— PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), emiten yang terafiliasi dengan Prajogo Pangestu, mencatat perkembangan positif dalam penilaian keberlanjutan global. Skor S&P Global Corporate Sustainability Assessment (CSA) 2026 perseroan meningkat menjadi 66, dari sebelumnya 52 pada 2025.

Kenaikan tersebut menjadi salah satu indikator penguatan praktik Environmental, Social, and Governance (ESG) TPIA, terutama dalam aspek transparansi dan kualitas pengungkapan informasi. Perseroan menilai peningkatan ketersediaan data keberlanjutan menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan pemangku kepentingan di pasar modal.

Transparansi ESG Jadi Penopang Kenaikan Skor TPIA

S&P Global CSA menggunakan informasi publik sebagai salah satu sumber dalam proses penilaiannya. Karena itu, Chandra Asri Group terus memperluas informasi mengenai kebijakan dan kinerja keberlanjutan yang dapat diakses publik.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah penerbitan Sustainability Report 2025 yang telah memperoleh assurance dari pihak ketiga independen. Proses tersebut ditujukan untuk meningkatkan kualitas, kredibilitas, sekaligus akuntabilitas informasi yang disampaikan kepada investor dan pemangku kepentingan lainnya.

Bagi perseroan, penilaian S&P Global CSA juga dapat menjadi referensi untuk mengevaluasi perkembangan penerapan ESG dalam operasional perusahaan. Penilaian tersebut memiliki relevansi dengan ekosistem pasar modal Indonesia karena S&P Global bekerja sama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam penyediaan penilaian ESG bagi perusahaan tercatat.

TPIA Perkuat Pengelolaan Risiko Keberlanjutan

Head of ESG & Sustainability Chandra Asri Group Andang Pungkase mengatakan kenaikan skor tersebut menunjukkan perkembangan dalam upaya perseroan meningkatkan transparansi dan kualitas pengungkapan ESG.

Menurutnya, agenda keberlanjutan tidak hanya berkaitan dengan pelaporan. Chandra Asri juga berupaya memasukkan pengelolaan risiko keberlanjutan ke dalam proses bisnis serta rantai pasok perusahaan.

Untuk memperdalam transparansi, TPIA menerbitkan sejumlah laporan tematik terkait risiko keberlanjutan. Di antaranya Climate Risk Report yang mengadopsi standar IFRS S2 Climate-related Disclosures, Emerging Risk Report, Water Risk Report, serta Biodiversity Risk Report.

Laporan tersebut memberikan gambaran lebih spesifik mengenai cara perusahaan mengidentifikasi dan mengelola berbagai risiko yang berpotensi muncul dari aktivitas bisnis.

Rantai Pasok Masuk Perhatian Strategis

Penguatan ESG TPIA juga mencakup hubungan dengan pemasok. Perseroan telah menerbitkan Supplier Code of Conduct sebagai pedoman terpisah dari Code of Conduct perusahaan.

Pedoman tersebut menetapkan ekspektasi bagi pemasok mengenai praktik bisnis yang bertanggung jawab, termasuk etika, kepatuhan, dan prinsip keberlanjutan. Langkah ini memperluas penerapan standar ESG agar tidak hanya berfokus pada kegiatan internal perusahaan.

Ke depan, Chandra Asri Group berkomitmen melanjutkan pengembangan praktik ESG dan meningkatkan kualitas pengungkapan sesuai perkembangan bisnis serta kebutuhan pemangku kepentingan. Bagi investor, perkembangan tersebut menjadi salah satu aspek yang dapat diperhatikan dalam menilai kesiapan perseroan menghadapi risiko keberlanjutan dalam jangka panjang.