Saham

BEI Buka Suspensi Saham MSIN Milik Hary Tanoesoedibjo Usai Anjlok 55,6% Dalam Sebulan Terakhir

BEI kembali membuka perdagangan saham MSIN mulai Kamis, 22 Oktober 2026, setelah harga saham emiten milik Hary Tanoesoedibjo merosot tajam.

BEI Buka Suspensi Saham MSIN Milik Hary Tanoesoedibjo Usai Anjlok 55,6% Dalam Sebulan Terakhir
Foto: Dok. MNC Media

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengizinkan perdagangan saham PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) setelah sebelumnya menghentikan sementara transaksi saham tersebut. Pembukaan suspensi berlaku mulai sesi I perdagangan Kamis (22/10/2026), sehingga investor dapat kembali melakukan transaksi di pasar reguler dan pasar tunai.

Saham perusahaan milik konglomerat Hary Tanoesoedibjo itu sebelumnya disuspensi menyusul penurunan harga kumulatif yang signifikan. Berdasarkan data perdagangan, harga saham MSIN merosot 55,6% dalam sebulan terakhir dan terkoreksi hingga 71,6% sejak awal 2026. Langkah pembukaan suspensi ini memberikan kesempatan bagi investor untuk kembali memperdagangkan saham tersebut setelah penghentian sementara pada 21 Oktober 2026.

BEI Kembali Izinkan Transaksi Saham MSIN

Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, menjelaskan bahwa saham MSIN dapat diperdagangkan kembali mulai sesi pertama pada Kamis, 22 Oktober 2026.

Dengan berakhirnya penghentian sementara tersebut, pelaku pasar bisa kembali melakukan transaksi saham MSIN melalui pasar reguler maupun pasar tunai. Keputusan ini disampaikan melalui pengumuman resmi bursa kepada pihak-pihak yang berkepentingan.

Sebelumnya, BEI mengambil langkah suspensi setelah mencermati penurunan harga saham MSIN secara kumulatif. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari mekanisme pengawasan bursa terhadap pergerakan saham yang mengalami perubahan harga signifikan.

Penangguhan perdagangan tidak secara otomatis menunjukkan adanya pelanggaran yang dilakukan oleh perusahaan. Dalam kasus MSIN, BEI menyatakan bahwa suspensi dilakukan untuk memberikan waktu bagi investor dalam mempertimbangkan keputusan investasinya.

Harga Saham MSIN Merosot Tajam

Pergerakan saham MSIN menjadi perhatian setelah mengalami koreksi besar dalam periode perdagangan terakhir. Dalam satu bulan, saham tersebut telah kehilangan 55,6% dari nilainya. Sementara itu, penurunan sejak awal tahun atau year to date (YTD) mencapai 71,6%.

Koreksi tersebut menjadi latar belakang penghentian sementara perdagangan pada 21 Oktober 2026. Melalui kebijakan itu, bursa memberikan kesempatan kepada investor untuk mengevaluasi informasi yang tersedia sebelum kembali mengambil keputusan transaksi.

Yulianto menyampaikan bahwa penghentian sementara dilakukan sebagai langkah cooling down sekaligus bentuk perlindungan terhadap investor di pasar modal.

“Penghentian sementara dilakukan untuk memberikan waktu kepada investor dalam mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada, untuk setiap pengambilan keputusan investasinya,” katanya dalam keterbukaan informasi BEI, Kamis (22/10/2026).

Investor Diminta Memperhatikan Keterbukaan Informasi

Seiring dibukanya kembali perdagangan saham MSIN, BEI mengingatkan pihak-pihak yang berkepentingan agar terus mengikuti informasi resmi dari perusahaan.

Keterbukaan informasi menjadi salah satu bahan pertimbangan penting bagi investor dalam menilai kondisi emiten dan menentukan strategi investasi. Investor juga perlu memperhatikan risiko perubahan harga, terutama setelah saham mengalami penurunan tajam dalam waktu relatif singkat.

Pembukaan suspensi memungkinkan transaksi kembali berlangsung, tetapi tidak menjamin harga saham akan pulih atau bergerak stabil. Pergerakan selanjutnya tetap bergantung pada dinamika permintaan dan penawaran di pasar serta informasi yang memengaruhi penilaian investor terhadap MSIN.

Karena itu, investor disarankan mencermati pengumuman BEI dan keterbukaan informasi perseroan sebelum mengambil keputusan transaksi.