Manchester United kembali menelan hasil mengecewakan di Liga Champions setelah takluk 1-4 dari Como pada matchday ketiga. Kapten MU, Bruno Fernandes, menilai gol cepat yang dicetak Nico Paz menjadi salah satu faktor yang membuat timnya kesulitan mengembangkan permainan sepanjang pertandingan.
Bermain di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Rabu (21/10/2026), Manchester United sudah tertinggal ketika laga baru berjalan dua menit. Como kemudian memanfaatkan situasi tersebut untuk mengambil kendali pertandingan dan menambah tiga gol melalui Tasos Douvikas, Nico Paz, serta Jacobo Ramon. Sementara itu, Joshua Zirkzee hanya mampu memperkecil ketertinggalan MU pada masa injury time.
Gol Cepat Como Membuat MU Kehilangan Momentum
Bruno Fernandes mengakui Manchester United kembali melakukan kesalahan yang sama seperti pertandingan sebelumnya. Menurut gelandang asal Portugal tersebut, timnya tidak memulai laga dengan baik sehingga memberikan kesempatan kepada lawan untuk mengambil inisiatif serangan.
Dalam wawancara dengan TNT Sports seusai pertandingan, Bruno menyoroti minimnya tekanan terhadap pemain yang menguasai bola serta kurangnya pergerakan rekan setim ketika Manchester United berusaha membangun serangan.
“Pastinya, ini bukan yang pertama kali. Lagi-lagi kami memulai pertandingan dengan cara yang keliru,” ujar Bruno Fernandes.
Ia menilai gol pembuka Como datang ketika Manchester United belum mampu memberikan tekanan yang memadai. Situasi tersebut membuat tuan rumah lebih leluasa mengembangkan permainan dan memanfaatkan kelemahan pertahanan Setan Merah.
“Mereka mencetak gol yang sangat cepat. Tidak banyak tekanan pada bola. Tidak banyak pergerakan tanpa bola yang bagus. Ada banyak hal yang tidak berjalan sesuai keinginan kami,” lanjutnya.
Bagi Bruno, tertinggal sejak awal pertandingan bukan sekadar persoalan skor. MU juga harus menghadapi tantangan untuk mengembalikan kepercayaan diri dan menemukan ritme permainan ketika Como sudah berada dalam posisi unggul.
Bruno Fernandes Sebut MU Kesulitan Keluar dari Tekanan
Kapten Manchester United itu menjelaskan bahwa kebobolan lebih awal membuat timnya kesulitan bermain dengan keberanian yang dibutuhkan. Dalam situasi tertinggal, MU seharusnya mampu menjaga penguasaan bola sekaligus menciptakan peluang untuk menyamakan kedudukan.
Namun, upaya tersebut tidak berjalan sesuai harapan. Como justru mampu mempertahankan tekanan dan menambah gol setelah turun minum, membuat peluang MU untuk mengejar ketertinggalan semakin kecil.
“Kebobolan gol cepat membuat kami memasuki pertandingan dengan suasana kekalahan, sangat sulit keluar dari kondisi itu, berupaya untuk main dengan berani, menguasai bola dan membuat sesuatu terjadi. Jika kami tidak mampu melakukannya, maka akan sangat sulit untuk keluar dari situasi itu,” ungkap Bruno.
Manchester United Terpuruk di Klasemen Liga Champions
Kekalahan dari Como membuat Manchester United mengalami kekalahan beruntun dalam dua pertandingan terakhirnya di Liga Champions. Sebelumnya, mereka juga tumbang 0-2 dari Atletico Madrid setelah kebobolan gol cepat.
Hasil tersebut menempatkan MU di posisi ke-20 klasemen sementara dengan koleksi tiga poin. Posisi ini membuat perjuangan mereka untuk melaju ke fase berikutnya semakin menantang.
Dalam format kompetisi, delapan tim teratas berhak lolos langsung ke babak 16 besar. Sementara itu, tim yang menempati peringkat kesembilan hingga ke-24 harus menjalani babak playoff untuk memperebutkan delapan tiket tersisa.
Manchester United kini perlu segera membenahi performa, terutama dalam mengantisipasi serangan awal lawan dan menjaga konsistensi permainan. Jika kembali mengulangi kesalahan serupa, peluang mereka memperbaiki posisi di klasemen akan semakin sulit.









