— PT Mitra Investindo Tbk (MITI) memperbesar kapasitas bisnis pelayaran dan logistik dengan menambah empat armada kapal melalui anak usahanya, PT Wasesa Line (WL). Ekspansi ini menyerap investasi Rp22,75 miliar yang seluruhnya berasal dari kas internal perseroan.

Tambahan armada tersebut terdiri atas tiga tugboat dan satu Landing Craft Tank (LCT). Manajemen menilai investasi ini dapat memperkuat kemampuan operasional sekaligus membuka peluang kontrak baru di tengah prospek kebutuhan transportasi laut dan logistik yang masih berkembang.

Empat Kapal Baru Perkuat Kapasitas Wasesa Line

Presiden Direktur MITI Andreas Tjahjadi mengatakan pembelian armada menjadi bagian dari strategi perseroan memperluas bisnis secara organik. Tiga tugboat yang dibeli masing-masing memiliki daya mesin 659 HP, yakni TB Vanvorine, TB Fearless, dan TB Noble.

Sementara itu, LCT Inneke 02 memiliki daya mesin 620 HP. Tugboat akan digunakan untuk kebutuhan towing, pengoperasian kapal, serta aktivitas logistik laut. Adapun LCT disiapkan untuk mengangkut kargo, alat berat, dan berbagai kebutuhan distribusi lainnya.

Dengan tambahan tersebut, total armada MITI melalui WL kini mencapai sembilan unit. Komposisinya terdiri atas tiga tugboat, satu LCT, empat crew boat, dan satu Anchor Handling Tug Supply (AHTS).

Penambahan kapasitas ini memberi ruang bagi WL untuk meningkatkan cakupan layanan sekaligus merespons kebutuhan pelanggan di sektor transportasi laut.

MITI Kejar Pendapatan Berulang dari Armada Baru

Bagi MITI, keberhasilan ekspansi tidak hanya ditentukan oleh jumlah kapal yang dimiliki, tetapi juga kemampuan mengoptimalkan tingkat utilisasinya. Karena itu, perseroan akan menyesuaikan pengoperasian armada dengan kondisi pasar, kebutuhan pelanggan, efisiensi biaya, dan aspek keselamatan pelayaran.

Salah satu pelanggan WL adalah PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT). Kehadiran kapal tambahan diharapkan dapat memperkuat kemampuan perseroan dalam memenuhi kebutuhan transportasi laut yang berkaitan dengan rantai distribusi energi.

Armada baru juga membuka peluang bagi WL memperluas jasa di luar towing. Kemampuan mengangkut kargo dan alat berat dapat memperbesar variasi layanan yang ditawarkan kepada pelanggan, sehingga sumber pendapatan perseroan menjadi lebih beragam.

Ekspansi Organik Menuju Total Logistics

MITI mengarahkan pengembangan bisnis pelayaran menuju konsep total logistics. Dengan armada yang semakin lengkap, perseroan dapat mengintegrasikan jasa transportasi laut, towing, pengangkutan barang, hingga layanan logistik pendukung.

Strategi tersebut berpotensi meningkatkan peluang cross-selling kepada pelanggan sekaligus memperluas basis pendapatan dari bisnis maritim. Namun, kontribusi terhadap kinerja keuangan tetap akan sangat bergantung pada seberapa cepat armada baru mendapatkan kontrak dan mencapai utilisasi optimal.

Dari sisi pendanaan, investasi Rp22,75 miliar dilakukan menggunakan kas internal. Dengan demikian, aksi korporasi tersebut tidak secara langsung menambah beban utang MITI.

Manajemen menegaskan ekspansi akan tetap dilakukan secara prudent dengan mempertimbangkan prospek pasar dan tingkat utilisasi. Perseroan berharap penambahan armada dapat meningkatkan pendapatan berulang, memperkuat kinerja bisnis pelayaran, serta memberikan kontribusi terhadap kinerja MITI secara keseluruhan.

Dengan sembilan kapal melalui WL, MITI kini memiliki kapasitas lebih besar untuk menangkap peluang di sektor transportasi laut dan logistik. Tantangan selanjutnya adalah memastikan investasi tersebut segera menghasilkan pendapatan dan peningkatan profitabilitas.