Bank Indonesia (BI) menilai aktivitas dunia usaha di Indonesia masih menunjukkan ketahanan pada triwulan III-2026. Hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) mencatat seluruh lapangan usaha mengalami pertumbuhan positif dengan Saldo Bersih Tertimbang (SBT) mencapai 11,46 persen.
Memasuki triwulan IV-2026, kegiatan usaha diperkirakan tetap berada di jalur pertumbuhan, meskipun lajunya diproyeksikan sedikit melambat. Sejumlah sektor jasa dan perdagangan diperkirakan menjadi penopang, sementara pertanian menghadapi tantangan akibat musim tanam dan kondisi cuaca.
BI Catat SBT Kegiatan Usaha Capai 11,46 Persen
Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menyampaikan bahwa hasil SKDU menunjukkan aktivitas dunia usaha tetap terjaga selama triwulan III-2026. Kondisi tersebut tercermin dari capaian SBT sebesar 11,46 persen.
Sejumlah sektor mencatatkan peningkatan kinerja, termasuk industri pengolahan, administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib. Perbaikan juga terjadi pada sektor pengadaan listrik dan gas, konstruksi, serta real estat.
Perkembangan tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi masih ditopang oleh beragam bidang usaha. Kinerja industri pengolahan menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga aktivitas produksi, sedangkan sektor konstruksi dan real estat turut mencerminkan kegiatan pembangunan serta properti.
BI juga mencatat kapasitas produksi terpakai pada triwulan III-2026 mencapai 73,75 persen. Angka tersebut sedikit menurun dibandingkan triwulan II-2026 yang tercatat sebesar 73,80 persen.
Aktivitas Usaha Diperkirakan Tetap Positif pada Akhir Tahun
Untuk triwulan IV-2026, responden SKDU memperkirakan kegiatan usaha masih tumbuh positif dengan SBT sebesar 10,77 persen. Meski demikian, angka tersebut lebih rendah dibandingkan capaian triwulan sebelumnya sebesar 11,46 persen.
Sektor perdagangan besar dan eceran, termasuk reparasi mobil dan sepeda motor, diperkirakan mencatat SBT 1,21 persen. Peningkatan aktivitas pada periode Natal dan libur akhir tahun menjadi salah satu faktor yang mendukung proyeksi tersebut.
Sektor transportasi dan pergudangan diperkirakan memiliki SBT 1,1 persen. Sementara itu, informasi dan komunikasi mencatat proyeksi SBT 0,83 persen, sejalan dengan perluasan layanan telekomunikasi dan internet.
Real estat diperkirakan mencapai SBT 0,54 persen, sedangkan jasa perusahaan sebesar 0,4 persen. Perkiraan tersebut memperlihatkan sektor perdagangan dan jasa berpotensi menopang kegiatan ekonomi menjelang pergantian tahun.
Sektor Pertanian Berpotensi Menahan Pertumbuhan
Di tengah proyeksi positif tersebut, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan diperkirakan menjadi satu-satunya lapangan usaha yang mengalami penurunan pada triwulan IV-2026. Sektor ini memiliki proyeksi SBT minus 0,58 persen.
BI mengaitkan perkiraan tersebut dengan dimulainya musim tanam serta faktor cuaca yang dapat memengaruhi aktivitas usaha di sektor pertanian.
Dari sisi kapasitas produksi, sektor pertanian juga mencatat penurunan menjadi 71,77 persen pada triwulan III-2026, dibandingkan 73,16 persen pada triwulan sebelumnya.
Kapasitas Produksi Masih Terjaga
Secara keseluruhan, kapasitas produksi terpakai dunia usaha masih relatif stabil. Sektor pengadaan listrik dan gas mencatat tingkat tertinggi sebesar 80,89 persen, disusul pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah, dan daur ulang sebesar 74,43 persen.
Sektor pertambangan dan penggalian mencatat 70,87 persen, sementara industri pengolahan berada di angka 70,80 persen.
Data BI tersebut memperlihatkan kegiatan usaha diperkirakan tetap berkembang hingga akhir 2026. Namun, perbedaan kinerja antarsektor dan tantangan di bidang pertanian masih menjadi faktor yang perlu diperhatikan dalam menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi.









