Topik.id — Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) masih mengumpulkan berbagai informasi untuk mengungkap penyebab Kapal Virgo Transport 8 terbalik di perairan Laut Jawa. Pemeriksaan dilakukan dengan melihat sejumlah aspek yang berkaitan dengan kondisi kapal hingga situasi ketika kecelakaan terjadi.
Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan proses investigasi masih berada pada tahap pengumpulan data. Tim KNKT bersama para ahli akan mendalami berbagai detail kapal, termasuk kondisi cuaca, muatan, stabilitas, sistem tanggap darurat, serta informasi lain yang dinilai berkaitan dengan kecelakaan tersebut.
KNKT Kumpulkan Data Kapal Virgo Transport 8
Soerjanto Tjahjono mengatakan investigasi terhadap Kapal Virgo Transport 8 masih berlangsung. KNKT belum menyimpulkan penyebab kecelakaan karena sejumlah data masih perlu dikumpulkan dan dianalisis.
Menurut Soerjanto, tim bersama para ahli sedang memeriksa berbagai detail yang berkaitan dengan kapal. Pengumpulan data menjadi tahapan awal sebelum KNKT dapat menarik kesimpulan mengenai rangkaian kejadian yang menyebabkan kapal akhirnya terbalik.
” Kami sedang dalami tentang semua detail kapal dengan para ahlinya. Tapi saat ini masih dalam taraf pengumpulan data,” kata Soerjanto kepada wartawan, Sabtu (18/9/2026).
Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah kondisi cuaca ketika kapal berada di perairan Laut Jawa. Cuaca dan kondisi gelombang menjadi bagian yang akan ditelusuri untuk mengetahui situasi yang dihadapi kapal sebelum kecelakaan.
Muatan dan Stabilitas Kapal Ikut Diperiksa
Selain cuaca, KNKT juga akan memeriksa muatan Kapal Virgo Transport 8. Informasi mengenai jumlah serta distribusi muatan menjadi salah satu bagian yang diperlukan untuk mengetahui kondisi stabilitas kapal ketika menghadapi gelombang.
Soerjanto mengatakan perhitungan stabilitas kapal menjadi salah satu hal yang didalami. Pemeriksaan tersebut diperlukan untuk mengetahui bagaimana kapal mempertahankan keseimbangan ketika berlayar dan ketika menghadapi kondisi perairan yang berubah.
KNKT juga akan menelusuri informasi mengenai dugaan bahwa kapal digunakan tidak sesuai dengan desain awalnya. Salah satu informasi yang beredar menyebut kapal tersebut pada awalnya diperuntukkan bagi pelayaran jarak pendek.
Namun, informasi tersebut masih menjadi bagian dari materi yang perlu diverifikasi dalam proses investigasi. KNKT akan mencocokkan informasi terkait desain dan peruntukan kapal dengan kondisi operasional serta data teknis yang diperoleh selama pemeriksaan.
Menurut Soerjanto, aspek yang ditelusuri cukup luas. Mulai dari kondisi cuaca, muatan kapal, stabilitas, hingga proses penanganan keadaan darurat akan menjadi bagian dari pengumpulan data.
Sistem Alarm Darurat Menjadi Perhatian
Sistem tanggap darurat juga menjadi salah satu bagian yang diperiksa KNKT. Hal tersebut termasuk informasi mengenai alarm pemberitahuan kepada penumpang ketika kapal mulai mengalami kemiringan.
Soerjanto menyebut keberadaan alarm merupakan bagian dari sistem tanggap darurat kapal. Karena itu, informasi mengenai ada atau tidaknya alarm ketika kapal mulai miring akan ditelusuri dalam investigasi.
“Itu termasuk dalam tanggap darurat kapal. Kita akan dalami,” ujar Soerjanto.
KNKT masih akan memeriksa seluruh kemungkinan yang berkaitan dengan sistem peringatan tersebut. Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui bagaimana prosedur keadaan darurat berjalan dan apakah terdapat pemberitahuan kepada penumpang ketika kondisi kapal mulai memburuk.
Temuan mengenai sistem alarm nantinya akan dibandingkan dengan data teknis kapal serta keterangan dari pihak-pihak yang berada di lokasi kejadian.
Penumpang Ceritakan Kapal Mulai Miring
Kesaksian penumpang menjadi salah satu informasi yang dapat menggambarkan kondisi di atas kapal sebelum akhirnya terbalik. Salah satunya disampaikan Ahmad Saudi, penumpang Kapal Virgo Transport 8 yang selamat dari kejadian tersebut.
Ahmad menceritakan suasana di dalam kapal ketika kondisi mulai berubah. Menurut dia, kapal dalam keadaan penuh penumpang. Kondisi tersebut membuat sebagian penumpang tidak dapat beristirahat di kamar karena ruang yang tersedia sudah penuh.
Ahmad yang membawa bus mengatakan dirinya memilih tidur di sekitar kabin. Ia menggunakan sofa atau kursi panjang karena kamar telah dipenuhi penumpang.
“Saya kan bawa bus, saya punya unit di sini. Habis ngambil bus, saya kirim ke sini. Saya tidurnya di dekat kabin, di sofa. Kamar itu kan penuh, jadi saya tidur di kursi panjang,” kata Ahmad saat ditemui di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Minggu (13/9/2026).
Menurut kesaksiannya, kondisi laut ketika kejadian cukup berat. Ombak disebut menghantam kapal dari berbagai arah sehingga kapal mulai mengalami kemiringan.
Truk di Kapal Disebut Mempengaruhi Kemiringan
Ahmad mengatakan kemiringan kapal berlangsung cepat. Ia menyebut posisi sejumlah truk yang berada di sisi kiri kapal sebagai salah satu kondisi yang menurut pengamatannya berkaitan dengan kemiringan kapal.
Ketika kapal mulai miring, penumpang berusaha mencari pegangan agar tidak terjatuh. Situasi kemudian semakin sulit ketika kemiringan kapal bertambah dan penumpang harus bergerak menuju bagian kapal yang dianggap lebih aman.
“Saya ngikutin kapal aja. Kapal miring, kita pegangan dulu di atas kapal. Abis gitu kapal miring, langsung kita naik ke ujungnya kapal yang bawah itu. Ombak samping kanan kiri,” tuturnya.
Kesaksian tersebut menjadi salah satu informasi yang menggambarkan situasi di atas kapal ketika kecelakaan berlangsung. Meski demikian, keterangan penumpang tetap perlu dicocokkan dengan data teknis dan temuan investigasi KNKT.
Penumpang di Kamar Ekonomi Jadi Perhatian
Ahmad juga menyoroti kondisi penumpang yang berada di kamar ekonomi ketika kapal mulai miring. Menurut dia, banyak penumpang perempuan memilih beristirahat di dalam kamar.
Ia khawatir sebagian penumpang yang berada di kamar kesulitan keluar ketika kapal mengalami kemiringan secara cepat. Ahmad menyebut orang-orang yang berhasil keluar saat kondisi tersebut banyak berasal dari kalangan sopir atau penumpang laki-laki yang berada di area luar kamar.
“Tapi yang lain, ibu-ibu yang tinggal di kamar ekonomi ya, itu mungkin nggak selamat karena terlalu cepat kapal ini kemiringannya. Sedangkan alarm pemberitahuan aja nggak ada. Nggak ada tanda-tanda,” kata Ahmad.
Keterangan tersebut menjadi salah satu kesaksian yang dapat menjadi bahan bagi KNKT dalam memeriksa sistem peringatan darurat di kapal. Namun, dugaan mengenai kondisi penumpang yang berada di kamar masih harus disandingkan dengan data resmi mengenai korban dan proses evakuasi.
Investigasi Masih Berjalan
KNKT hingga kini masih berada pada tahap pengumpulan data. Berbagai aspek yang diperiksa mencakup kondisi cuaca, karakteristik dan muatan kapal, stabilitas, desain serta peruntukan kapal, hingga sistem tanggap darurat.
Keterangan penumpang juga dapat membantu menggambarkan urutan kejadian dari sudut pandang orang yang berada langsung di atas kapal. Seluruh informasi tersebut nantinya perlu dianalisis bersama data teknis sebelum penyebab kecelakaan dapat ditentukan.
Dengan proses investigasi yang masih berjalan, KNKT belum menyampaikan kesimpulan akhir mengenai faktor yang menyebabkan Kapal Virgo Transport 8 terbalik. Pemeriksaan terhadap berbagai kemungkinan akan terus dilakukan untuk mendapatkan gambaran lengkap mengenai kecelakaan di perairan Laut Jawa tersebut.
