TOPIK.ID — Garibaldi “Boy” Thohir kembali meningkatkan eksposurnya di pasar modal dengan membeli 30 juta saham PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk. (MGLV). Aksi tersebut memperkuat keterkaitan pengusaha nasional itu dengan emiten yang tengah mengembangkan bisnis infrastruktur pusat data.
Sebelum transaksi terbaru tersebut, keterlibatan Boy Thohir di MGLV telah terhubung melalui PT Trinugraha Thohir dengan kepemilikan 2,25% serta PT Trinugraha Thohir Harmoni sebesar 4,86%. Kini, pembelian saham secara langsung menambah perhatian pasar terhadap arah bisnis baru yang tengah dikembangkan MGLV.
Boy Thohir Melihat Peluang Dari Infrastruktur Digital
Boy Thohir mengatakan keputusan membeli saham MGLV didasarkan pada keyakinannya terhadap fundamental dan perkembangan kinerja perseroan. Menurutnya, prospek bisnis MGLV semakin menarik seiring meningkatnya kebutuhan terhadap infrastruktur teknologi.
Pertumbuhan ekonomi digital menjadi salah satu faktor yang dinilai dapat membuka ruang ekspansi bagi perusahaan. Adopsi cloud computing, perkembangan artificial intelligence (AI), serta transformasi digital di berbagai sektor membuat kebutuhan terhadap pusat data berkapasitas tinggi terus meningkat.
Menurut Boy, kondisi tersebut menciptakan peluang bagi MGLV untuk mengambil bagian dalam pertumbuhan industri infrastruktur digital yang membutuhkan fasilitas dengan tingkat keandalan dan keamanan tinggi.
Langkah pembelian saham itu juga dikaitkan dengan upaya memperbesar peran investor domestik di pasar modal. Boy menilai basis investor lokal yang kuat dapat membantu menjaga ketahanan pasar ketika terjadi tekanan akibat aksi jual investor asing.
MGLV Fokus Mengembangkan Data Center Berbasis AI
Perubahan arah bisnis MGLV menjadi salah satu faktor yang mendapat perhatian pelaku pasar. Perseroan kini mengarahkan fokusnya pada sektor infrastruktur data center melalui entitas anak NDC atau NexAI Digital Center.
Bisnis tersebut dirancang untuk menyediakan infrastruktur yang mampu menangani kebutuhan komputasi Artificial Intelligence (AI). MGLV melihat pertumbuhan kebutuhan pemrosesan data berkecepatan tinggi di Asia Tenggara sebagai peluang untuk memperluas bisnis.
Perseroan berencana membangun fasilitas high-density data center. Fasilitas ini ditujukan untuk kebutuhan penyimpanan, pengelolaan, dan pemrosesan data dalam skala besar.
Selain AI, fasilitas tersebut juga diarahkan untuk mendukung layanan cloud computing serta berbagai kebutuhan infrastruktur digital lainnya.
Sinergi Ekosistem Baru Jadi Perhatian Pasar
Arah baru MGLV juga mendapat sorotan setelah perseroan terhubung dengan PT Nextier Datamate Center (NDC) sebagai entitas pengendali baru. Di sisi lain, keterlibatan jaringan bisnis Boy Thohir serta penguatan jajaran manajemen turut menjadi bagian dari perubahan strategi perseroan.
Ekosistem tersebut membawa gagasan untuk menghubungkan potensi pasokan energi dengan kebutuhan komputasi berkapasitas besar. Integrasi antara energi dan pusat data menjadi relevan karena fasilitas komputasi AI membutuhkan pasokan listrik yang stabil dan dalam jumlah besar.
Manajemen MGLV menyatakan pengembangan bisnis data center diharapkan dapat menciptakan sumber pendapatan baru sekaligus mendiversifikasi kegiatan usaha perseroan.
Bagi investor, perubahan tersebut menjadi faktor yang perlu dicermati karena bisnis data center memiliki prospek jangka panjang, tetapi pada saat yang sama membutuhkan investasi besar serta kesiapan teknologi dan infrastruktur.
Dengan pembelian 30 juta saham oleh Boy Thohir, perhatian pasar terhadap strategi MGLV berpotensi semakin besar. Investor kini akan mencermati realisasi ekspansi data center, kemampuan perseroan membangun kapasitas, serta kontribusi bisnis baru tersebut terhadap kinerja keuangan.
Ikuti TOPIK.ID
