— Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terperosok ke zona merah pada akhir pekan ini, menyusul koreksi yang menghentikan tren rebound sehari sebelumnya.

Berdasarkan data pasar pada penutupan perdagangan Jumat (18/9/2026), IHSG melemah 0,33% atau terpangkas 21,27 poin ke level 6.441,15. Tekanan jual juga terlihat dalam akumulasi sepekan terakhir, di mana indeks tercatat mengalami penurunan sebesar 1,53%.

Mayoritas sektor penyusun bursa bergerak di teritori negatif pada perdagangan akhir pekan. Sektor perindustrian memimpin pelemahan dengan koreksi 1,64%, diikuti sektor properti dan real estate yang merosot 1,44%. Sektor kesehatan turut tertekan 1,12%, keuangan terkuras 0,93%, serta transportasi melemah 0,91%.

Tekanan jual lanjutan juga melanda sektor barang konsumer primer yang turun 0,85%, infrastruktur melemah 0,82%, energi terkoreksi 0,51%, serta barang konsumer non primer susut 0,16%. Di tengah dominasi pelemahan tersebut, hanya sektor teknologi yang mampu bertahan di zona hijau dengan penguatan tipis 0,27%.

Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada akhir pekan ini mencatatkan total volume transaksi mencapai 30,92 miliar saham dengan nilai perputaran modal sebesar Rp 18,94 triliun. Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 442 saham mengalami penurunan harga, 204 saham berhasil menguat, dan 144 saham lainnya stagnan.

Top Losers dan Top Gainers LQ45

Berikut adalah jajaran saham yang memimpin jajaran pelemahan (top losers) serta penguatan (top gainers) di indeks LQ45:

KategoriEmitenPerubahanHarga Penutupan
Top LosersPT Surya Citra Media Tbk (SCMA)-6,12%Rp 184 per saham
Top LosersPT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK)-5,26%Rp 468 per saham
Top LosersPT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN)-4,49%Rp 4.680 per saham
Top GainersPT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA)+4,81%Rp 545 per saham
Top GainersPT Vale Indonesia Tbk (INCO)+3,85%Rp 4.860 per saham
Top GainersPT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA)+3,29%Rp 2.200 per saham