Topik.id — Pembangunan sektor perhubungan dinilai tidak cukup hanya dilakukan dengan menambah infrastruktur secara terpisah. Integrasi antara transportasi darat, laut, udara, dan perkeretaapian menjadi bagian penting untuk membentuk sistem konektivitas nasional yang mampu mendukung mobilitas masyarakat sekaligus memperlancar arus barang dan informasi.
Hal tersebut mengemuka dalam rangkaian peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2026. Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono dan Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail sama-sama menyoroti pentingnya penguatan sistem transportasi yang terhubung, aman, dan berkelanjutan guna mendukung pembangunan daerah hingga target Indonesia Emas 2045.
Integrasi Moda Jadi Kunci Efisiensi Transportasi
Dalam Diskusi Kebangsaan di Kompleks Parlemen RI, Jakarta, Rabu (16/9/2026), Edhie Baskoro Yudhoyono menilai sektor perhubungan memiliki posisi strategis karena Indonesia merupakan negara kepulauan dengan wilayah yang luas.
Menurutnya, kualitas konektivitas akan berpengaruh langsung terhadap pergerakan masyarakat, distribusi barang, hingga aktivitas ekonomi antardaerah. Karena itu, pembangunan infrastruktur transportasi perlu diarahkan pada pembentukan sebuah sistem yang saling terhubung.
Edhie menekankan bahwa keberhasilan pembangunan tidak semata-mata diukur dari jumlah jalan, pelabuhan, bandara, atau jalur kereta yang berhasil dibangun. Dampak terhadap waktu tempuh dan efisiensi masyarakat juga harus menjadi ukuran.
Ia menyebut setiap moda transportasi tidak boleh berkembang secara sendiri-sendiri. Jalan harus terhubung dengan pelabuhan, bandara, maupun jaringan kereta sehingga seluruh fasilitas tersebut dapat bekerja dalam satu sistem perhubungan nasional.
Untuk mendukung pembangunan konektivitas jangka panjang, Edhie juga mendorong penggunaan skema pembiayaan multiyears. Menurutnya, pembangunan menuju 2045 membutuhkan konsistensi anggaran yang tidak berhenti pada siklus satu tahun.
Kolaborasi melalui kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) serta keterlibatan investasi swasta juga dinilai dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan pembangunan infrastruktur.
Teknologi dan Keselamatan Transportasi Perlu Diperkuat
Selain integrasi infrastruktur, pemanfaatan teknologi turut menjadi perhatian dalam pengembangan sektor perhubungan. Edhie menyebut kecerdasan artifisial dan digital logistics berpotensi mendukung efisiensi layanan transportasi.
Namun, penggunaan teknologi menurutnya tidak boleh berhenti pada pembelian perangkat. Pemerintah dan pemangku kepentingan perlu menyiapkan ekosistem yang memungkinkan teknologi tersebut dimanfaatkan secara optimal.
Aspek keselamatan juga menjadi bagian penting dalam pembangunan sistem transportasi. Berbagai kejadian di jalur darat, laut, dan udara menunjukkan bahwa peningkatan konektivitas harus berjalan beriringan dengan penguatan mitigasi risiko serta keselamatan pengguna jasa.
Edhie turut menyampaikan doa bagi korban yang meninggal dalam sejumlah musibah transportasi dan berharap mereka yang masih menjalani perawatan dapat segera memperoleh kesembuhan.
Ia juga menyoroti prinsip pembangunan berkelanjutan. Pembangunan infrastruktur, menurutnya, harus memperhitungkan dampak jangka panjang agar biaya dan risiko yang muncul tidak justru dibebankan kepada generasi berikutnya.
Anggota Fraksi Partai Demokrat DPR RI Faujia Helga Tampubolon menambahkan bahwa pemerataan konektivitas membutuhkan kerja sama yang nyata antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Sinergi tersebut diperlukan agar pembangunan transportasi dapat menjangkau kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah.
Gorontalo Fokus Optimalkan Konektivitas Daerah
Di Gorontalo, Gubernur Gusnar Ismail menyampaikan pesan serupa saat memimpin upacara Harhubnas 2026 di Lapangan Museum Purbakala Gorontalo, Kamis (17/9/2026).
Gusnar mengajak seluruh jajaran yang bergerak di sektor perhubungan untuk terus meningkatkan kesiapan dan kualitas layanan transportasi. Menurutnya, perkembangan Gorontalo membutuhkan dukungan sistem perhubungan yang mampu mengikuti pertumbuhan wilayah dan aktivitas masyarakat.
Ia menilai konektivitas di Gorontalo saat ini relatif telah menjangkau berbagai kawasan. Kondisi tersebut, kata Gusnar, perlu dioptimalkan agar keterhubungan antarwilayah dapat memberikan dampak lebih besar terhadap perekonomian daerah.
Konektivitas yang semakin terbuka diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus memperluas pergerakan kegiatan ekonomi. Karena itu, ia meminta seluruh pihak tetap fokus bekerja dengan orientasi pada kepentingan masyarakat dan penguatan ekonomi Gorontalo.
Peringatan Harhubnas 2026 di Gorontalo kemudian ditutup dengan tradisi pemotongan tumpeng yang dilakukan perwakilan insan perhubungan dari sektor darat, laut, dan udara. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan yang menekankan pentingnya kolaborasi dalam membangun transportasi yang semakin terhubung.
