Dua emiten Grup Adaro milik konglomerat Garibaldi “Boy” Thohir, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) dan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), mulai menjalankan program pembelian kembali saham atau buyback secara bertahap pada Selasa (20/10/2026). Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk menunjukkan keyakinan terhadap fundamental bisnis sekaligus mendukung stabilitas pasar modal Indonesia.
Kedua perusahaan memiliki program buyback dengan nilai maksimal masing-masing Rp5 triliun. Pelaksanaannya didasarkan pada persetujuan pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) yang digelar pada 2026, dengan periode pelaksanaan berbeda antara AADI dan ADRO.
AADI Mulai Buyback Saham hingga Mei 2027
Sekretaris Perusahaan sekaligus Chief Corporate Communication AADI, Ray Aryaputra, menjelaskan bahwa pembelian kembali saham mencerminkan kepercayaan manajemen terhadap kondisi fundamental perusahaan. Kebijakan tersebut juga diharapkan dapat mendukung upaya menjaga kestabilan pasar modal di dalam negeri.
Ray menyampaikan bahwa program buyback yang mulai dijalankan pada 20 Oktober 2026 merupakan tindak lanjut keputusan RUPST tahun buku 2025. Rapat tersebut berlangsung pada 22 Mei 2026 dan menyetujui pelaksanaan pembelian kembali saham dengan nilai maksimal Rp5 triliun.
“Buyback saham tersebut merupakan pelaksanaan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang diselenggarakan pada 22 Mei 2026,” ujar Ray dalam keterangan resminya, Selasa (20/10/2026).
Berdasarkan risalah RUPST, periode pelaksanaan buyback AADI berlangsung hingga 22 Mei 2027. Dengan rentang waktu tersebut, perseroan dapat menjalankan pembelian saham secara bertahap sesuai ketentuan yang berlaku.
Manajemen juga menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan bisnis di Indonesia. Pelaksanaan buyback menjadi salah satu bagian dari langkah perusahaan, dengan tetap mengutamakan tata kelola yang baik serta kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan.
ADRO Ikut Jalankan Program Pembelian Kembali Saham
Selain AADI, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) juga mulai melaksanakan buyback saham pada Selasa (20/10/2026). ADRO sebelumnya merupakan perusahaan induk AADI sebelum pemisahan usaha atau spin-off dilakukan.
Manajemen ADRO menyatakan bahwa pembelian kembali saham mencerminkan keyakinan terhadap fundamental ekonomi nasional dan prospek bisnis perusahaan dalam jangka panjang. Kebijakan ini sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap stabilitas pasar modal Indonesia.
Pemegang saham ADRO telah menyetujui program buyback melalui RUPST pada 17 April 2026. Berdasarkan keputusan tersebut, periode pelaksanaan berlangsung selama 12 bulan, terhitung sejak 18 April 2026.
Nilai maksimal pembelian kembali saham yang disiapkan ADRO mencapai Rp5 triliun. Dengan demikian, AADI dan ADRO sama-sama memiliki alokasi buyback hingga Rp5 triliun, meskipun persetujuan dan jadwal pelaksanaannya mengacu pada rapat pemegang saham masing-masing.
Buyback Jadi Bagian Strategi Perusahaan
Pelaksanaan buyback oleh kedua emiten Grup Adaro menunjukkan langkah manajemen dalam merespons kondisi pasar sekaligus menegaskan keyakinan terhadap prospek usaha. Namun, realisasi pembelian saham akan mengikuti ketentuan yang berlaku dan dilakukan secara bertahap selama periode program.
Investor perlu mencermati keterbukaan informasi lanjutan dari masing-masing emiten untuk mengetahui perkembangan pelaksanaan buyback, termasuk realisasi transaksi dan jumlah saham yang dibeli kembali.









