelantikan berlangsung di Istana Negara pada Senin (14/9/2026) dan dihadiri oleh sejumlah menteri, wakil menteri, serta pejabat negara lainnya.

Suahasil Nazara tiba di lokasi pelantikan sekitar pukul 15.00 WIB dengan mengenakan setelan jas hitam, didampingi oleh istrinya. Ia bukanlah sosok baru di lingkungan Kementerian Keuangan, mengingat sebelumnya ia telah menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan sejak era Presiden Joko Widodo dan dipercaya melanjutkan perannya hingga pemerintahan saat ini.