Topik.id — Masyarakat kini dapat mengecek desil kesejahteraan dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) secara online melalui layanan Cek Bansos Kementerian Sosial (Kemensos). Pengecekan dapat dilakukan menggunakan 16 digit Nomor Induk Kependudukan (NIK) sesuai KTP, tanpa perlu datang langsung ke kantor desa maupun Dinas Sosial.
Layanan tersebut penting terutama bagi masyarakat yang ingin mengetahui posisi desil keluarganya sekaligus mengecek keterkaitannya dengan program bantuan sosial pemerintah. Situs resmi Cek Bansos Kemensos saat ini memang menyediakan kolom pencarian menggunakan NIK serta mengambil sumber data dari DTSEN.
Desil menjadi salah satu acuan dalam menentukan kelompok kesejahteraan keluarga. Karena itu, perubahan posisi desil dapat memengaruhi peluang seseorang atau keluarga untuk masuk dalam sasaran sejumlah program perlindungan sosial.
Cara Cek Desil DTSEN 2026 Pakai NIK
Pengecekan dapat dilakukan melalui HP, laptop, maupun perangkat lain yang terhubung dengan internet. Berdasarkan petunjuk pada laman resmi Cek Bansos Kemensos, berikut langkahnya:
- Buka situs resmi http://cekbansos.kemensos.go.id melalui browser.
- Masukkan 16 digit NIK sesuai yang tercantum pada KTP.
- Masukkan huruf kode atau captcha yang tampil pada layar.
- Jika kode sulit dibaca, gunakan tombol refresh untuk mendapatkan kode baru.
- Pastikan NIK dan kode yang dimasukkan sudah benar.
- Klik tombol Cari Data.
- Tunggu hingga sistem menampilkan hasil pencarian.
Informasi yang muncul dapat digunakan untuk mengetahui data penerima manfaat yang tercatat dalam sistem, termasuk status bantuan serta kelompok desil apabila informasinya tersedia. Mekanisme pengecekan menggunakan NIK ini juga masih digunakan dalam layanan Cek Bansos pada September 2026.
Apa Itu Desil DTSEN?
Desil adalah pengelompokan keluarga berdasarkan tingkat kesejahteraan yang dihitung menggunakan berbagai variabel sosial dan ekonomi.
Kemensos menjelaskan pengukurannya tidak hanya melihat satu unsur, seperti penghasilan. Sejumlah informasi yang digunakan antara lain:
- pekerjaan;
- pendidikan;
- kondisi tempat tinggal;
- daya listrik;
- kepemilikan aset; dan
- sejumlah karakteristik sosial ekonomi lainnya.
DTSEN membagi keluarga di Indonesia menjadi 10 kelompok desil, dengan masing-masing kelompok mencakup sekitar 10 persen keluarga.
Secara umum pembagiannya dapat dipahami sebagai berikut:
- Desil 1: kelompok 10 persen keluarga dengan tingkat kesejahteraan paling rendah.
- Desil 2: kelompok keluarga pada rentang 11–20 persen terbawah.
- Desil 3: kelompok 21–30 persen terbawah.
- Desil 4: kelompok 31–40 persen terbawah.
- Desil 5: kelompok 41–50 persen.
- Desil 6–10: kelompok dengan tingkat kesejahteraan yang secara relatif semakin tinggi.
Dengan demikian, semakin kecil angka desil, semakin rendah posisi kesejahteraan keluarga dalam pemeringkatan DTSEN. Namun, desil tidak dapat disederhanakan menjadi batas nominal penghasilan tertentu karena penilaiannya mempertimbangkan berbagai indikator sosial ekonomi.
Desil Berapa yang Bisa Mendapat Bansos?
Posisi desil menjadi salah satu pertimbangan dalam penentuan sasaran bantuan sosial, tetapi masuk pada desil tertentu tidak otomatis membuat seseorang menerima bansos.
Dalam keterangan resmi pada laman Cek Bansos Kemensos disebutkan:
- Desil 1–4 dapat diusulkan menjadi penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako.
- Desil 5 dapat diusulkan menjadi peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK).
Penggunaan kata dapat diusulkan penting diperhatikan. Artinya, desil merupakan salah satu dasar penyasaran dan bukan satu-satunya syarat yang secara otomatis memastikan bantuan akan diterima.
Setiap program tetap memiliki kriteria, proses verifikasi, serta penetapan penerima masing-masing.
Desil Bisa Berubah
Masyarakat juga perlu mengetahui bahwa angka desil dalam DTSEN bersifat dinamis.
Perubahan kondisi sosial ekonomi keluarga maupun pembaruan data dapat menyebabkan posisi desil berubah. BPS melakukan penghitungan ulang desil secara periodik berdasarkan data yang telah diperbarui.
Hal ini membuat seseorang yang sebelumnya berada di desil tertentu tidak selalu berada pada kelompok yang sama untuk selamanya.
Pemutakhiran tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah agar penyaluran program perlindungan sosial lebih sesuai dengan kondisi masyarakat terkini.
Bagaimana Jika Desil Tidak Sesuai Kondisi?
Apabila hasil pengecekan menunjukkan desil yang dinilai tidak menggambarkan keadaan ekonomi keluarga sebenarnya, masyarakat dapat melakukan pembaruan data.
Kemensos menyediakan beberapa jalur, yakni:
- Mengajukan pembaruan melalui pemerintah desa atau kelurahan.
- Melanjutkan proses melalui Dinas Sosial setempat.
- Menggunakan Aplikasi Cek Bansos dengan menyampaikan informasi sesuai kondisi keluarga yang sebenarnya.
Setelah data diperbarui, posisi desil tidak langsung berubah saat itu juga. Data terlebih dahulu masuk dalam proses pemutakhiran sebelum selanjutnya dilakukan penghitungan ulang secara periodik.
Karena itu, masyarakat disarankan memastikan informasi mengenai pekerjaan, kondisi tempat tinggal, anggota keluarga hingga kepemilikan aset yang tercatat telah sesuai dengan keadaan sebenarnya.
Pengecekan desil secara berkala juga dapat dilakukan melalui layanan resmi Kemensos, terutama bagi masyarakat yang sedang menjadi penerima bantuan atau sedang mengusulkan diri dalam program perlindungan sosial.
