Topik.id — Saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) mengalami kenaikan tajam pada sesi perdagangan pertama, Jumat (18/9/2026). Mengacu data Bursa Efek Indonesia (BEI), harga saham perusahaan tambang batu bara ini naik sekitar 20 persen, mencapai Rp13.825 per lembar sehingga menyentuh batas Auto Rejection Atas (ARA).
Saham dibuka langsung di level tertinggi hari itu, yakni Rp13.825, dengan titik terendah sempat berada di Rp13.100. Sepanjang sesi, volume transaksi tercatat sekitar 90,2 ribu lot dengan total nilai transaksi mendekati Rp124,6 miliar, dan rata-rata harga transaksi berada di kisaran Rp13.808 per saham.
Kenaikan harga ini terjadi bersamaan dengan mencuatnya rencana pengalihan kepemilikan saham BYAN kepada PT Jhonlin Baratama, entitas yang berada di bawah payung Jhonlin Group milik pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad, yang dikenal luas dengan sebutan Haji Isam.
Pendiri Bayan Resources, Low Tuck Kwong, bersama putrinya Elaine Low, dikabarkan berencana melepas lebih dari 10 miliar lembar saham perusahaan kepada Jhonlin Baratama. Rencana ini dituangkan dalam perjanjian jual-beli saham bersyarat yang telah ditandatangani kedua pihak pada Rabu, 16 September 2026.
Direktur Bayan Resources, Jenny Quantero, mengonfirmasi penandatanganan perjanjian tersebut melalui keterbukaan informasi resmi kepada BEI. Ia menegaskan bahwa transaksi ini belum final karena sifatnya masih bersyarat — proses penyelesaiannya bergantung pada terpenuhinya sejumlah persyaratan pendahuluan yang telah disepakati dalam kontrak, meski Jenny tidak merinci apa saja syarat-syarat tersebut. Ia hanya menegaskan bahwa begitu seluruh syarat dipenuhi dan transaksi rampung, Jhonlin Baratama otomatis akan menjadi pemilik saham dalam jumlah tersebut.
Manajemen Bayan Resources turut memastikan bahwa proses akuisisi dan perpindahan kepemilikan ini tidak akan mengganggu operasional perusahaan maupun menimbulkan dampak negatif yang material terhadap keberlangsungan bisnis ke depan.
