Mantan Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), Laksamana TNI (Purn) Widodo Adi Sutjipto atau Widodo AS, meninggal dunia pada Sabtu (24/10/2026) malam. Ia mengembuskan napas terakhir di kediamannya di Jakarta pada pukul 21.30 WIB dalam usia 82 tahun setelah mengalami sakit.
Kabar kepergian Widodo AS menjadi duka bagi keluarga besar TNI. Namanya tercatat dalam sejarah militer Indonesia sebagai Panglima TNI pertama yang berasal dari matra Angkatan Laut.
Selain pernah memimpin TNI, Widodo AS juga mengemban sejumlah jabatan penting di pemerintahan. Ia dipercaya menjadi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) pada periode 2004–2009 serta anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).
Widodo AS, Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut
Widodo AS lahir di Boyolali, Jawa Tengah, pada 1 Agustus 1944. Ia menyelesaikan pendidikan menengah di SMA Negeri 1 Surakarta sebelum melanjutkan pendidikan militer di Akademi Angkatan Laut (AAL).
Setelah lulus dari AAL pada 1968, Widodo memulai perjalanan panjang sebagai perwira TNI Angkatan Laut. Kariernya terus berkembang hingga dipercaya menjabat Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL).
Pada 1999, Presiden B.J. Habibie mengangkat Widodo AS sebagai Wakil Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI). Perjalanan kariernya kemudian mencapai puncak ketika Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur mempercayainya menjadi Panglima TNI untuk periode 1999–2002.
Pengangkatan tersebut menjadi catatan penting dalam sejarah organisasi militer Indonesia. Widodo AS menjadi panglima pertama yang berasal dari matra Angkatan Laut, sekaligus panglima pertama sejak 1962 yang berasal dari luar Angkatan Darat.
Lima Tahun Menjabat Menko Polhukam
Setelah menyelesaikan masa tugasnya sebagai Panglima TNI, Widodo AS melanjutkan pengabdian di lingkungan pemerintahan sipil.
Pada 21 Oktober 2004, ia dipercaya menjabat Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan. Jabatan tersebut kemudian dikenal sebagai Menko Polhukam dan diembannya hingga 20 Oktober 2009 pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Selama menjabat, Widodo AS berada di posisi strategis dalam koordinasi kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan politik, hukum, dan keamanan nasional.
Ia juga sempat menjalankan tugas sebagai Menteri Dalam Negeri ad interim pada 2007 serta Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara ad interim pada Oktober 2009.
Setelah menyelesaikan tugas di kabinet, Widodo AS kembali dipercaya berkontribusi dalam pemerintahan melalui Dewan Pertimbangan Presiden. Ia tercatat menjadi anggota Wantimpres pada periode 2010–2014.
Kabar Duka dan Informasi Pemakaman
Widodo AS meninggal dunia di kediamannya di Jakarta pada Sabtu malam. Informasi yang disampaikan sejumlah media menyebutkan bahwa rumah duka berada di Kompleks TNI Angkatan Laut, Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara.
Sementara itu, jadwal dan lokasi pemakaman belum diumumkan dalam laporan awal mengenai kabar duka tersebut. Informasi lebih lanjut mengenai prosesi pemakaman menunggu keterangan dari pihak keluarga.
Kepergian Widodo AS menutup perjalanan panjang seorang perwira TNI Angkatan Laut yang pernah menduduki posisi strategis di lingkungan militer dan pemerintahan. Rekam jejaknya, terutama sebagai Panglima TNI pertama dari matra laut, menjadi bagian penting dari sejarah kepemimpinan TNI di Indonesia.









