PT Mitrabara Adiperdana Tbk (MBAP) mencatatkan peningkatan kinerja keuangan yang signifikan sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Emiten batu bara tersebut membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$17,02 juta hingga 30 September 2026.
Pencapaian itu meningkat 3.281% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, ketika perseroan hanya mencatatkan laba US$503,47 ribu. Kenaikan keuntungan tersebut berjalan seiring dengan pertumbuhan pendapatan dan peningkatan laba bruto perusahaan.
Pendapatan Tumbuh, Laba Bruto Melonjak
Berdasarkan laporan keuangan perseroan, pendapatan Mitrabara Adiperdana mencapai US$151,11 juta selama Januari hingga September 2026. Nilai tersebut lebih tinggi dibandingkan pendapatan pada periode yang sama tahun lalu sebesar US$117,22 juta.
Di sisi lain, beban pokok pendapatan relatif tidak banyak berubah. Pos pengeluaran tersebut tercatat sebesar US$105,95 juta, sedikit meningkat dari US$105,57 juta pada sembilan bulan pertama 2025.
Perbedaan antara pertumbuhan pendapatan dan beban pokok tersebut turut mendorong peningkatan laba bruto perusahaan. Mitrabara membukukan laba bruto US$45,15 juta, sedangkan pada periode yang sama tahun sebelumnya nilainya hanya US$11,64 juta.
Kinerja laba bersih konsolidasian juga memperlihatkan perkembangan serupa. Angkanya mencapai US$16,79 juta, jauh lebih tinggi dibandingkan US$293,90 ribu pada periode Januari-September 2025.
Penjualan Batu Bara ke Pihak Ketiga Meningkat
Penjualan batu bara kepada pihak ketiga menjadi salah satu sumber pendapatan utama yang mengalami pertumbuhan. Kontribusi dari segmen tersebut meningkat dari US$98,88 juta pada sembilan bulan pertama 2025 menjadi US$128,73 juta hingga September 2026.
Kenaikan nilai penjualan itu menjadi bagian dari pertumbuhan pendapatan konsolidasian Mitrabara. Dengan pendapatan yang lebih tinggi dan beban pokok yang relatif stabil, perusahaan mampu mencatatkan peningkatan laba bruto secara signifikan.
Dari sisi laba per saham, MBAP membukukan US$0,0139 per 30 September 2026. Angka tersebut meningkat dibandingkan posisi pada akhir September 2025 yang tercatat sebesar US$0,0004.
Aset Mitrabara Meningkat pada September 2026
Dari sisi neraca, total aset Mitrabara Adiperdana mencapai US$267,9 juta per 30 September 2026. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan posisi 31 Desember 2025 sebesar US$252,18 juta.
Sementara itu, total liabilitas perusahaan tercatat US$68,43 juta. Nilainya sedikit lebih tinggi dibandingkan posisi akhir 2025 yang mencapai US$67,98 juta.
Perubahan pada aset dan liabilitas tersebut melengkapi gambaran kondisi keuangan perseroan hingga kuartal ketiga 2026. Perkembangan kinerja operasional dan keuangan ini juga mendapat respons di pasar saham.
Saham MBAP Menguat 13,14%
Pergerakan saham Mitrabara Adiperdana ikut mengalami penguatan setelah perkembangan kinerja keuangan tersebut menjadi perhatian pasar. Saat berita ini disusun, saham MBAP tercatat naik 13,14% ke level Rp1.765.
Kenaikan harga saham tersebut terjadi bersamaan dengan laporan pertumbuhan laba perseroan. Namun, pergerakan harga saham dapat berubah mengikuti dinamika perdagangan di Bursa Efek Indonesia.









