— Pergerakan kepemilikan investor besar di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) kembali menjadi perhatian pasar. Morgan Stanley and Co International PLC tercatat melakukan penjualan saham GOTO senilai sekitar Rp187 miliar pada awal September 2026, setelah sebelumnya mengakumulasi saham dalam jumlah besar.

Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), transaksi pelepasan tersebut dilakukan pada 4 September dengan harga rata-rata Rp25,39 per saham. Aksi tersebut membuat porsi kepemilikan Morgan Stanley di GOTO mengalami penyesuaian, sementara transaksi lanjutan pada 10 September kembali mengubah komposisi kepemilikannya.

Morgan Stanley Kembali Kurangi Porsi GOTO

Morgan Stanley melepas saham GOTO pada 4 September 2026 dengan nilai sekitar Rp187 miliar. Setelah transaksi tersebut, kepemilikannya tercatat menjadi 6,99%.

Perubahan berikutnya terjadi pada Kamis (10/9/2026). Morgan Stanley tercatat menjual sekitar 829 juta saham GOTO sehingga kepemilikannya turun dari 5,58% menjadi 5,51%.

Rangkaian transaksi tersebut menarik perhatian karena terjadi tidak lama setelah investor asing itu melakukan pembelian dalam jumlah jauh lebih besar.

Pada 2 September 2026, Morgan Stanley tercatat mengakumulasi 21,91 miliar saham GOTO dengan nilai transaksi sekitar Rp547,98 miliar. Pembelian dilakukan melalui tiga transaksi dengan harga Rp25 per saham.

Transaksi tersebut terdiri atas pembelian 12,57 miliar saham senilai Rp314,45 miliar, 119,95 juta saham senilai Rp3 miliar, serta 9,22 miliar saham senilai Rp230,53 miliar.

Akumulasi GOTO Terjadi Sebelum Aksi Jual

Sebelum transaksi pembelian 2 September, Morgan Stanley tercatat memiliki sekitar 65,80 miliar saham GOTO dengan hak suara 5,7157%. Setelah aksi akumulasi, jumlah kepemilikan meningkat menjadi 87,48 miliar saham atau setara hak suara 7,5986%.

Dalam keterbukaan informasi BEI, transaksi tersebut disebut dilakukan untuk tujuan investasi dengan kepemilikan saham secara langsung.

Aktivitas Morgan Stanley juga bukan pertama kali terjadi pada periode tersebut. Pada 21 Agustus 2026, investor tersebut sebelumnya membeli sekitar 3,79 miliar saham GOTO dengan nilai Rp87,3 miliar pada harga Rp23 per saham.

Rangkaian aksi beli dan jual tersebut menunjukkan adanya perubahan posisi investor besar di saham GOTO dalam waktu relatif singkat. Bagi investor pasar modal, perubahan kepemilikan di atas 5% menjadi salah satu informasi yang perlu dipantau karena dapat memberikan gambaran mengenai pergerakan pemegang saham utama.

Perubahan Kepemilikan Saham Terjadi di Sejumlah Emiten

Selain GOTO, keterbukaan informasi BEI juga mencatat sejumlah perubahan kepemilikan saham pada emiten lain.

PT Nextier Datamate Center melepas 35 juta saham PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk (MGLV), sehingga kepemilikannya turun dari 66,93% menjadi 65,1%.

Di NSSS, PT Samuel Sekuritas Indonesia menjual 289,30 juta saham dan menyisakan kepemilikan 25,4%. PT Nusantara Makmur Lestari juga melepas 110 ribu saham sehingga porsinya turun menjadi 9,46%.

Sementara itu, pada ENRG, PT Maybank Sekuritas Indonesia dan PT CGS International Sekuritas Indonesia masing-masing melepas 30 ribu dan 50 ribu saham. Di sisi lain, PT Shima Global Kapital menambah 1 juta saham hingga kepemilikannya mencapai 17,55%.

Pada PRDA, saham treasuri bertambah hingga melewati 6% setelah buyback 95.500 saham. PT Yulie Sekuritas Indonesia Tbk (YULE) meningkatkan kepemilikan di EMMI menjadi 9,95%, sedangkan PT Sukses Sejati Sejahtera membeli 1,67 miliar saham VICI hingga menguasai 84,95%.