Bisnis

Kredit Belum Ditarik Capai Rp2.562 Triliun, Bank Mandiri Bidik Peluang Pembiayaan Hingga 2027

Bank Mandiri mencatat kredit belum ditarik Rp341,69 triliun per September 2026. Target pertumbuhan kredit tahun ini naik menjadi 9–11%.

Kredit Belum Ditarik Capai Rp2.562 Triliun, Bank Mandiri Bidik Peluang Pembiayaan Hingga 2027
Foto: DOK. Bank Mandiri

Pertumbuhan kredit perbankan Indonesia mencapai 13,26% secara tahunan hingga September 2026. Namun, tingginya penyaluran kredit tersebut belum sepenuhnya diikuti pencairan seluruh fasilitas yang telah disediakan bank. Kondisi ini menyisakan ruang pembiayaan yang berpotensi dimanfaatkan dunia usaha untuk mengembangkan bisnis menjelang akhir tahun hingga 2027.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) melihat peluang ekspansi masih terbuka, terutama pada sektor telekomunikasi, kesehatan, makanan dan minuman, utilitas, serta usaha yang berkaitan dengan pemerintah. Meski demikian, pencairan kredit akan tetap mempertimbangkan kesiapan proyek dan kebutuhan pendanaan debitur.

Kredit Belum Ditarik Industri Perbankan Capai Rp2.562 Triliun

Direktur Operations Bank Mandiri Timothy Utama menilai prospek ekspansi perusahaan dapat membuka peluang penyaluran kredit investasi maupun modal kerja. Bank Mandiri menyatakan siap mendukung kebutuhan tersebut dengan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian.

Bank Indonesia mencatat fasilitas kredit yang belum digunakan atau undisbursed loan mencapai Rp2.562 triliun pada September 2026. Nilai tersebut setara 21,7% dari total plafon kredit yang tersedia, meskipun rasionya turun 84 basis poin secara tahunan.

Gubernur BI Destry Damayanti menilai besarnya fasilitas yang belum ditarik masih menyimpan potensi pertumbuhan kredit ke depan. Sementara itu, Timothy memandang penurunan rasio undisbursed loan sebagai indikasi pemanfaatan fasilitas kredit yang semakin baik.

Berdasarkan laporan keuangan secara bank only, undisbursed loan Bank Mandiri mencapai Rp341,69 triliun pada September 2026. Angka tersebut meningkat 25,96% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp271,26 triliun. Fasilitas kredit committed bahkan tumbuh 82,6% secara tahunan.

Bank Mandiri Naikkan Target Pertumbuhan Kredit

Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini menyampaikan bahwa kredit perseroan secara bank only mencapai Rp1.605,8 triliun per September 2026. Nilai itu tumbuh 16% secara tahunan, melampaui pertumbuhan kredit industri sebesar 13,26%.

Dengan perkembangan tersebut, Bank Mandiri menaikkan target pertumbuhan kredit sepanjang 2026 menjadi 9–11% dari sebelumnya 7–9%.

Pertumbuhan kredit ditopang penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp1.750,2 triliun, naik 17,7% secara tahunan. Total aset perseroan juga meningkat 20,1% menjadi Rp2.404,1 triliun.

Di segmen korporasi, kredit Bank Mandiri mencapai Rp700 triliun pada September 2026, tumbuh 22% dibandingkan tahun sebelumnya.

Pencairan Kredit Tetap Bergantung Kesiapan Proyek

Bank Mandiri menegaskan bahwa besarnya plafon kredit belum tentu langsung diikuti pencairan dana. Perseroan mempertimbangkan kesiapan proyek, proyeksi arus kas, serta kemampuan debitur memenuhi kewajiban pembayaran.

Pendekatan tersebut bertujuan memastikan pembiayaan digunakan secara produktif dan sesuai kebutuhan. Pada kredit investasi, pencairan yang mengikuti tahapan proyek dapat membantu perusahaan mengelola dana secara lebih efisien sekaligus mengurangi risiko pembiayaan.

Bank Mandiri juga memperluas dukungan ke berbagai sektor ekonomi, termasuk pemerintah, BUMN, pelaku usaha, UMKM, dan masyarakat. Melalui jaringan ekosistem bisnisnya, perseroan berupaya menghubungkan kebutuhan pembiayaan korporasi dengan pelaku usaha lainnya.

Dengan pertumbuhan kredit yang melampaui industri dan target tahunan yang telah dinaikkan, peluang ekspansi masih terbuka. Namun, realisasi fasilitas yang belum digunakan akan bergantung pada kebutuhan bisnis serta kesiapan debitur dalam menjalankan rencana investasinya.