— Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mendesak agar operasi salvage KM Virgo Transport 8 segera dilakukan setelah kapal tersebut tenggelam di perairan Laut Jawa. Langkah ini diambil karena proses evakuasi bangkai kapal belum juga berjalan meski lebih dari dua pekan telah berlalu sejak insiden terjadi.

Desakan tersebut disampaikan Kantor Kesyahbandaraan dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Banjarmasin kepada pihak terkait. Kemenhub juga telah mengirimkan surat teguran kepada perusahaan asuransi pelayaran Protection and Indemnity (P&I), sementara operator kapal PT Virgo Karya Shipping turut diminta mempercepat proses pengangkatan kapal dari lokasi kejadian.

Kemenhub Layangkan Teguran kepada Pihak Asuransi

Kepala KSOP Banjarmasin Heri Purnomo mengatakan Kemenhub telah memberikan teguran keras kepada pihak P&I terkait belum dimulainya operasi salvage. Pemerintah berharap proses administrasi dan persiapan teknis dapat segera diselesaikan sehingga tim penyelamat bisa bergerak ke lokasi.

Heri menyebut proses tersebut diharapkan tidak kembali mengalami penundaan. Pemerintah menargetkan seluruh kebutuhan administrasi dan teknis untuk pelaksanaan salvage sudah tersedia di lokasi dalam waktu sekitar satu minggu.

Operasi salvage menjadi bagian penting dalam penanganan kecelakaan kapal karena tidak hanya berkaitan dengan evakuasi bangkai kapal, tetapi juga mendukung proses pencarian dan penanganan dampak kecelakaan di perairan.

Operator Kapal Juga Diminta Segera Bertindak

Selain menegur perusahaan asuransi, KSOP Banjarmasin telah mengirimkan surat kepada operator KM Virgo Transport 8. PT Virgo Karya Shipping diminta tidak menunda lagi pelaksanaan operasi salvage.

Menurut Heri, waktu yang telah berlalu sejak kapal tenggelam menjadi salah satu alasan pemerintah memperkuat desakan tersebut. Hingga Selasa (29/9/2026), proses pengangkatan kapal belum direalisasikan di lokasi.

Pemerintah berharap operator bersama pihak asuransi dapat segera memastikan seluruh kebutuhan operasi terpenuhi. Koordinasi antara pemilik kapal, perusahaan asuransi dan pihak pelaksana salvage diperlukan agar pekerjaan dapat dilakukan sesuai prosedur keselamatan di laut.

Operasi Salvage Diharapkan Bantu Pencarian Korban

Percepatan operasi salvage juga berkaitan dengan proses pencarian korban yang masih belum ditemukan. Heri mengatakan pemerintah berharap pengangkatan kapal dapat segera dilakukan sehingga proses pencarian dapat memperoleh dukungan dari kondisi lokasi yang lebih memungkinkan.

Keberadaan bangkai kapal di dasar perairan menjadi salah satu bagian yang perlu ditangani dalam rangkaian penanganan kecelakaan. Karena itu, semakin cepat operasi salvage dimulai, semakin cepat pula tahapan penanganan di lokasi dapat dilakukan.

KSOP Banjarmasin terus mendorong pihak-pihak yang bertanggung jawab agar tidak menambah waktu tunggu dalam pelaksanaan operasi tersebut.

Perusahaan Asuransi Sudah Menunjuk Mitra Salvage

Heri menyampaikan pihak asuransi telah memberikan komitmen untuk mempercepat pelaksanaan salvage. Bahkan, perusahaan asuransi disebut sudah menunjuk mitra yang akan menangani pekerjaan pengangkatan kapal.

Mitra tersebut saat ini sedang dalam perjalanan menuju lokasi kejadian. Kondisi ini diharapkan menjadi langkah awal untuk merealisasikan operasi salvage setelah sebelumnya belum dapat dimulai.

Pemerintah akan terus memantau perkembangan persiapan di lapangan. Dengan adanya teguran kepada pihak asuransi dan operator, pelaksanaan salvage KM Virgo Transport 8 diharapkan segera memasuki tahap operasional sehingga penanganan kecelakaan dapat dilanjutkan dan pencarian korban yang masih hilang bisa terus dilakukan.