— Peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2026 di Kota Tual, Maluku, menjadi momentum memperkuat kerja sama antarsektor transportasi. Unsur perhubungan laut, darat, dan udara dilibatkan untuk menunjukkan pentingnya konektivitas dalam menunjang aktivitas masyarakat di wilayah Kepulauan Kei.

Sinergi tersebut dinilai penting mengingat karakteristik wilayah Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara yang terdiri dari kawasan kepulauan. Ketersediaan layanan transportasi menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung mobilitas warga, distribusi barang, serta akses masyarakat terhadap berbagai kebutuhan pelayanan publik.

Harhubnas Jadi Momentum Perkuat Kolaborasi

Kepala Bagian Tata Usaha KSOP Tual, Hamsah Yadi Hanubun, mengatakan peringatan Harhubnas tidak hanya menjadi agenda bagi sektor transportasi laut. Berbagai unsur perhubungan yang berada di daerah turut dilibatkan sebagai bagian dari upaya memperlihatkan koordinasi antarinstansi.

Menurut Hanubun, keterlibatan sektor laut, darat, dan udara menggambarkan sinergi jajaran Kementerian Perhubungan dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat di daerah.

Rangkaian kegiatan Harhubnas di Kota Tual juga melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pelibatan tersebut menjadi salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat dalam kegiatan peringatan sekaligus memperluas keterlibatan berbagai unsur di luar instansi pemerintah.

Hanubun menyebut kegiatan tersebut telah dipersiapkan dengan melibatkan sejumlah pihak dari sektor transportasi. Dengan demikian, Harhubnas tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga ruang untuk memperlihatkan kontribusi setiap sektor terhadap pelayanan transportasi.

Ketersediaan Transportasi Jadi Perhatian

Sebagai wilayah kepulauan, Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara membutuhkan dukungan layanan transportasi yang mampu menghubungkan masyarakat antarkawasan. Karena itu, instansi vertikal Kementerian Perhubungan di daerah memiliki tanggung jawab untuk memastikan pelayanan tetap berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.

Hanubun mengatakan perhatian tersebut mencakup berbagai moda transportasi, termasuk layanan penerbangan. Ketersediaan penerbangan menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung mobilitas masyarakat, terutama untuk menghubungkan wilayah Kepulauan Kei dengan daerah lain.

Pelayanan transportasi yang berkelanjutan juga diperlukan untuk mendukung kegiatan ekonomi masyarakat. Kelancaran pergerakan orang dan barang dapat membantu aktivitas perdagangan, distribusi kebutuhan, serta berbagai kegiatan sosial di wilayah kepulauan.

Dalam kondisi geografis yang memiliki tantangan tersendiri, koordinasi antara regulator, operator, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari penyelenggaraan transportasi.

Keselamatan Pelayaran Menjadi Tanggung Jawab Bersama

Selain ketersediaan layanan, aspek keselamatan menjadi perhatian utama dalam penyelenggaraan transportasi di wilayah Kepulauan Kei. Hanubun menegaskan bahwa keselamatan pelayaran tidak dapat hanya dibebankan kepada penyelenggara atau regulator.

Menurutnya, pemerintah daerah, operator transportasi, penumpang, serta regulator memiliki peran masing-masing dalam menjaga keselamatan perjalanan. Kepedulian dan kerja sama seluruh pihak diperlukan agar standar keselamatan dapat diterapkan secara konsisten.

Pendekatan tersebut menjadi penting karena transportasi laut merupakan bagian utama dari mobilitas masyarakat di kawasan kepulauan. Kesadaran pengguna jasa terhadap ketentuan keselamatan perlu berjalan beriringan dengan tanggung jawab operator dan pengawasan regulator.

Hanubun berharap kolaborasi antara sektor laut, darat, dan udara dapat terus dipertahankan setelah rangkaian Harhubnas 2026 berakhir. Menurutnya, kerja sama antarsektor menjadi bagian penting untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh pelayanan transportasi secara berkelanjutan.

Peringatan Harhubnas 2026 di Kota Tual pun menjadi kesempatan untuk menegaskan kembali peran pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan dalam menjaga konektivitas Kepulauan Kei. Dengan sinergi lintas moda yang semakin kuat, pelayanan transportasi diharapkan dapat terus mendukung kebutuhan mobilitas masyarakat di Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara.