Nasional

Siapa Herri Pras yang Diduga Hina UAH dan UAS? Ini Profil dan Latar Belakangnya

Profil Herri Pras, pendiri Pencak Silat Garuda Indonesia yang viral setelah mengkritik UAH dan UAS hingga berseteru dengan atlet MMA.

Siapa Herri Pras yang Diduga Hina UAH dan UAS? Ini Profil dan Latar Belakangnya

Herri Pras menjadi sorotan publik setelah pernyataannya mengenai Ustaz Adi Hidayat (UAH) dan Ustaz Abdul Somad (UAS) memicu kontroversi di media sosial. Konten kreator yang juga dikenal sebagai praktisi pencak silat tersebut dituding menghina kedua pendakwah melalui sejumlah video yang diunggahnya.

Nama Herri semakin ramai diperbincangkan setelah kediamannya di kawasan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, didatangi rombongan yang melibatkan petarung Mixed Martial Arts (MMA) Yudi Cahyadi pada Minggu malam, 1 November 2026.

Kedatangan tersebut berkaitan dengan perselisihan mengenai kritik Herri terhadap sejumlah tokoh agama serta tantangan duel yang sebelumnya berkembang di media sosial. Pertemuan itu berujung keributan. Herri mengaku mengalami kekerasan fisik hingga akhirnya melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian.

Peristiwa tersebut sekaligus membuat publik penasaran mengenai sosok Herri Pras, latar belakangnya, hingga aktivitasnya sebagai pembuat konten yang kerap mengomentari persoalan keagamaan.

Profil Herri Pras, pendiri Pencak Silat Garuda Indonesia

Herri Pras memiliki nama asli Heri Prasetiawan. Ia dikenal sebagai praktisi bela diri, pengajar pencak silat, sekaligus kreator konten asal Jember, Jawa Timur.

Namanya sudah dikenal di kalangan penggemar pencak silat sebelum terlibat dalam berbagai polemik keagamaan di media sosial.

Herri merupakan pendiri sekaligus Guru Besar Pencak Silat Garuda Indonesia (PSGI), sebuah perguruan bela diri yang didirikan pada 13 Januari 2017 di Jember.

Ketertarikannya terhadap bela diri telah muncul sejak kecil. Pada usia delapan tahun, ia mulai mempelajari pencak silat tradisional dari lingkungan keluarganya, terutama melalui kakak dan pamannya.

Dalam perjalanan mempelajari bela diri, Herri juga mengenal berbagai aliran dan disiplin pertarungan, termasuk Tapak Suci, Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), Taekwondo, capoeira akrobatik, extreme martial arts tricking, serta Pencak Silat Gerak Binatang (PSGB).

Pengalaman mempelajari berbagai teknik tersebut menjadi bagian dari latar belakangnya ketika mendirikan perguruan pencak silat sendiri. Melalui PSGI, Herri mengembangkan aktivitas pengajaran bela diri yang kemudian turut diperkenalkan melalui media sosial.

Biodata Herri Pras

Berikut sejumlah informasi mengenai identitas dan aktivitas Herri Pras yang telah dipublikasikan.

KeteranganInformasi
Nama dikenalHerri Pras
Nama asliHeri Prasetiawan
AsalJember, Jawa Timur
ProfesiKonten kreator dan pengajar bela diri
PerguruanPencak Silat Garuda Indonesia (PSGI)
JabatanPendiri dan Guru Besar PSGI
Pendirian PSGI13 Januari 2017
Kanal YouTubeHERRI PRAS (@herripras)
Kanal YouTube dibuat25 Maret 2019

Informasi mengenai tanggal lahir dan usia pasti Herri belum dapat dipastikan melalui data identitas resmi yang tersedia secara publik.

Memiliki kanal YouTube dengan jutaan pelanggan

Selain dikenal sebagai guru pencak silat, Herri Pras aktif membuat konten melalui YouTube. Kanal miliknya mulai aktif pada Maret 2019 dengan fokus awal pada pembahasan teknik bela diri, gerakan pencak silat, dan aktivitas perguruan PSGI.

Seiring bertambahnya jumlah penonton, Herri mulai memperluas topik pembahasan ke berbagai persoalan sosial dan keagamaan.

Berdasarkan data Social Blade yang dikutip dalam pemberitaan November 2026, kanal YouTube @herripras tercatat memiliki sekitar 1,57 juta pelanggan dengan jumlah penayangan melampaui 369 juta kali. Jumlah video yang diunggah juga telah mencapai lebih dari 3.000 konten.

Perubahan fokus konten dari bela diri menjadi pembahasan keagamaan membuat Herri semakin dikenal di luar komunitas pencak silat.

Ia mulai aktif menyampaikan tanggapan terhadap ceramah pendakwah, organisasi kemasyarakatan, dan sejumlah tokoh publik. Namun, gaya penyampaiannya yang keras juga berulang kali memicu perdebatan dengan pihak yang berbeda pandangan.

Mengapa Herri Pras dianggap menghina UAH dan UAS?

Polemik Herri Pras dengan Ustaz Adi Hidayat dan Ustaz Abdul Somad berkaitan dengan sejumlah pernyataannya yang mempertanyakan kapasitas keilmuan kedua pendakwah tersebut.

Dalam beberapa konten, Herri tidak hanya menyampaikan kritik terhadap materi ceramah, tetapi juga menggunakan sebutan yang dinilai merendahkan tokoh agama yang dikomentarinya.

Salah satu pernyataannya menyebut tokoh agama yang dipersoalkannya sebagai kazab, istilah bahasa Arab yang berarti pembohong. Pernyataan tersebut diarahkan kepada sejumlah tokoh, termasuk UAS, UAH, dan Habib Umar bin Hafiz.

Pernyataan itu kemudian menuai reaksi dari pengguna media sosial yang menilai kritik terhadap tokoh agama seharusnya disampaikan melalui argumentasi tanpa menyerang pribadi.

Meski demikian, istilah penghinaan dalam polemik tersebut masih merupakan penilaian terhadap isi pernyataan Herri. Belum ada dasar untuk menyatakan bahwa seluruh kritiknya telah terbukti sebagai tindak pidana penghinaan.

Kontroversi dengan UAH juga bukan persoalan baru. Pada Oktober 2024, Herri pernah mengkritik penjelasan Ustaz Adi Hidayat mengenai Surah Maryam ayat 30.

Ia menilai terdapat persoalan dalam penjelasan yang beredar melalui potongan video ceramah tersebut. Di sisi lain, UAH pernah mengingatkan bahwa penjelasan dalam sebuah kajian tidak semestinya disimpulkan hanya berdasarkan rekaman yang tidak utuh tanpa memahami konteksnya.

Perbedaan pandangan mengenai isi ceramah dan cara menyampaikan kritik tersebut menjadi bagian dari polemik yang melibatkan Herri di media sosial.

Herri Pras juga pernah terlibat kontroversi dengan tokoh agama lain

Sebelum polemik mengenai UAH dan UAS kembali mencuat, Herri Pras telah beberapa kali menjadi perhatian karena pernyataannya mengenai tokoh dan lembaga keagamaan.

Pada 2023, namanya sempat diperbincangkan setelah mengomentari aktivitas pengajian Gus Iqdam dan Majelis Sabilu Taubah. Dalam periode yang sama, ia juga menjadi perhatian karena menyampaikan kritik terhadap Pondok Pesantren Al-Zaytun.

Sejumlah pemberitaan pada Juli 2023 menyebut Herri pernah dilaporkan kepada kepolisian terkait pernyataannya mengenai lembaga pendidikan tersebut.

Selain Gus Iqdam dan Al-Zaytun, Herri juga diketahui pernah mengomentari sejumlah pendakwah lain melalui kanal YouTube miliknya, termasuk Habib Husein Ja’far Al Hadar.

Berbagai kontroversi tersebut berkaitan dengan aktivitasnya sebagai kreator konten yang membahas persoalan keagamaan dan menyampaikan penilaian terhadap tokoh-tokoh publik.

Perseteruan dengan petarung MMA Yudi Cahyadi

Polemik terbaru Herri Pras berkembang menjadi perselisihan dengan petarung MMA Yudi Cahyadi yang pernah mengikuti ajang Road to UFC.

Perselisihan keduanya berkaitan dengan tantangan duel yang muncul setelah Herri menyampaikan kritik terhadap UAH, UAS, dan sejumlah tokoh agama lainnya. Herri menyatakan bahwa pihak yang ingin mengajaknya bertarung harus terlebih dahulu membuktikan kesalahan pernyataannya melalui argumentasi.

Namun, perselisihan tersebut berlanjut ketika Yudi bersama sejumlah orang mendatangi kediaman Herri di Gunung Putri, Kabupaten Bogor, pada Minggu malam (1/11/2026).

Dalam keterangannya, Herri mengaku mengalami kekerasan setelah menolak langsung memenuhi ajakan duel. Ia menyatakan mendapat tendangan hingga terjatuh serta serangan pada bagian perut dan ulu hati.

Herri kemudian menghubungi layanan darurat kepolisian 110 untuk meminta bantuan. Kapolsek Gunung Putri Kompol Hillal Adi Imawan membenarkan bahwa pihaknya menerima laporan melalui layanan darurat dan mengirimkan petugas ke lokasi.

Kepolisian selanjutnya berupaya meredam ketegangan dan mempertemukan pihak-pihak yang berselisih untuk melakukan mediasi.

Herri Pras memilih menempuh jalur hukum

Setelah peristiwa tersebut, Herri Pras bersama tim kuasa hukumnya melaporkan dugaan kekerasan dan intimidasi yang dialaminya ke Polres Bogor.

Dalam laporannya, Herri menyebut sekitar 20 orang yang menurutnya terlibat dalam peristiwa kedatangan rombongan ke rumahnya. Ia juga menyampaikan tuduhan mengenai keterlibatan sejumlah pihak dalam kejadian tersebut. Namun, tuduhan itu masih memerlukan pemeriksaan dan pembuktian melalui proses hukum.

Tim kuasa hukum Herri menyatakan kliennya telah menjalani pemeriksaan medis untuk kepentingan visum.

Hingga Selasa (3/11/2026), belum terdapat informasi mengenai penetapan tersangka dalam perkara tersebut. Dengan demikian, kasus yang melibatkan Herri Pras dan rombongan petarung MMA masih berada dalam proses penanganan aparat kepolisian.

Terlepas dari kontroversi pernyataannya mengenai UAH dan UAS, dugaan kekerasan yang dilaporkan Herri merupakan persoalan hukum tersendiri yang harus diperiksa berdasarkan fakta serta alat bukti yang tersedia.

Perkembangan perkara ini sekaligus membuat profil Herri Pras sebagai pendiri Pencak Silat Garuda Indonesia dan konten kreator keagamaan kembali menjadi perhatian publik.