Topik.ID — China menetapkan target ambisius untuk industri kendaraan listrik (NEV) dan kendaraan terhubung cerdas dalam rencana pengembangan lima tahun ke-15 yang mencakup periode 2026-2030. Peta jalan ini bertujuan meningkatkan adopsi NEV, mendorong pengembangan kendaraan otonom, dan memperkuat pengawasan kapasitas produksi.
Pada tahun 2030, kendaraan NEV diproyeksikan mencapai 70% dari total penjualan mobil penumpang domestik dan 40% dari penjualan kendaraan komersial baru. Selain itu, penerapan kendaraan dengan kemampuan mengemudi otonom diharapkan dapat dilakukan secara luas.
Rencana ini diterbitkan oleh Kementerian Industri dan Teknologi Informasi China (MIIT) pada Jumat, 11 September 2026, sebagai hasil kolaborasi sembilan departemen pemerintah, termasuk Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional serta Kementerian Transportasi.
Fokus pada Kendaraan Otonom dan Keamanan
Pengembangan teknologi mengemudi otonom menjadi salah satu prioritas utama. China menargetkan pencapaian tingkat kemudi yang sangat otomatis di berbagai jenis jalan pada tahun 2030, dengan harapan performa keselamatan yang jauh melampaui pengemudi manusia.
Untuk mempercepat komersialisasi, berbagai uji coba kendaraan otonom akan digelar, meliputi mobil penumpang, bus, logistik jarak jauh, dan pengiriman perkotaan. Proses ini akan diikuti dengan persetujuan kendaraan dan akses jalan yang teratur.
Infrastruktur pendukung, seperti digitalisasi dan konektivitas kota-kota besar dan jalan nasional utama, akan digalakkan untuk mendukung integrasi kendaraan-jalan-awan (vehicle-road-cloud).
Pengawasan Kapasitas dan Persaingan Industri
Selain peningkatan adopsi NEV, rencana ini juga menekankan pengawasan kapasitas produksi yang lebih ketat. Syarat yang lebih ketat akan diberlakukan untuk proyek pendirian produsen NEV mandiri baru, serta pengelolaan kapasitas produksi baterai yang lebih terpusat.
China akan meningkatkan upaya merger, restrukturisasi, dan konsolidasi di antara produsen mobil untuk menghapus kapasitas produksi usang dan meningkatkan utilisasi. Mekanisme pasar dan hukum akan digunakan untuk mencapai tujuan ini.
Pengawasan persaingan pasar juga menjadi prioritas, termasuk penegakan hukum terkait antimonopoli, persaingan tidak sehat, dan penetapan harga. Intervensi pemerintah daerah yang tidak semestinya untuk menarik investasi juga akan dibatasi.
Dokumen tersebut juga mendorong peningkatan pengawasan pengungkapan data industri dan pembayaran perusahaan, serta percepatan pengembangan pasar nasional yang terpadu.
Kemajuan Teknologi dan Infrastruktur Pendukung
Dari sisi teknologi, kesenjangan dalam sektor chip otomotif, sistem operasi, perangkat lunak industri, dan material dasar penting menjadi perhatian. Peningkatan juga diharapkan pada aspek keselamatan baterai, kecepatan pengisian daya, dan kinerja pada suhu rendah.
China akan mengusung inisiatif “AI+Otomotif”, mempromosikan aplikasi kecerdasan buatan dalam berbagai aspek kendaraan, termasuk manajemen energi, kontrol gerak, interaksi manusia-mesin, dan deteksi kerusakan prediktif. Konektivitas kendaraan dengan robot pintar dan rumah pintar juga akan didorong.
Target konsumsi energi pada tahun 2030 adalah sekitar 11,5 kWh per 100 kilometer untuk mobil penumpang listrik baterai, dan 3,3 liter per 100 kilometer untuk mobil penumpang konvensional.
Untuk infrastruktur pengisian daya dan penukaran baterai, China akan meningkatkan fasilitas, merencanakan penempatan pengisian daya berdaya tinggi, memperkuat jaringan di pedesaan, dan meningkatkan interaksi kendaraan-jaringan (vehicle-grid).
Ekspansi Global dan Dukungan Kebijakan
Dalam hal ekspansi global, rencana ini mendukung pengembangan bisnis internasional melalui perdagangan, investasi, dan kemitraan teknologi. China mendorong pembentukan gudang suku cadang penting bersama di luar negeri antar merek dan kerja sama percontohan pada aliran data lintas batas.
Perusahaan China dan asing didorong untuk memperdalam kerja sama dalam penelitian dan investasi kendaraan serta komponen kunci. Perlakuan yang sama bagi perusahaan domestik dan asing dalam pengadaan pemerintah juga ditekankan.
Untuk mendukung implementasi rencana ini, China akan mempertahankan insentif pajak NEV, mendukung program tukar tambah kendaraan, mempromosikan adopsi NEV di daerah pedesaan, serta mendukung penggantian bus kota dan baterainya. Reformasi asuransi NEV juga akan didalami.
Ikuti Topik.ID
