Market

Harga Emas Dunia Melemah ke US$4.116 per Ons, Tren Bearish dan Minat Saham Jadi Tekanan

Harga emas dunia turun ke US$4.116 per ons troi pada 21 Oktober 2026. Tren bearish dan aliran dana ke saham membayangi harga emas.

Harga Emas Dunia Melemah ke US$4.116 per Ons, Tren Bearish dan Minat Saham Jadi Tekanan
Foto: Dok. Antara

Harga emas dunia kembali bergerak di zona merah pada Rabu (21/10/2026), meskipun imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) bertenor 10 tahun mengalami penurunan. Logam mulia masih kesulitan menemukan momentum pemulihan karena minat investor terhadap pasar saham meningkat dan tekanan teknikal belum mereda.

Harga emas spot tercatat melemah 0,21% ke US$4.116,58 per ons troi. Sehari sebelumnya, Selasa (20/10/2026), harga emas ditutup turun 0,37% menjadi US$4.125,36 per ons troi. Pergerakan tersebut memperpanjang tekanan yang membayangi pasar emas dalam beberapa sesi terakhir.

Harga Emas Belum Mendapat Dorongan Pemulihan

Analis pasar StoneX, Julian Pineda, menilai harga emas masih belum memperlihatkan arah pergerakan yang meyakinkan. Dalam tiga sesi perdagangan terakhir, harga logam mulia cenderung bergerak terbatas dengan penurunan kumulatif sekitar 1%.

Situasi ini menarik perhatian karena turunnya imbal hasil obligasi AS biasanya menjadi faktor pendukung bagi emas. Ketika yield menurun, biaya peluang untuk memegang emas yang tidak memberikan bunga juga ikut berkurang.

Namun, kondisi tersebut belum cukup untuk mendorong kenaikan harga secara signifikan. Menurut Pineda, sebagian modal justru mengalir ke pasar saham, terutama setelah indeks Dow Jones menembus level 52.000.

“Namun, kali ini katalis tersebut belum cukup kuat untuk mendorong pemulihan harga emas. Sebagian aliran modal justru terlihat mengarah ke pasar saham, terutama setelah indeks Dow Jones menembus level 52.000,” tulis Pineda dalam risetnya, Rabu (21/10/2026).

Dukungan dari investasi berbasis emas juga belum menunjukkan peningkatan berarti. Pineda mencatat, arus dana masuk ke SPDR Gold Trust ETF hingga 16 Oktober berada di kisaran US$680 juta. Nilai tersebut relatif terbatas dibandingkan dengan aliran dana yang masuk dalam beberapa bulan sebelumnya.

Analisis Teknikal Menunjukkan Tekanan Bearish

Dari perspektif teknikal, harga emas masih berada dalam pola bearish atau tren menurun. Pineda menjelaskan bahwa pembentukan titik terendah yang semakin rendah mengindikasikan tekanan jual belum sepenuhnya berakhir.

Meski demikian, pergerakan harga yang relatif datar membuka kemungkinan emas bergerak dalam rentang tertentu untuk sementara waktu. Indikator Relative Strength Index (RSI) berada di area netral, sementara TRIX bergerak di sekitar garis nol.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pasar belum memperlihatkan sinyal arah baru yang cukup kuat untuk mengonfirmasi pembalikan tren.

Level US$4.000 Jadi Support Penting Harga Emas

Pineda menempatkan US$4.320 per ons troi sebagai level resistensi penting, berdekatan dengan rata-rata pergerakan 50 periode atau simple moving average (SMA). Penutupan harga di atas batas tersebut berpotensi mengurangi dominasi tren bearish.

Sebelum mencapai level itu, emas perlu melewati hambatan terdekat di US$4.200 per ons troi. Sementara itu, US$4.000 per ons troi menjadi area support yang perlu dicermati pelaku pasar.

“Jika harga menembus level tersebut atau kembali mengujinya di tengah tekanan jual yang kuat, tren penurunan berisiko berlanjut,” kata Pineda.

Dengan tekanan teknikal dan aliran modal yang belum mendukung pemulihan, pergerakan emas selanjutnya akan bergantung pada kemampuan harga bertahan di area support serta menembus level resistensi terdekat.