Momoyo memperluas jangkauan jaringan bisnis minuman dan es krim ke berbagai wilayah di Indonesia dengan menyasar kawasan kabupaten serta kota kategori tier 2 dan tier 3. Perusahaan menyebutkan bahwa model gerai mereka dinilai relevan untuk dikembangkan di wilayah tersebut, dengan tetap memperhatikan evaluasi lokasi seperti kepadatan penduduk, potensi pasar, dan jarak antar gerai.
“Saat ini Momoyo telah menjangkau 38 provinsi, 98 kota, dan 416 kabupaten di Indonesia sebagai salah satu brand minuman teh dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara. Momoyo sebagai franchise milk tea dan es krim murah juga cocok dibuka di kota kecil atau kabupaten tier 2 & tier 3. Namun begitu, ekspansi franchise tetap wajib memperhitungkan evaluasi lokasi, potensi pasar, hingga jarak antar gerai,” ujar perwakilan Head of Momoyo Investment Promotion Department melalui keterangan tertulis di Jakarta.
Dalam pengembangannya, Momoyo menawarkan kisaran omzet bulanan indikatif sebesar Rp180 juta hingga Rp600 juta per gerai. Perusahaan menegaskan bahwa angka tersebut merupakan gambaran indikatif dan bukan jaminan pendapatan, karena hasil aktual sangat bergantung pada lokasi, arus pengunjung, potensi pasar, serta pelaksanaan operasional. Mitra usaha juga mempertahankan 100% keuntungan bersih tanpa adanya potongan franchise fee dan royalty fee.
Dari sisi legalitas produk, Momoyo telah mengantongi sertifikasi halal dari BPJPH dan LPPOM MUI sejak 7 September 2023 dengan nomor sertifikat ID00310008267210723 untuk memberikan rasa aman bagi konsumen.
Tahapan dan Skema Kemitraan Pembukaan Gerai
Dalam menjalankan bisnis kemitraan ini, Momoyo menetapkan tujuh tahapan terstruktur yang membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua bulan, bergantung pada progres renovasi di lapangan.
- Penandatanganan Kontrak: Mitra bergabung dengan nilai investasi awal mulai dari Rp250 juta hingga Rp300 juta.
- Evaluasi Lokasi: Penilaian kepadatan penduduk, potensi pasar, dan penentuan radius jarak minimum antargerai guna menghindari persaingan internal.
- Konfirmasi Desain: Penyesuaian tampilan gerai agar selaras dengan standar visual dan kebutuhan operasional perusahaan.
- Pengadaan Peralatan: Penyiapan perangkat kerja serta pasokan bahan baku inti yang dikirim secara terpusat oleh kantor pusat guna menjaga konsistensi mutu produk.
- Pelatihan Staf: Tim gerai mengikuti pelatihan terpusat selama satu minggu yang diselenggarakan langsung oleh kantor pusat.
- Soft Opening: Pembukaan tahap awal untuk memeriksa kesiapan operasional dan alur pelayanan pelanggan sebelum beroperasi penuh.
- Grand Opening: Peresmian pembukaan gerai setelah seluruh aspek fisik, peralatan, pasokan, dan tim dinyatakan siap beroperasi.









