Saham

IHSG Melemah 0,33% ke 5.040, Saham AADI Hingga MMIX Masuk Daftar Top Losers

IHSG turun 0,33% pada perdagangan Senin, 2 November 2026. Sejumlah saham merosot ke ARB, sementara IDPR dan MKNT melonjak.

IHSG Melemah 0,33% ke 5.040, Saham AADI Hingga MMIX Masuk Daftar Top Losers
Foto: CNBC Indonesia/Faisal Rahman

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah pada perdagangan Senin (2/11/2026). Dalam satu jam pertama transaksi, indeks kehilangan 16,59 poin atau 0,33% dan berada di level 5.040,45.

Pelemahan tersebut diikuti dominasi saham yang mengalami penurunan. Sejumlah emiten bahkan menyentuh batas auto rejection bawah (ARB), termasuk PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI). Di sisi lain, beberapa saham justru mencatatkan kenaikan tajam dan masuk jajaran top gainers.

Mayoritas Saham Bergerak Turun pada Awal Perdagangan

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG sempat bergerak dalam rentang 4.981 hingga 5.048 pada periode tersebut. Aktivitas transaksi tercatat mencapai 8,46 miliar lembar saham dengan nilai perdagangan Rp 3,09 triliun.

Frekuensi transaksi mencapai 421.665 kali. Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 178 emiten mencatatkan kenaikan harga, sedangkan 419 saham mengalami pelemahan. Sebanyak 112 saham lainnya tidak mengalami perubahan.

Tekanan juga terlihat pada kelompok saham berkapitalisasi besar. Indeks LQ45 tercatat melemah 0,24%, menunjukkan bahwa saham-saham unggulan yang tergabung di dalamnya turut mengalami koreksi pada awal sesi.

Pergerakan pasar domestik berlangsung di tengah kondisi bursa Asia yang tidak seragam. Indeks Straits Times Singapura mencatat penurunan 1,5%, sedangkan Nikkei Jepang terkoreksi 0,31%.

Sebaliknya, indeks Shanghai China bergerak naik 0,35%. Hang Seng Hong Kong juga menguat 0,11% pada periode perdagangan yang sama.

AADI dan Empat Saham Lain Tertekan hingga ARB

Sejumlah saham mencatatkan penurunan lebih dari 6% dan masuk dalam daftar top losers. AADI menjadi salah satu emiten yang mengalami tekanan, dengan harga turun 6,75% ke Rp 10.700.

Penurunan serupa terjadi pada PT Multi Medika International Tbk (MMIX). Saham perusahaan tersebut merosot 6,92% menjadi Rp 740. PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) juga terkoreksi 6,92% ke posisi Rp 498.

Dua saham lainnya yang masuk jajaran top losers adalah PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) dan PT Eratex Djaja Tbk (ERTX). LPCK turun 6,56% menjadi Rp 456, sementara ERTX melemah 6,87% ke level Rp 122.

Deretan saham tersebut memperlihatkan tekanan yang terjadi pada sejumlah emiten selama awal perdagangan. Namun, pergerakan masing-masing saham tetap berbeda sesuai aktivitas transaksi di pasar.

IDPR dan MKNT Memimpin Kenaikan Saham

Di tengah pelemahan mayoritas saham, sejumlah emiten justru mencatatkan penguatan signifikan. PT Indonesia Pondasi Raya Tbk (IDPR) bahkan menyentuh batas auto rejection atas (ARA) setelah harganya melonjak 25% menjadi Rp 270.

Kenaikan lebih tinggi dicatatkan PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT), yang melesat 27,27% ke Rp 14. Sementara itu, PT Jakarta International Hotels & Development Tbk (JIHD) menguat 18,54% menjadi Rp 358.

Dua saham lain yang masuk daftar top gainers adalah PT Rohartindo Nusantara Luas Tbk (TOOL) dan PT MSIG Life Insurance Tbk (LIFE). TOOL naik 15,79% ke Rp 44, sedangkan LIFE bertambah 15,56% menjadi Rp 10.400.

Perbedaan pergerakan tersebut membuat daftar saham yang menguat dan melemah cukup kontras pada awal sesi perdagangan Senin.