— Telkom Solution kembali mendapat pengakuan atas kiprahnya dalam mendorong transformasi digital di Indonesia. Perusahaan meraih penghargaan Business Impact & Industry Growth 2026 dari Kabar Group Indonesia, yang menilai kontribusinya dalam pengembangan layanan kecerdasan buatan (AI) dan ekosistem B2B ICT nasional.

Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan riset independen yang dilakukan LPPM Universitas Hasanuddin serta DIRBT Universitas Indonesia. Penilaian mencakup kontribusi Telkom Solution melalui beragam layanan digital, mulai dari konektivitas, keamanan siber, cloud, data center, AI, hingga solusi teknologi yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan.

Teknologi Diarahkan Untuk Memberikan Dampak Bisnis

Direktur Enterprise & Business Service Telkom, Veranita Yosephine, mengatakan dampak terhadap bisnis menjadi salah satu indikator penting dalam pengembangan solusi perusahaan.

Menurutnya, teknologi tidak cukup hanya menghadirkan inovasi baru. Solusi digital yang ditawarkan juga harus mampu menciptakan nilai bagi pelanggan sekaligus memberikan manfaat bagi perkembangan industri.

Penghargaan tersebut menjadi dorongan bagi Telkom Solution untuk terus memperkuat kapabilitas digital dan menghadirkan layanan yang relevan bagi berbagai sektor usaha.

VP Enterprise Marketing & Growth Telkom, Reni Yustiani, menyebut apresiasi dan kepercayaan pelanggan menjadi motivasi perusahaan untuk melakukan peningkatan secara berkelanjutan.

Telkom Solution, lanjutnya, diarahkan untuk semakin berperan sebagai enabler dalam proses transformasi digital sekaligus memberikan dampak nyata terhadap kinerja bisnis pelanggan.

BATIC 2026 Perkuat Posisi Telkom Di Pasar Global

Selain penghargaan tersebut, Telkom Solution juga menggelar Bali Annual Telkom International Conference atau BATIC 2026 di Bali pada 24 hingga 28 Agustus 2026.

Ajang tersebut mempertemukan lebih dari 2.700 delegasi yang berasal dari 760 perusahaan di 67 negara. Selama penyelenggaraan, BATIC 2026 mencatat lebih dari 4.500 pertemuan bisnis.

Forum ini menjadi salah satu wadah Telkom untuk memperluas kolaborasi sekaligus mempertemukan pelaku industri telekomunikasi dan teknologi dari berbagai negara.

Dalam agenda tersebut, jajaran pimpinan Telkom turut menyampaikan arah transformasi bisnis TLKM 30 yang ditujukan untuk membawa perusahaan menuju posisi sebagai digital telco global.

Kolaborasi Jadi Kunci Pertumbuhan Ekosistem Digital

Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menekankan pentingnya penguatan fondasi teknologi, pemanfaatan kecerdasan, serta kolaborasi antarpelaku ekosistem untuk membangun masa depan digital.

Menurutnya, kombinasi ketiga aspek tersebut dapat mendorong konektivitas berkembang menjadi inovasi, membuka peluang ekonomi baru, dan menciptakan pertumbuhan digital yang berkelanjutan.

Dukungan terhadap ekosistem digital juga datang dari pemerintah. Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital RI, Edwin Hidayat Abdullah, menyoroti pentingnya tata kelola teknologi yang tepercaya serta kolaborasi lintas sektor.

Sementara itu, CEO Telin Abdul Rahman Ansyori menilai BATIC memiliki peran strategis dalam memperkuat konektivitas dan integrasi digital di kawasan Asia Pasifik. Menurutnya, forum tersebut menjadi bagian dari upaya Telin untuk membuka peluang baru sekaligus mendukung perkembangan ekosistem digital regional.