Topik.id — PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk (RELI) tengah merancang berbagai strategi untuk memenuhi ketentuan minimum kepemilikan saham publik atau free float sebesar 15%. Saat ini, porsi saham publik RELI tercatat sebesar 14,45%, sehingga perseroan masih memerlukan tambahan sekitar 0,55% untuk mencapai batas minimum tersebut.
Direktur RELI, Reza Priyambada, menyatakan bahwa perseroan telah memiliki kerangka waktu internal untuk menyelesaikan kewajiban ini. “Kita masih punya waktu yang lumayan cukup banyak untuk pemenuhan ketentuan tersebut. Makanya kita ingin langkah yang akan ditentukan jauh lebih strategis lagi ke depannya,” ujarnya dalam acara Public Expose 2026 pada Selasa (8/9/2026).
Salah satu langkah yang dipersiapkan adalah dengan mengurangi porsi kepemilikan saham oleh pihak terafiliasi. Dengan demikian, porsi saham yang dimiliki oleh publik diharapkan dapat meningkat.
Selain itu, RELI juga sedang menjajaki kerja sama dengan sejumlah investor strategis sebagai bagian dari persiapan pemenuhan ketentuan minimum free float saham. Reza menambahkan bahwa RELI masih memiliki waktu hingga tahun 2029 untuk memenuhi aturan tersebut. Mengingat tenggat waktu yang masih cukup panjang, perseroan akan mengambil langkah-langkah yang lebih strategis ke depannya.
