— IHSG memasuki perdagangan pekan ini dengan peluang membentuk technical rebound setelah mengalami tekanan cukup dalam pada pekan sebelumnya. Indeks ditutup di level 6.541,38 pada Jumat (11/9/2026), mencatat penurunan 1,43% secara mingguan setelah sempat turun hingga 6.462.

Ruang pemulihan tetap terbuka, tetapi investor masih menghadapi sejumlah faktor eksternal yang dapat menentukan arah pasar. Selain arus jual investor asing dan pergerakan harga minyak, keputusan Federal Reserve (The Fed) melalui pertemuan FOMC menjadi katalis utama yang akan diperhatikan pelaku pasar.

Sinyal Teknikal Membuka Ruang Pemulihan

Phintraco Sekuritas melihat IHSG masih memiliki fondasi teknikal untuk bertahan di tengah tekanan pasar. Indeks masih berada di atas MA20, sementara MACD mingguan juga bertahan pada area positif.

Namun, Stochastic RSI telah membentuk death cross di zona overbought. Kondisi tersebut menunjukkan momentum kenaikan mulai kehilangan tenaga sehingga pergerakan IHSG berpotensi cenderung sideways dalam jangka pendek.

Berdasarkan analisis tersebut, Phintraco memperkirakan IHSG bergerak dalam rentang 6.450-6.700 sepanjang pekan ini. Area tersebut sekaligus menjadi batas penting yang perlu dicermati investor untuk melihat apakah indeks mampu melanjutkan pemulihan atau kembali terkoreksi.

Wall Street dan Komoditas Beri Sentimen Positif

Pandangan serupa datang dari CGS International Sekuritas Indonesia yang melihat IHSG berpeluang bergerak variatif dengan kecenderungan menguat. Secara teknikal, support indeks berada di 6.465 dan 6.390, sedangkan resistance berada pada 6.620 dan 6.695.

Kenaikan indeks bursa saham Amerika Serikat serta penguatan harga emas dan tembaga dinilai dapat memberikan sentimen positif bagi pasar domestik. Kinerja komoditas menjadi perhatian karena dapat memberikan dukungan terhadap sejumlah saham berbasis sumber daya alam.

Meski demikian, investor masih perlu mengantisipasi potensi berlanjutnya aksi jual asing. Arus dana asing yang keluar dari pasar saham Indonesia dapat membatasi ruang penguatan IHSG meskipun sentimen eksternal mulai membaik.

FOMC Menjadi Katalis Utama Pasar

BRI Danareksa Sekuritas melihat peluang technical rebound IHSG semakin terbuka setelah indeks membentuk pola hammer di sekitar area support 6.475-6.375. IHSG juga masih bertahan dekat MA20 yang berada di 6.533.

Jika level 6.475 mampu dipertahankan, IHSG dinilai masih memiliki bias jangka pendek yang konstruktif. Indeks berpeluang menguji level 6.600 sebelum bergerak menuju resistance berikutnya di 6.700.

Namun, ruang penguatan tersebut sangat bergantung pada hasil pertemuan FOMC. Pasar saat ini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin berada di kisaran 85-87%.

Ekspektasi tersebut membuat keputusan kenaikan bunga relatif sudah diperhitungkan pasar. Perhatian berikutnya akan tertuju pada nada komunikasi The Fed. Sikap yang lebih hawkish berpotensi mendorong kenaikan yield obligasi pemerintah AS dan dolar AS, sehingga memberikan tekanan terhadap aset emerging market, termasuk saham Indonesia.

Sebaliknya, sinyal yang lebih lunak dapat membuka ruang bagi penguatan aset berisiko dan memperbesar peluang IHSG melanjutkan rebound menuju 6.700.