Topik.id — PT Pertamina Patra Niaga memperkuat rantai pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Sulawesi Selatan menyusul peningkatan permintaan masyarakat dalam beberapa bulan terakhir. Penyesuaian distribusi dilakukan untuk menjaga ketersediaan BBM di sejumlah SPBU, terutama wilayah yang mengalami antrean lebih panjang.
Kenaikan konsumsi paling terlihat pada BBM bersubsidi. Pertamina Patra Niaga mencatat kebutuhan Solar JBT meningkat sekitar 10-15 persen sepanjang Juni hingga Agustus 2026. Kondisi tersebut mendorong perusahaan melakukan penyesuaian penyaluran sekaligus memperketat pemantauan stok di tingkat terminal dan SPBU.
Distribusi BBM ke Sulsel Diperkuat
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora mengatakan peningkatan antrean di sejumlah SPBU berkaitan dengan lonjakan permintaan, khususnya BBM subsidi. Perubahan pola konsumsi masyarakat yang terjadi secara bersamaan turut memberikan tekanan terhadap pelayanan di lapangan.
Pertamina Patra Niaga kemudian meningkatkan pasokan BBM menuju Terminal BBM untuk memperkuat suplai ke Makassar. Distribusi juga disesuaikan berdasarkan perkembangan kebutuhan di masing-masing wilayah.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga stok tetap berada pada level aman sekaligus memastikan kebutuhan energi masyarakat dapat dipenuhi tanpa mengganggu kelancaran operasional SPBU.
Kebutuhan Solar Subsidi Naik 10-15 Persen
Kenaikan konsumsi Solar JBT menjadi salah satu perhatian utama perusahaan. Pada periode Juni-Agustus 2026, kebutuhan BBM jenis tersebut meningkat sekitar 10-15 persen.
Pertamina Patra Niaga merespons perubahan permintaan dengan mengatur kembali pola penyaluran dan memperkuat distribusi. Pemantauan dilakukan secara berkala untuk melihat titik-titik yang membutuhkan tambahan pasokan.
Pendekatan tersebut dinilai penting karena peningkatan konsumsi tidak terjadi secara seragam di seluruh wilayah. Distribusi harus mengikuti kondisi aktual agar pasokan dapat diarahkan ke SPBU yang menghadapi tekanan permintaan lebih tinggi.
Mobil Tangki Beroperasi 24 Jam
Selain memperbesar suplai, Pertamina Patra Niaga mempercepat pergerakan logistik dengan mengoptimalkan operasional mobil tangki selama 24 jam. Armada tersebut digunakan untuk mempercepat pengiriman sekaligus pengisian kembali stok BBM di SPBU.
Perusahaan juga melakukan rekonfigurasi kapasitas pelayanan melalui penambahan nozzle Pertalite di sejumlah SPBU. Di Makassar, sebanyak 25 SPBU dioperasikan selama 24 jam untuk memperluas waktu pelayanan kepada masyarakat.
Penguatan operasional ini diarahkan untuk mempercepat distribusi dan mengurangi potensi gangguan pelayanan ketika permintaan meningkat.
Monitoring Stok Jadi Fokus Pertamina Patra Niaga
Pertamina Patra Niaga juga meningkatkan pengawasan terhadap stok, penyaluran, serta kondisi operasional SPBU. Data lapangan menjadi dasar untuk melakukan penyesuaian distribusi secara berkala.
Strategi tersebut memungkinkan perusahaan merespons perubahan kebutuhan dengan lebih cepat, terutama ketika terjadi peningkatan konsumsi pada jenis BBM tertentu.
Di sisi lain, Pertamina Patra Niaga mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Pengendalian pola pembelian dinilai dapat membantu menjaga distribusi tetap merata sehingga masyarakat di berbagai wilayah tetap memperoleh akses BBM.
Dengan kombinasi penambahan pasokan, optimalisasi armada, penguatan SPBU, dan pemantauan stok secara intensif, Pertamina Patra Niaga berupaya menjaga keandalan distribusi energi di Sulawesi Selatan di tengah tren permintaan yang meningkat.
Ikuti Topik.id
