— Kinerja PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) menunjukkan penguatan pada paruh pertama 2026. Perseroan membukukan pra-penjualan sebesar Rp902 miliar hingga semester I 2026, naik 14% dibandingkan capaian Rp791 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Realisasi tersebut sudah mencapai 53% dari target pra-penjualan yang ditetapkan LPCK untuk sepanjang 2026. Permintaan terhadap produk residensial, terutama rumah tapak, menjadi penopang utama pencapaian perusahaan di tengah aktivitas pasar properti yang terus bergerak.

Rumah Tapak Jadi Penopang Utama Penjualan

Segmen residensial memberikan kontribusi paling besar terhadap pra-penjualan LPCK sepanjang semester pertama tahun ini. Produk rumah tapak menyumbang sekitar 69% dari total pra-penjualan yang berhasil dihimpun perseroan.

Manajemen LPCK menilai capaian tersebut mencerminkan masih kuatnya minat konsumen terhadap konsep kawasan hunian terpadu. Pengembangan Lippo Cikarang Cosmopolis menjadi salah satu fokus perseroan dalam menangkap permintaan tersebut.

Kawasan ini dikembangkan tidak hanya sebagai area hunian, tetapi juga dilengkapi berbagai fasilitas komersial dan pendukung. Konsep tersebut menjadi bagian dari strategi LPCK untuk memberikan nilai tambah bagi konsumen sekaligus menopang pertumbuhan bisnis perseroan.

EBITDA LPCK Tumbuh Dengan Margin Lebih Tinggi

Penguatan kinerja LPCK juga terlihat dari sisi operasional. Perseroan mencatatkan EBITDA sebesar Rp318 miliar selama semester I 2026.

Tidak hanya meningkat dari sisi capaian operasional, margin EBITDA LPCK juga mengalami perbaikan. Margin tersebut mencapai 20%, lebih tinggi dibandingkan 13% yang tercatat pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan margin menunjukkan adanya penguatan efisiensi dan kinerja operasional perusahaan. Perkembangan tersebut menjadi modal bagi LPCK untuk melanjutkan ekspansi dan pengembangan kawasan yang menjadi fokus bisnisnya.

Perubahan Komisaris Dalam Struktur Manajemen

Selain mencatat perkembangan bisnis, LPCK juga melakukan penyesuaian pada struktur tata kelola perusahaan. Perubahan tersebut diputuskan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada Jumat, 11 September 2026.

Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui pengunduran diri Charles Rigoux dari posisi komisaris. Perseroan kemudian mengangkat Ketut Budi Wijaya sebagai komisaris baru.

Perubahan susunan komisaris tersebut diharapkan dapat mendukung arah strategis perusahaan sekaligus memperkuat penerapan tata kelola dalam menjalankan bisnis.

Lippo Cikarang Cosmopolis Jadi Fokus Pengembangan

LPCK akan terus mengarahkan pengembangan Lippo Cikarang Cosmopolis sebagai kawasan terpadu yang menggabungkan hunian, area komersial, serta fasilitas pendukung. Perseroan melihat integrasi berbagai kebutuhan tersebut sebagai bagian penting untuk menjaga daya tarik kawasan.

Dengan pra-penjualan yang telah mencapai lebih dari separuh target tahunan, LPCK masih memiliki ruang untuk mengejar tambahan penjualan pada semester II 2026. Perusahaan juga menargetkan penguatan operasional dan tata kelola berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan nilai bagi konsumen serta pemangku kepentingan.