Kekalahan telak Manchester United dari Como di Liga Champions memunculkan pertanyaan mengenai strategi yang diterapkan Michael Carrick. Kapten Setan Merah, Bruno Fernandes, menilai timnya perlu bermain lebih berani ketika menghadapi tekanan, termasuk dengan menerapkan pressing tinggi untuk mengganggu kenyamanan lawan.
Manchester United takluk 1-4 saat menghadapi Como pada Rabu (21/10/2026). Gol cepat Nico Paz membuat MU tertinggal sejak awal pertandingan, sebelum Tasos Douvikas, Paz, dan Jacobo Ramon menambah keunggulan tim asal Italia tersebut. Joshua Zirkzee hanya mampu mencetak gol hiburan pada masa injury time.
Bruno Fernandes Minta MU Lebih Berani Menekan Lawan
Manchester United terlihat kesulitan mengimbangi permainan Como sepanjang pertandingan. Tim asuhan Carrick dinilai kurang agresif dalam merebut bola dan memberikan tekanan kepada lawan. Situasi tersebut membuat Como memiliki kesempatan untuk mengembangkan permainan sekaligus memanfaatkan ruang yang tersedia.
Bruno Fernandes menilai pendekatan tersebut perlu dievaluasi. Menurut gelandang asal Portugal itu, Manchester United semestinya berani mengambil risiko ketika berada dalam tekanan, alih-alih membiarkan lawan menguasai jalannya pertandingan.
Dalam wawancara dengan TNT Sports, Bruno menjelaskan bahwa keputusan untuk tidak menerapkan pressing man-to-man merupakan bagian dari strategi yang ditentukan staf pelatih.
Pendekatan tersebut terkadang membuat MU memberikan ruang kepada lawan di area pertahanan. Namun, ketika kehilangan bola berulang kali, Como justru semakin percaya diri untuk melancarkan serangan.
Bruno menilai kondisi seperti itu menjadi persoalan bagi Manchester United. Menghadapi tim yang mampu memanfaatkan ruang, mereka membutuhkan intensitas lebih tinggi agar lawan tidak leluasa membangun serangan.
Kapten MU Enggan Menilai Keputusan Michael Carrick
Ketika ditanya apakah Carrick melakukan kesalahan dalam menentukan taktik melawan Como, Bruno tidak memberikan penilaian secara langsung. Ia menyerahkan evaluasi tersebut kepada manajer dan staf kepelatihan.
“Itu tugas manajer dan stafnya untuk melihatnya, bukan aku,” ujar Bruno Fernandes.
Meski tidak secara terbuka menyalahkan Carrick, pernyataannya menunjukkan bahwa pendekatan permainan Manchester United perlu ditinjau kembali. Ia kemudian menegaskan pentingnya keberanian untuk memberikan tekanan lebih besar kepada lawan.
“Kadang-kadang Anda harus lebih berani saat di bawah tekanan, mengambil risiko dengan pressing tinggi dan membuat mereka merasa tidak nyaman,” tambahnya.
Pernyataan tersebut muncul setelah MU gagal menunjukkan perlawanan berarti ketika Como mengambil kendali pertandingan. Kekalahan dengan selisih tiga gol juga memperlihatkan sejumlah persoalan yang harus segera dibenahi tim.
Rentetan Hasil Buruk Menambah Tekanan kepada Carrick
Kekalahan dari Como memperpanjang periode sulit Manchester United. Setan Merah kini tercatat gagal meraih kemenangan dalam tujuh pertandingan terakhir secara beruntun.
Dari 11 pertandingan yang telah dijalani di semua kompetisi, MU hanya mampu membukukan dua kemenangan. Catatan tersebut menjadi gambaran bahwa performa tim belum menunjukkan konsistensi yang diharapkan.
Hasil melawan Como pun berpotensi meningkatkan tekanan terhadap Michael Carrick. Selain harus memperbaiki hasil pertandingan, ia dituntut menemukan pendekatan taktik yang mampu mengangkat performa tim.
Evaluasi terhadap intensitas pressing, penguasaan bola, dan respons pemain ketika kehilangan bola menjadi pekerjaan penting bagi Manchester United. Jika tren negatif terus berlanjut, posisi Carrick dan arah permainan tim diperkirakan akan semakin menjadi sorotan.









