Topik.id — Nama Low Tuck Kwong kembali menjadi perhatian setelah muncul rencana pengalihan saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) dalam jumlah besar. Low bersama putrinya, Elaine Low, telah menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat dengan PT Jhonlin Baratama untuk mengalihkan 10.000.000.500 saham BYAN atau sekitar 30 persen saham perseroan.
Kesepakatan yang ditandatangani pada 16 September 2026 tersebut masih bergantung pada pemenuhan sejumlah kondisi pendahuluan. PT Jhonlin Baratama merupakan bagian dari Jhonlin Group yang dikaitkan dengan pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam.
Low Tuck Kwong, Pengusaha Asal Singapura
Low Tuck Kwong lahir di Singapura dan kemudian membangun karier bisnisnya di Indonesia. Forbes mencatat Low pindah ke Indonesia pada 1972 setelah sebelumnya bekerja di perusahaan konstruksi milik ayahnya di Singapura. Ia kemudian memperoleh kewarganegaraan Indonesia pada 1992.
Perjalanan usahanya di Indonesia bermula dari sektor konstruksi sebelum berkembang ke pertambangan batu bara. Perusahaan yang didirikannya, Jaya Sumpiles Indonesia, menjadi salah satu pijakan awal sebelum Low memperluas bisnis ke industri pertambangan.
Nama Low kemudian semakin dikenal setelah membangun Bayan Group hingga berkembang menjadi salah satu kelompok usaha besar di sektor batu bara Indonesia.
Awal Perjalanan Bisnis di Sektor Pertambangan
Perkembangan penting dalam bisnis Low Tuck Kwong terjadi ketika ia melakukan akuisisi terhadap sejumlah perusahaan pertambangan. Salah satunya adalah PT Gunung Bayan Pratamacoal dan PT Dermaga Perkasapratama.
Akuisisi tersebut menjadi bagian dari fondasi pertumbuhan Bayan Group. Salah satu aset penting dalam pengembangan bisnisnya adalah kawasan Tabang/Pakar di Kalimantan Timur.
Berdasarkan informasi Bayan Resources, produksi batu bara dari kawasan tersebut meningkat signifikan. Produksi yang sekitar 1,9 juta ton pada 2014 kemudian mencapai sekitar 22,7 juta ton pada 2018.
Pertumbuhan produksi dan ekspansi bisnis tersebut ikut memperbesar nilai perusahaan yang kemudian menjadi sumber utama kekayaan Low Tuck Kwong.
Kekayaan Low Tuck Kwong Capai US$18,3 Miliar
Low Tuck Kwong masuk dalam jajaran miliarder dunia versi Forbes. Data real-time Forbes yang diperbarui pada September 2026 mencatat kekayaan bersih Low sekitar US$18,3 miliar. Nilai tersebut bersifat dinamis karena sebagian besar kekayaannya berkaitan dengan aset dan kepemilikan saham yang nilainya dapat berubah mengikuti pasar.
Sumber utama kekayaan Low berasal dari kepemilikannya di Bayan Resources. Berdasarkan data perusahaan per 31 Maret 2026, Low tercatat memiliki 40,22 persen saham BYAN yang memiliki hak suara.
Selain kepemilikan tersebut, Forbes mencatat Low juga pernah mengalihkan saham Bayan bernilai sekitar US$6,6 miliar kepada putrinya, Elaine Low, pada Agustus 2024.
Portofolio Bisnis Low Tak Hanya Batu Bara
Meski Bayan Resources menjadi sumber kekayaan yang paling dikenal, aktivitas bisnis Low Tuck Kwong tidak terbatas pada pertambangan.
Forbes mencatat Low juga mengendalikan Metis Energy, perusahaan energi terbarukan asal Singapura yang sebelumnya bernama Manhattan Resources. Ia juga memiliki kepentingan di The Farrer Park Company dan Samindo Resources.
Di sektor infrastruktur digital, Low turut mendukung SEAX Global yang mengembangkan jaringan kabel bawah laut untuk konektivitas internet antara Singapura, Indonesia dan Malaysia.
Portofolio tersebut membuat aktivitas bisnis Low mencakup pertambangan, energi, properti hingga infrastruktur konektivitas.
Rencana Penjualan Saham BYAN kepada Jhonlin
Rencana pengalihan 10 miliar saham BYAN menjadi perkembangan terbaru dalam struktur kepemilikan Bayan Resources. Berdasarkan data per 30 Juni 2026, Low memiliki sekitar 40,25 persen saham BYAN, sedangkan Elaine Low memegang sekitar 22 persen. Secara gabungan, kepemilikan keduanya mencapai sekitar 62,25 persen.
Apabila seluruh persyaratan transaksi terpenuhi, PT Jhonlin Baratama akan memperoleh sekitar 30 persen saham BYAN. Kesepakatan tersebut menjadi perubahan penting dalam komposisi pemegang saham perusahaan batu bara yang didirikan Low.
Dengan perjalanan dari sektor konstruksi hingga membangun Bayan Resources, Low Tuck Kwong menjadi salah satu pengusaha yang kekayaannya sangat terkait dengan perkembangan industri batu bara Indonesia.
