Saham

IHSG Anjlok 2,22% ke 5.165, 25 Saham Mentok ARB, ENRG dan MORA Masuk Daftar Top Losers

IHSG merosot 2,22% ke level 5.165 pada awal perdagangan 29 Oktober 2026. Sebanyak 25 saham menyentuh ARB, termasuk ENRG dan MORA.

IHSG Anjlok 2,22% ke 5.165, 25 Saham Mentok ARB, ENRG dan MORA Masuk Daftar Top Losers
Foto: Antara

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan tajam pada awal perdagangan Kamis (29/10/2026). Dalam satu jam perdagangan, indeks terkoreksi 117,19 poin atau 2,22% ke level 5.165,11, setelah bergerak fluktuatif dalam rentang 5.162 hingga 5.320.

Pelemahan pasar terjadi ketika mayoritas saham bergerak di zona merah. Sebanyak 25 saham bahkan menyentuh batas auto rejection bawah (ARB) dan masuk dalam jajaran top losers, termasuk PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) dan PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA). Pada saat yang sama, indeks saham unggulan LQ45 ikut melemah 2,37%.

Mayoritas Saham Melemah, Nilai Transaksi Tembus Rp3,34 Triliun

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan aktivitas perdagangan tetap berlangsung ramai di tengah tekanan indeks. Dalam satu jam pertama, volume transaksi mencapai 8,65 miliar lembar saham dengan nilai Rp3,34 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 465.842 kali transaksi.

Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 510 saham mengalami penurunan harga. Sebanyak 144 saham berhasil menguat, sedangkan 122 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga.

Komposisi tersebut memperlihatkan tekanan jual yang meluas di pasar saham domestik. Pelemahan IHSG juga diikuti koreksi indeks LQ45, yang merangkum saham-saham berkapitalisasi besar dan memiliki likuiditas tinggi.

ENRG dan MORA Masuk Daftar Saham yang Menyentuh ARB

Sejumlah saham mengalami penurunan hingga menyentuh batas ARB pada perdagangan awal hari. PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) turun 6,99% ke Rp665 per saham, sedangkan PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) melemah 6,87% menjadi Rp2.440.

Tekanan juga terjadi pada PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR), yang terkoreksi 6,83% ke Rp300. Berikutnya, PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) turun 6,82% menjadi Rp82, sementara PT Petrosea Tbk (PTRO) melemah 6,74% ke Rp2.490.

PT Indosat Tbk (ISAT) turut masuk jajaran saham yang tertekan setelah harganya turun 6,69% ke Rp1.465. Secara keseluruhan, terdapat 25 saham yang dilaporkan menyentuh ARB dan masuk daftar top losers.

Sejumlah Saham Justru Menguat Tajam

Di tengah koreksi pasar, beberapa saham masih mampu mencatat kenaikan signifikan. PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS) memimpin daftar top gainers dengan kenaikan 22,49% ke Rp1.035 per saham.

PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) menyusul setelah menguat 16,38% menjadi Rp4.120. Sementara itu, PT Temas Tbk (TMAS) naik 13,64% ke Rp125, diikuti PT Indonesia Pondasi Raya Tbk (IDPR) yang menguat 13,56% menjadi Rp268.

PT Champ Resto Indonesia Tbk (ENAK) juga mencatat kenaikan 12,43% ke Rp190.

Bursa Asia Bergerak Beragam

Tekanan IHSG terjadi saat sejumlah indeks utama Asia justru bergerak positif. Straits Times Singapura naik 0,41%, Nikkei Jepang menguat 0,28%, dan Hang Seng Hong Kong bertambah 0,27%. Sebaliknya, indeks Shanghai China melemah 0,6%.

Perbedaan arah pergerakan tersebut menunjukkan kondisi pasar regional tidak sepenuhnya sejalan dengan pasar saham Indonesia pada awal perdagangan Kamis. Investor tetap perlu mencermati perkembangan transaksi dan perubahan harga saham sepanjang sesi perdagangan.