— PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) mengumumkan rencana strategis untuk memperkuat struktur permodalan melalui aksi korporasi private placement. Perusahaan berencana menerbitkan saham baru sebanyak-banyaknya 10% dari total modal ditempatkan dan disetor perseroan.

Dalam keterbukaan informasi yang dipublikasikan pada Rabu (9/9/2026), HRTA akan mengeluarkan maksimal 460,53 juta lembar saham baru. Jumlah ini setara dengan 10% dari total saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh oleh perseroan. Aksi korporasi ini bertujuan untuk mendukung pengembangan usaha dan memenuhi kebutuhan modal kerja perusahaan.

Penetapan harga pelaksanaan private placement akan mengacu pada ketentuan Bursa Efek Indonesia (BEI). Harga tersebut minimal 90% dari rata-rata harga penutupan saham HRTA selama 25 hari bursa berturut-turut di pasar reguler sebelum tanggal permohonan pencatatan saham baru.

Jika seluruh saham baru diterbitkan dan diambil bagian, total saham HRTA akan bertambah dari 4,61 miliar menjadi maksimal 5,07 miliar lembar. Dana yang berhasil dihimpun dari aksi korporasi ini akan dialokasikan untuk kebutuhan modal kerja perseroan. Hingga kini, HRTA belum mengidentifikasi calon pemodal definitif yang akan berpartisipasi dalam private placement ini.

Proyeksi keuangan perseroan per 30 Juni 2026 menunjukkan dampak positif dari private placement. Total aset HRTA diproyeksikan meningkat 9,21% menjadi sekitar Rp12,40 triliun. Sementara itu, total ekuitas diperkirakan melonjak 27,90% menjadi sekitar Rp4,79 triliun.

Dari sisi struktur permodalan, rasio liabilitas terhadap ekuitas diprediksi turun dari 2,03 kali menjadi 1,59 kali. Rasio liabilitas terhadap aset juga diperkirakan membaik dari 0,67 kali menjadi 0,61 kali. Namun, aksi ini akan menyebabkan dilusi kepemilikan pemegang saham lama sekitar 9,09% apabila seluruh saham baru diterbitkan.

HRTA menjelaskan bahwa private placement ini dapat dilaksanakan secara bertahap maupun sekaligus, dalam jangka waktu maksimal dua tahun sejak persetujuan RUPS Independen. Perusahaan menegaskan bahwa aksi korporasi ini belum pernah dilakukan sebelumnya.

Untuk merealisasikan rencana ini, HRTA akan meminta persetujuan dari pemegang saham independen melalui RUPS Independen yang dijadwalkan pada 16 Oktober 2026 di Bandung. Recording date pemegang saham yang berhak hadir ditetapkan pada 23 September 2026 pukul 16.00 WIB, dengan pemanggilan RUPS Independen dijadwalkan pada 24 September 2026.

Manajemen HRTA menyatakan bahwa dana hasil private placement akan diarahkan untuk mendukung pengembangan usaha dan keberlangsungan operasional. Diharapkan, aksi korporasi ini dapat memberikan dampak positif terhadap nilai pemegang saham dalam jangka panjang.