Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penyusutan besar selama perdagangan 26–30 Oktober 2026. Nilai pasar seluruh saham yang tercatat di bursa berkurang Rp 721 triliun atau 7,52% menjadi Rp 8.862 triliun.
Pada pekan sebelumnya, kapitalisasi pasar BEI masih mencapai Rp 9.583 triliun. Penurunan tersebut berlangsung bersamaan dengan pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang kehilangan lebih dari 7% dalam periode perdagangan yang sama.
Sepuluh Emiten dengan Kapitalisasi Pasar Terbesar
Di tengah penyusutan nilai pasar bursa, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih menempati posisi teratas sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar. Berdasarkan data BEI hingga Jumat, 30 Oktober 2026, nilai pasar BBCA mencapai Rp 607 triliun.
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) berada di urutan kedua dengan kapitalisasi pasar Rp 420 triliun. Posisi berikutnya ditempati PT DCI Indonesia Tbk (DCII) dengan nilai Rp 417 triliun.
Sementara itu, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menempati peringkat keempat dengan kapitalisasi pasar Rp 343 triliun. PT Bayan Resources Tbk (BYAN) melengkapi lima besar setelah mencatatkan nilai pasar Rp 305 triliun.
Di bawahnya terdapat PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) dengan kapitalisasi pasar Rp 264 triliun. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) berada di posisi ketujuh dengan nilai Rp 240 triliun.
PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) menempati urutan kedelapan dengan kapitalisasi pasar Rp 196 triliun. Berikutnya, PT Astra International Tbk (ASII) mencatatkan nilai Rp 194 triliun. Adapun posisi kesepuluh ditempati PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) dengan kapitalisasi pasar Rp 140 triliun.
IHSG Kehilangan 382 Poin dalam Sepekan
Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, menyampaikan bahwa sejumlah indikator perdagangan saham mengalami penurunan selama periode 26–30 Oktober 2026.
IHSG menutup perdagangan pekan tersebut pada level 5.057, melemah 7,03% dibandingkan posisi akhir pekan sebelumnya di 5.439. Koreksi indeks tersebut berjalan beriringan dengan berkurangnya aktivitas transaksi investor di pasar saham.
Kautsar menjelaskan, rata-rata volume transaksi harian turun 18,85% menjadi 32,428 miliar saham. Pada pekan sebelumnya, rata-rata volume perdagangan masih mencapai 39,959 miliar saham.
Pelemahan juga terlihat pada nilai transaksi. Rata-rata nilai transaksi harian terkoreksi 29,49% menjadi Rp 14,339 triliun dari sebelumnya Rp 20,34 triliun.
Selain itu, rata-rata frekuensi transaksi harian berkurang 20,99%. Jumlahnya menjadi 1,54 juta kali transaksi, sedangkan pada pekan sebelumnya mencapai 1,95 juta kali.
Investor Asing Catat Net Sell Rp 138,71 Miliar
Tekanan di pasar saham turut terlihat dari aktivitas investor asing. Pada perdagangan Jumat, 30 Oktober 2026, investor asing membukukan penjualan bersih atau net sell sebesar Rp 138,71 miliar.
Secara akumulatif sejak awal 2026, nilai penjualan bersih investor asing di pasar saham Indonesia telah mencapai Rp 97,921 triliun.
Data perdagangan tersebut menunjukkan bahwa pelemahan IHSG selama sepekan disertai penurunan volume, nilai, dan frekuensi transaksi. Pada saat bersamaan, kapitalisasi pasar BEI juga menyusut hingga Rp 721 triliun.









