— I Gede Selamet, sopir truk asal Desa Muncan, Karangasem, Bali, yang sebelumnya menjadi korban pembakaran oleh bosnya akhirnya meninggal dunia setelah menjalani perawatan selama sekitar sepekan di Rumah Sakit Umum Pusat Prof Ngoerah, Denpasar.

Selamet mengembuskan napas terakhir pada Jumat (25/9) pagi. Kepala Desa Muncan, I Wayan Tunas, membenarkan kabar tersebut dan mengatakan dirinya menerima informasi mengenai kematian Selamet sekitar pukul 08.30 Wita.

I Gede Selamet Meninggal Setelah Sepekan Dirawat

I Wayan Tunas mengatakan jenazah Selamet masih berada di Rumah Sakit Umum Pusat Prof Ngoerah, Denpasar. Pihak keluarga juga masih menentukan waktu untuk membawa jenazah pulang ke rumah duka.

Menurut Tunas, jenazah kemungkinan baru dibawa pulang setelah purnama. Namun, keputusan tersebut masih menunggu pembicaraan dengan keluarga Selamet.

“Kemungkinan setelah purnama baru dibawa pulang jenazahnya, tetapi masih menunggu keputusan dari pihak keluarga juga. Nanti saya info lagi kepastiannya,” ujar Tunas.

Kabar meninggalnya Selamet menutup perjuangannya setelah sekitar satu pekan mendapatkan perawatan intensif akibat luka bakar yang dideritanya.

Tubuh Selamet Alami Luka Bakar 68 Persen

Selamet sebelumnya harus menjalani perawatan setelah mengalami luka bakar sekitar 68 persen di seluruh tubuhnya. Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (18/9).

Ia diduga dibakar oleh bosnya sendiri, I Putu Cahyadi Putra (37). Peristiwa itu disebut berkaitan dengan persoalan uang setoran yang belum dibayarkan Selamet kepada pelaku.

Akibat kejadian tersebut, Selamet mengalami luka bakar cukup parah hingga harus mendapat penanganan medis di rumah sakit. Selama menjalani perawatan, kondisinya terus menjadi perhatian keluarga dan warga di Desa Muncan.

Namun, setelah berjuang selama sekitar satu pekan, kondisi Selamet akhirnya tidak tertolong. Ia meninggal dunia pada Jumat pagi.

I Putu Cahyadi Putra Telah Ditangkap Polisi

Kasus pembakaran terhadap Selamet sebelumnya langsung ditangani kepolisian. Setelah kejadian, I Putu Cahyadi Putra ditangkap oleh polisi untuk menjalani pemeriksaan terkait peristiwa tersebut.

Pelaku kemudian dibawa ke Polsek Selat untuk dimintai keterangan. Setelah proses pemeriksaan dilakukan, polisi menetapkan I Putu Cahyadi Putra sebagai tersangka.

Peristiwa yang awalnya menyebabkan Selamet harus mendapatkan perawatan akibat luka bakar kini berujung pada meninggalnya korban. Jenazah Selamet masih berada di rumah sakit hingga Jumat (25/9), sementara keluarga mempersiapkan proses pemulangan ke Desa Muncan.

Pihak keluarga juga masih menunggu keputusan terkait waktu pemulangan jenazah sebelum nantinya dimakamkan.