Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melantik 11 pejabat pimpinan tinggi di lingkungan Kementerian ESDM pada Senin (2/11/2026). Pelantikan tersebut mencakup pengisian posisi strategis di sektor ketenagalistrikan, minyak dan gas bumi (migas), serta energi baru dan terbarukan.
Prosesi pelantikan berlangsung di Gedung Chairul Saleh, Kantor Sekretariat Jenderal Kementerian ESDM, Jakarta. Salah satu pejabat yang dilantik adalah Arsyadany Ghana Akmalaputri sebagai Direktur Jenderal Ketenagalistrikan.
Arsyadany menggantikan Tri Winarno yang sebelumnya menjalankan tugas sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Ketenagalistrikan. Tri saat ini menjabat sebagai Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba).
Selain mengisi jabatan Dirjen Ketenagalistrikan, Bahlil juga melantik sejumlah pejabat eselon II yang akan menempati posisi baru di berbagai unit kerja Kementerian ESDM.
Pelantikan tersebut diumumkan melalui Siaran Pers Kementerian ESDM Nomor 058.Pers/04/SJI/2026 tertanggal 2 November 2026.
Pergantian dan penempatan pejabat dilakukan di Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE), serta sejumlah unit pengawasan dan pengembangan sumber daya manusia.
Arsyadany Ghana Akmalaputri resmi jadi Dirjen Ketenagalistrikan
Salah satu nama yang menjadi perhatian dalam pelantikan pejabat Kementerian ESDM adalah Arsyadany Ghana Akmalaputri.
Arsyadany dipercaya menduduki jabatan Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, salah satu posisi penting dalam struktur Kementerian ESDM yang bertanggung jawab atas pembinaan dan pengaturan sektor ketenagalistrikan nasional.
Sebelum dilantik, Arsyadany menjabat sebagai Direktur Distribusi PT PLN (Persero) sejak 18 Juni 2025.
Pengalamannya di perusahaan listrik negara menjadi bagian dari latar belakang profesionalnya sebelum mendapatkan penugasan baru di pemerintahan.
Dalam jabatan barunya, Arsyadany akan memimpin Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan yang menangani berbagai aspek kebijakan dan pembinaan sektor listrik nasional.
Bidang tersebut mencakup penyediaan tenaga listrik, pengembangan infrastruktur ketenagalistrikan, pengawasan usaha penyediaan listrik, hingga keselamatan ketenagalistrikan.
Sebelumnya, jabatan Dirjen Ketenagalistrikan dijalankan oleh Tri Winarno sebagai pelaksana tugas.
Tri Winarno membenarkan pelantikan Arsyadany saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM pada Senin.
“Pelantikan Dirjen Gatrik, Bu Arsya, ada beberapa juga yang dilantik tapi saya gak hapal. Dirjen hanya satu,” kata Tri Winarno.
Dengan demikian, Arsyadany menjadi satu-satunya pejabat yang dilantik untuk jabatan direktur jenderal dalam prosesi tersebut.
Daftar lengkap 11 pejabat ESDM yang dilantik Bahlil
Berdasarkan pengumuman resmi Kementerian ESDM, terdapat 11 pejabat yang dilantik pada 2 November 2026.
Berikut daftar nama beserta jabatan baru masing-masing pejabat.
| No. | Nama pejabat | Jabatan baru |
|---|---|---|
| 1 | Arsyadany Ghana Akmalaputri | Direktur Jenderal Ketenagalistrikan |
| 2 | Agung Kuswardono | Direktur Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi |
| 3 | Diyan Wahyudi | Direktur Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi |
| 4 | Sugiarto | Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Minyak dan Gas Bumi |
| 5 | Harris | Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan |
| 6 | Ariana Soemanto | Sekretaris Direktorat Jenderal EBTKE |
| 7 | Ahmad Amiruddin | Direktur Energi Baru |
| 8 | Maompang Harahap | Inspektur II |
| 9 | Bobby Irawan | Inspektur III |
| 10 | Hendra Gunawan | Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur |
| 11 | R.R. Nur Widyasari | Sekretaris Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi |
Kesebelas pejabat tersebut ditempatkan pada sejumlah unit organisasi dengan tanggung jawab berbeda. Penempatan tersebut mencakup jabatan pimpinan tinggi madya dan pimpinan tinggi pratama di lingkungan Kementerian ESDM.
Ariana Soemanto bergeser dari sektor hulu migas ke EBTKE
Selain pelantikan Arsyadany, perubahan jabatan Ariana Soemanto menjadi salah satu bagian dari penataan organisasi Kementerian ESDM.
Ariana sebelumnya menjabat sebagai Direktur Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi di Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi.
Dalam pelantikan terbaru, ia mendapat penugasan sebagai Sekretaris Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi.
Posisi yang sebelumnya ditempati Ariana kini diisi Diyan Wahyudi.
Sebelum dilantik sebagai Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas, Diyan menjabat sebagai Perencana Ahli Madya di Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi.
Perubahan tersebut menempatkan Ariana pada unit yang menangani pengembangan energi baru dan terbarukan serta program konservasi energi.
Sementara itu, Diyan dipercaya mengemban tanggung jawab pembinaan usaha hulu migas, yang berkaitan dengan kegiatan eksplorasi dan produksi minyak serta gas bumi.
Pergantian tersebut merupakan bagian dari perubahan jabatan yang diumumkan secara resmi dalam pelantikan 2 November 2026.
Tiga direktur baru di lingkungan Ditjen Migas
Perubahan jabatan di Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menjadi salah satu bagian terbesar dalam pelantikan tersebut.
Selain Diyan Wahyudi, terdapat Agung Kuswardono dan Sugiarto yang menempati posisi baru pada unit kerja tersebut.
Agung Kuswardono sebelumnya menjabat sebagai Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Minyak dan Gas Bumi.
Melalui pelantikan terbaru, Agung mendapat penugasan sebagai Direktur Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi.
Sementara itu, jabatan Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Minyak dan Gas Bumi kini diisi Sugiarto.
Sebelum dilantik, Sugiarto menjabat sebagai Inspektur Minyak dan Gas Bumi Ahli Madya di Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi.
Adapun posisi Direktur Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi yang kini diisi Agung sebelumnya dijabat Hendra Gunawan.
Dalam pelantikan yang sama, Hendra mendapat penugasan sebagai Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia ESDM.
Dengan perubahan tersebut, sejumlah posisi direktur di lingkungan Ditjen Migas kini diisi pejabat dengan penugasan baru.
Perubahan jabatan juga terjadi di sektor ketenagalistrikan
Selain jabatan Dirjen Ketenagalistrikan, Bahlil melantik Harris sebagai Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan.
Harris sebelumnya menjabat Sekretaris Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi.
Jabatan barunya berada di lingkungan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan yang kini dipimpin Arsyadany Ghana Akmalaputri.
Posisi Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan sebelumnya ditempati Ahmad Amiruddin.
Dalam pelantikan tersebut, Ahmad Amiruddin mendapat penugasan baru sebagai Direktur Energi Baru di Direktorat Jenderal EBTKE.
Dengan demikian, perubahan jabatan melibatkan perpindahan pejabat dari sektor ketenagalistrikan ke energi baru, serta dari sektor EBTKE ke ketenagalistrikan.
Kedua unit tersebut memiliki keterkaitan dalam pelaksanaan kebijakan energi nasional, terutama pada pengembangan sistem kelistrikan dan pemanfaatan sumber energi baru maupun terbarukan.
Bahlil juga lantik pejabat Inspektorat dan BPH Migas
Pelantikan 2 November 2026 tidak hanya menyasar jabatan di direktorat teknis yang menangani sektor energi.
Bahlil juga melantik pejabat di lingkungan Inspektorat Jenderal Kementerian ESDM.
Maompang Harahap yang sebelumnya menjabat Inspektur III mendapat penugasan baru sebagai Inspektur II.
Sementara itu, Bobby Irawan dilantik sebagai Inspektur III.
Perubahan jabatan juga terjadi di lingkungan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).
R.R. Nur Widyasari yang sebelumnya menjabat Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur kini mendapat penugasan sebagai Sekretaris BPH Migas.
Jabatan lamanya kemudian diisi oleh Hendra Gunawan, yang sebelumnya bertugas sebagai Direktur Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi.
Pengisian jabatan tersebut melengkapi perubahan susunan pejabat di sejumlah unit kerja Kementerian ESDM.
Penataan pejabat di tengah agenda sektor energi nasional
Pelantikan 11 pejabat Kementerian ESDM berlangsung ketika pemerintah menjalankan berbagai agenda di sektor energi.
Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan memiliki peran dalam pelaksanaan kebijakan penyediaan dan pengembangan tenaga listrik.
Sementara itu, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menangani pembinaan sektor migas, termasuk kegiatan usaha hulu dan pengembangan infrastruktur.
Adapun Direktorat Jenderal EBTKE menjalankan tugas yang berkaitan dengan pengembangan energi baru, energi terbarukan, dan konservasi energi.
Penempatan pejabat baru pada unit-unit tersebut menjadi bagian dari pengisian struktur organisasi kementerian yang bertanggung jawab menjalankan kebijakan teknis pemerintah.
Meski demikian, pengumuman resmi pelantikan tidak merinci perubahan kebijakan tertentu yang secara langsung akan diberlakukan setelah pergantian pejabat tersebut.
Hingga Senin (2/11/2026), informasi resmi yang diumumkan mencakup nama pejabat, jabatan sebelumnya, jabatan baru, serta unit kerja masing-masing.
Dengan pelantikan tersebut, Bahlil Lahadalia resmi menetapkan 11 pejabat pimpinan tinggi Kementerian ESDM, termasuk Arsyadany Ghana Akmalaputri sebagai Direktur Jenderal Ketenagalistrikan dan sejumlah pejabat baru di sektor migas, EBTKE, pengawasan, serta BPH Migas.







