Topik.id — PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) terus memperluas jaringan ritel setelah menyelesaikan proses rebranding menjadi AZKO. Hingga semester I-2026, perseroan telah mengoperasikan 274 toko yang tersebar di sejumlah wilayah Indonesia, dengan Pulau Jawa masih menjadi kontributor terbesar.
Transformasi merek tersebut dinilai mulai memberikan hasil positif bagi perseroan. Manajemen menyebut tingkat brand awareness AZKO dalam satu tahun telah mencapai level yang setara dengan merek sebelumnya, sekaligus membuka ruang lebih luas untuk pengembangan bisnis dan ekspansi jaringan.
Jaringan AZKO Sudah Mencapai 274 Toko
Sebanyak 274 toko AZKO tersebar di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali dan Nusa Tenggara, Papua, serta Maluku. Dari jumlah tersebut, 184 gerai berada di Pulau Jawa.
Direktur ACES Gregory S Widjaja mengatakan respons masyarakat terhadap pembukaan toko di berbagai kota cukup positif. Selain penerimaan konsumen, performa operasional, kinerja keuangan, dan tingkat pengembalian modal toko baru juga menjadi pertimbangan manajemen dalam menentukan ekspansi berikutnya.
Perseroan melihat peluang pertumbuhan masih terbuka, terutama di wilayah yang belum memiliki jaringan AZKO.
Ekspansi Kota Lapis Ketiga Jadi Prioritas
Dalam beberapa tahun terakhir, ACES secara konsisten memperluas jaringan ke kota lapis ketiga di luar Jawa. Strategi tersebut akan terus dilanjutkan karena perseroan melihat respons konsumen serta pengembalian modal yang menarik.
Peluang ekspansi ternyata juga masih tersedia di Pulau Jawa. Manajemen menyatakan tidak menghadapi kendala berarti dalam memperoleh lokasi yang memenuhi kriteria pengembangan toko.
Untuk 2026, ACES menargetkan pembukaan 25-30 toko AZKO baru. Hingga Agustus, perseroan telah merealisasikan 15 pembukaan gerai.
Dengan demikian, masih terdapat ruang untuk menambah toko baru pada sisa tahun berjalan, terutama menjelang periode konsumsi yang biasanya meningkat pada kuartal IV.
Rebranding AZKO Mulai Berikan Hasil
Perubahan merek dari ACE Hardware menjadi AZKO dilakukan setelah kerja sama lisensi selama 29 tahun berakhir pada penghujung 2024. Manajemen menilai perubahan tersebut tidak lagi menjadi hambatan bagi pengenalan merek kepada konsumen.
Berdasarkan pengukuran brand index oleh lembaga pihak ketiga, tingkat awareness dan persepsi terhadap AZKO dalam waktu sekitar satu tahun disebut telah menyamai merek sebelumnya.
Manajemen juga melihat model bisnis pascarebranding lebih fleksibel. Sebelum perubahan merek, bisnis ACES berbasis franchise sehingga terdapat sejumlah keterbatasan dalam pengembangan jaringan dan model usaha.
NEKA Disiapkan untuk Perluas Pasar
Salah satu peluang baru yang dikembangkan ACES setelah rebranding adalah NEKA. Format ini diarahkan untuk menjangkau segmen mass market melalui konsep toko yang lebih kecil dengan kebutuhan belanja modal atau capex yang lebih ringan.
Phintraco Sekuritas menilai prospek ACES masih positif hingga akhir 2026. Pertumbuhan pada semester II diperkirakan tetap stabil dengan kuartal IV sebagai periode puncak penjualan.
Strategi ekspansi AZKO dan pengembangan NEKA membuat perseroan memiliki dua jalur pertumbuhan. AZKO dapat terus memperkuat penetrasi di berbagai kota, sementara NEKA memberikan fleksibilitas untuk menjangkau pasar yang membutuhkan format ritel lebih efisien.
Ke depan, fokus ACES tidak hanya terletak pada penambahan jumlah toko, tetapi juga memastikan setiap ekspansi menghasilkan produktivitas dan pengembalian modal yang sehat.
Ikuti Topik.id
