— Pemerintah memperluas sasaran KIP Kuliah pada 2027 setelah tambahan anggaran sebesar Rp1,267 triliun disetujui dalam pembahasan anggaran Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Tambahan tersebut memungkinkan jumlah mahasiswa baru yang ditargetkan memperoleh bantuan meningkat menjadi sekitar 220.000 orang.

Penyesuaian anggaran dibahas dalam Rapat Kerja Kemdiktisaintek bersama Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin, 21 September 2026. Sebelumnya, Badan Anggaran DPR RI telah menyetujui tambahan anggaran tersebut pada 15 September 2026.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menjelaskan tambahan Rp1,267 triliun diarahkan untuk memperluas sasaran program KIP Kuliah. Penyesuaian tersebut tidak mengubah program prioritas yang sebelumnya telah dibahas bersama DPR.

Kuota KIP Kuliah Bertambah 130.620 Penerima

Dampak utama dari tambahan anggaran tersebut terlihat pada jumlah calon penerima KIP Kuliah pada 2027.

Secara ringkas, perubahan sasaran penerima meliputi:

  • Tambahan sasaran penerima: 130.620 mahasiswa.
  • Target mahasiswa baru penerima KIP Kuliah 2027: sekitar 220.000 orang.
  • Penerima tidak hanya mahasiswa baru, tetapi juga mahasiswa on-going yang masih menjalani masa studi.
  • Total sasaran penerima KIP Kuliah pada 2027 diproyeksikan mencapai sekitar 1.097.243 mahasiswa.

Dengan demikian, angka 220.000 penerima tidak menggambarkan keseluruhan penerima KIP Kuliah pada 2027, melainkan khusus target mahasiswa baru.

Anggaran KIP Kuliah 2027 Tembus Rp16,67 Triliun

Setelah mendapatkan tambahan Rp1,267 triliun, total anggaran yang disiapkan untuk program KIP Kuliah pada 2027 menjadi sekitar Rp16,67 triliun.

Rinciannya dapat dipahami sebagai berikut:

  • Anggaran awal KIP Kuliah 2027: sekitar Rp15,4 triliun.
  • Tambahan anggaran: Rp1,267 triliun.
  • Total anggaran setelah penyesuaian: sekitar Rp16,667 triliun.
  • Total sasaran penerima: sekitar 1,097 juta mahasiswa.

Tambahan Rp1,267 triliun tersebut bukan merupakan keseluruhan anggaran KIP Kuliah 2027, melainkan dana tambahan yang digunakan untuk memperluas jumlah penerima.

Pagu Kemdiktisaintek Naik Menjadi Rp66,44 Triliun

Penambahan anggaran KIP Kuliah turut mengubah pagu Kemdiktisaintek untuk Tahun Anggaran 2027.

Setelah penyesuaian, sejumlah angka penting dalam postur anggaran Kemdiktisaintek antara lain:

  • Pagu Kemdiktisaintek 2027: sekitar Rp66,440 triliun.
  • Anggaran KIP Kuliah: sekitar Rp16,667 triliun.
  • Belanja operasional pegawai: sekitar Rp17,978 triliun.
  • Belanja operasional barang: sekitar Rp880,444 miliar.
  • Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN): sekitar Rp7,388 triliun.
  • Program Sekolah Garuda Baru dan Sekolah Garuda Transformasi: sekitar Rp2,660 triliun.
  • Pengembangan universitas baru berbasis STEM dan kedokteran: sekitar Rp4 triliun.
  • Tunjangan Profesi Dosen non-PNS: sekitar Rp2,704 triliun.
  • Pelaksanaan tugas dan fungsi bidang pendidikan: sekitar Rp509,408 miliar.
  • Beasiswa Indonesia Maju: sekitar Rp100 miliar.

Selain penyesuaian pagu tersebut, Komisi X DPR RI juga menyetujui usulan tambahan anggaran Kemdiktisaintek sekitar Rp16,525 triliun untuk dibahas lebih lanjut.

Usulan tersebut berbeda dengan tambahan Rp1,267 triliun yang sudah diarahkan untuk perluasan KIP Kuliah.

KIP Kuliah Tidak Hanya Membayar UKT

KIP Kuliah dirancang untuk membantu mahasiswa yang memiliki kemampuan akademik tetapi mengalami keterbatasan ekonomi agar tetap dapat melanjutkan pendidikan tinggi.

Secara umum, bantuan KIP Kuliah mencakup dua komponen utama:

  • Biaya pendidikan, yang dibayarkan kepada perguruan tinggi.
  • Bantuan biaya hidup, yang diberikan kepada mahasiswa penerima.

Mengacu pada ketentuan KIP Kuliah 2026, bantuan biaya hidup diberikan berdasarkan klaster biaya hidup daerah.

Besaran bantuan biaya hidup berada pada rentang:

  • Rp800.000 per bulan.
  • Rp950.000 per bulan.
  • Rp1.100.000 per bulan.
  • Rp1.250.000 per bulan.
  • Rp1.400.000 per bulan.

Sementara itu, bantuan biaya pendidikan disesuaikan dengan akreditasi program studi.

Sebagai gambaran pada skema 2026:

  • Program studi berakreditasi Unggul atau A dapat memperoleh bantuan hingga Rp8 juta per semester.
  • Khusus program studi Kedokteran berakreditasi Unggul atau A, bantuan dapat mencapai Rp12 juta per semester.
  • Program studi dengan tingkat akreditasi lainnya memiliki batas bantuan berbeda sesuai ketentuan pemerintah.

Namun, besaran tersebut masih mengacu pada ketentuan 2026. Pemerintah belum mengumumkan secara resmi apakah nilai bantuan yang sama akan diberlakukan untuk KIP Kuliah 2027.

Jalur Pendaftaran KIP Kuliah

Mengacu pada pelaksanaan tahun sebelumnya, KIP Kuliah dapat digunakan pada berbagai jalur penerimaan mahasiswa baru.

Jalur tersebut antara lain:

  • SNBP.
  • UTBK-SNBT.
  • Seleksi Mandiri Perguruan Tinggi Negeri.
  • Seleksi Mandiri Perguruan Tinggi Swasta.

Meski demikian, calon mahasiswa perlu menunggu pengumuman resmi untuk memastikan jalur penerimaan yang berlaku pada KIP Kuliah 2027.

Syarat KIP Kuliah 2027 Belum Diumumkan

Hingga 25 September 2026, pemerintah belum mengumumkan petunjuk teknis maupun persyaratan resmi KIP Kuliah 2027.

Sebagai gambaran, persyaratan KIP Kuliah pada tahun sebelumnya mencakup beberapa kriteria berikut:

  • Lulusan SMA, SMK, MA, atau sederajat pada tahun berjalan atau maksimal dua tahun sebelumnya.
  • Memiliki potensi akademik yang baik.
  • Memiliki keterbatasan ekonomi.
  • Lulus seleksi penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi.
  • Diterima pada program studi yang memenuhi ketentuan KIP Kuliah.

Keterbatasan ekonomi pada pelaksanaan KIP Kuliah sebelumnya dapat dibuktikan melalui beberapa indikator, antara lain:

  • Memiliki Kartu Indonesia Pintar.
  • Terdaftar dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sesuai ketentuan.
  • Masuk dalam kelompok desil yang dipersyaratkan pemerintah.
  • Berasal dari panti sosial atau panti asuhan.
  • Memenuhi ketentuan penghasilan orang tua atau wali.

Calon mahasiswa perlu memperhatikan bahwa ketentuan tersebut masih mengacu pada pelaksanaan sebelumnya dan dapat berubah pada 2027.

Jadwal Pendaftaran KIP Kuliah 2027 Belum Dibuka

Kenaikan anggaran dan penambahan kuota penerima tidak berarti pendaftaran KIP Kuliah 2027 telah dibuka.

Hingga saat ini, pemerintah belum mengumumkan:

  • Jadwal pembukaan pendaftaran KIP Kuliah 2027.
  • Jadwal pembuatan akun.
  • Tahapan verifikasi data.
  • Jadwal seleksi.
  • Jadwal penetapan penerima.
  • Petunjuk teknis resmi KIP Kuliah 2027.

Sebagai perbandingan, pendaftaran akun KIP Kuliah 2026 dibuka pada Februari 2026 dan berlangsung hingga Oktober 2026.

Karena itu, calon mahasiswa angkatan 2027 disarankan memantau portal resmi KIP Kuliah dan pengumuman Kemdiktisaintek agar tidak tertinggal informasi.

DPR Minta Penyaluran Tetap Tepat Sasaran

Perluasan kuota KIP Kuliah juga mendapat perhatian dari Komisi X DPR RI. Penambahan penerima dinilai perlu dibarengi dengan mekanisme pengawasan yang kuat.

Beberapa hal yang menjadi perhatian dalam pelaksanaan program antara lain:

  • Validitas data calon penerima.
  • Ketepatan sasaran penerima bantuan.
  • Mekanisme verifikasi kondisi ekonomi mahasiswa.
  • Evaluasi pelaksanaan program.
  • Dampak bantuan terhadap keberlanjutan pendidikan mahasiswa.

Tambahan anggaran Rp1,267 triliun membuat jangkauan KIP Kuliah 2027 semakin luas. Pemerintah kini menargetkan sekitar 220.000 mahasiswa baru memperoleh bantuan, sedangkan total penerima bersama mahasiswa on-going diproyeksikan menembus 1,097 juta mahasiswa.

Meski kuota dan anggaran telah mulai dipersiapkan, calon mahasiswa tetap perlu menunggu pengumuman resmi mengenai jadwal, persyaratan, nominal bantuan, dan mekanisme pendaftaran KIP Kuliah 2027.