— Presiden Prabowo Subianto menempatkan investasi sebagai salah satu instrumen penting untuk menjaga laju pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global. Pemerintah terus mengejar realisasi penanaman modal agar aktivitas ekonomi dan penciptaan lapangan kerja tetap bergerak.

Prabowo menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia masih mampu bertahan di atas 5%. Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari realisasi investasi yang sejauh ini dinilai berjalan sesuai dengan target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Realisasi Investasi Tembus Rp1.010 Triliun

Dalam dialog bersama sejumlah jurnalis senior, pimpinan media nasional, dan pakar di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Prabowo memaparkan perkembangan realisasi investasi nasional. Data yang disampaikannya merupakan posisi hingga Juni 2026.

Realisasi investasi pada periode tersebut telah mencapai Rp1.010 triliun. Angka itu dibandingkan dengan realisasi investasi sepanjang 2025 yang mencapai Rp1.931 triliun.

Prabowo menilai capaian investasi menjadi salah satu indikator penting dalam menjaga aktivitas ekonomi. Arus modal yang masuk tidak hanya berkaitan dengan ekspansi usaha, tetapi juga memberikan dampak terhadap kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor.

Investasi Dikaitkan Dengan Pembukaan Lapangan Kerja

Menurut Prabowo, investasi memiliki hubungan langsung dengan penciptaan lapangan pekerjaan. Ia menyebut Indonesia telah membuka sekitar 1,4 juta lapangan kerja sepanjang 2026 hingga periode yang disampaikan.

Sementara itu, pada 2025 tercatat sebanyak 2,7 juta lapangan kerja baru. Prabowo menegaskan angka tersebut berasal dari aktivitas investasi dan bukan dari sejumlah program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) maupun Koperasi Merah Putih.

Pemerintah karena itu terus berupaya menjaga daya tarik Indonesia sebagai tujuan penanaman modal. Realisasi investasi menjadi salah satu ukuran yang dipantau untuk melihat seberapa besar aktivitas ekonomi mampu diterjemahkan menjadi kesempatan kerja.

Investor Asing Masih Melihat Potensi Indonesia

Prabowo juga mengungkapkan adanya potensi investasi berskala besar yang diperkirakan masuk dalam waktu mendatang. Namun, ia belum menyampaikan rincian mengenai calon investor maupun nilai investasinya karena masih menunggu realisasi.

Presiden mengatakan dirinya telah bertemu dengan sejumlah pemain besar di dunia investasi. Menurut dia, para investor tersebut melihat fundamental ekonomi Indonesia sebagai salah satu alasan untuk mempertimbangkan penanaman modal di dalam negeri.

Keyakinan terhadap prospek ekonomi Indonesia juga dikaitkan dengan proyeksi jangka panjang. Prabowo menyebut Goldman Sachs memperkirakan Indonesia dapat menjadi ekonomi terbesar keempat dunia pada 2050.

Prospek Ekonomi Jadi Pertimbangan Investor

Pemerintah melihat potensi pertumbuhan jangka panjang Indonesia sebagai modal untuk terus menarik investasi. Besarnya pasar domestik dan prospek ekonomi menjadi bagian dari pertimbangan yang disampaikan Presiden ketika menjelaskan posisi Indonesia di mata investor global.

Dengan realisasi investasi yang terus dikejar, pemerintah berharap aktivitas penanaman modal dapat menjaga momentum pertumbuhan sekaligus memperluas kesempatan kerja. Namun, perkembangan investasi tetap akan bergantung pada realisasi proyek dan kondisi ekonomi global dalam periode berikutnya.