— PT Bukit Asam Tbk (PTBA), salah satu emiten Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor batu bara, telah merilis proyeksi mengenai pergerakan harga komoditas tersebut pada paruh kedua tahun 2026.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PTBA, Una Lindasari, memperkirakan bahwa harga batu bara akan menunjukkan stabilitas yang cukup baik. Tren ini diprediksi akan melanjutkan kisaran harga yang terlihat pada kuartal II-2026.

Sebagai gambaran, data perdagangan historis menunjukkan bahwa batu bara jenis Newcastle selama kuartal kedua tahun ini rata-rata diperdagangkan di harga US$133,52 per ton. Harga tertinggi mencapai US$140 per ton, sementara terendah berada di US$130,40 per ton.

Selain harga, Una juga memproyeksikan permintaan pasar terhadap produk batu bara PTBA akan tetap stabil pada semester II-2026. Hal ini didukung oleh performa penjualan perusahaan yang konsisten.

“Hingga saat ini, rata-rata penjualan kami masih berada di level hampir 5 juta ton per bulan, terutama dalam dua bulan terakhir,” ungkap Una dalam sebuah paparan publik pada Senin (7/9/2026).

Kinerja Finansial PTBA Semester I-2026

Sepanjang semester I-2026, PTBA berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp22,03 triliun, yang merupakan peningkatan 8% secara tahunan (year-on-year/yoy). Laba bersih perusahaan juga melonjak 218% yoy menjadi Rp2,65 triliun. Kinerja positif ini didorong oleh pemulihan operasional pada kuartal II, penguatan penjualan ekspor, serta perbaikan harga jual rata-rata batu bara.

Secara operasional, PTBA mencatat produksi batu bara sebanyak 19,45 juta ton dan total penjualan mencapai 21,10 juta ton. Dari jumlah tersebut, penjualan ekspor menyumbang 10,33 juta ton, naik sekitar 5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Negara tujuan ekspor utama meliputi Vietnam, Bangladesh, Kamboja, India, dan Thailand.

Sementara itu, penjualan domestik tercatat sebesar 10,77 juta ton, atau sekitar 51% dari total penjualan. Penguatan harga batu bara global turut berkontribusi signifikan terhadap performa PTBA. Pada semester I-2026, Newcastle Index menguat 25% yoy dan ICI-3 naik 15% yoy, yang mendorong kenaikan harga jual rata-rata (average selling price/ASP) PTBA sebesar 10% yoy.

Direktur Utama PTBA, Bambang Ismawan, menyatakan bahwa capaian ini menjadi landasan kuat bagi PTBA untuk terus bertumbuh. Perusahaan berencana memperkuat bisnis inti sekaligus mengembangkan sumber pertumbuhan baru.

“Memasuki periode dengan kondisi operasional yang lebih kondusif, Perseroan berhasil mendorong pemulihan kinerja produksi sekaligus memperkuat penjualan ekspor, baik secara kuartalan maupun tahunan. Momentum penguatan harga batu bara global kami manfaatkan melalui strategi penjualan yang adaptif, disertai program efisiensi untuk menjaga disiplin biaya,” ujar Bambang.