Nasional

Siapa Yudi Cahyadi? Petarung Road to UFC yang Datangi Rumah Herri Pras

Profil Yudi Cahyadi, mantan juara One Pride MMA asal Sumedang yang pernah tampil di Road to UFC dan kini berseteru dengan Herri Pras.

Siapa Yudi Cahyadi? Petarung Road to UFC yang Datangi Rumah Herri Pras
Yudi Cahyadi (Sumber: dok. one pride mma)

Yudi Cahyadi menjadi sorotan setelah namanya terseret perselisihan dengan konten kreator Herri Pras. Petarung Mixed Martial Arts (MMA) yang pernah tampil di ajang Road to UFC itu disebut ikut mendatangi kediaman Herri di kawasan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, pada Minggu malam (1/11/2026).

Kedatangan Yudi bersama sejumlah orang berkaitan dengan tantangan duel yang sebelumnya disampaikan Herri melalui media sosial. Perselisihan tersebut bermula dari pernyataan Herri yang dianggap menyinggung Ustaz Adi Hidayat (UAH) dan Ustaz Abdul Somad (UAS).

Pertemuan itu berakhir dengan dugaan kekerasan. Herri mengaku mendapat serangan fisik hingga akhirnya melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Bogor. Nama Yudi Cahyadi turut disebut dalam laporan tersebut. Namun, tuduhan mengenai keterlibatannya dalam tindak kekerasan masih harus dibuktikan melalui proses hukum.

Di luar polemik tersebut, Yudi merupakan atlet bela diri berpengalaman yang pernah meraih gelar juara One Pride MMA dan mendapatkan kesempatan bertanding dalam ajang Road to UFC di Makau, China, pada Mei 2026.

Profil Yudi Cahyadi, petarung MMA asal Sumedang

Yudi Cahyadi lahir di Sumedang, Jawa Barat, pada 1 April 1992. Petarung berusia 34 tahun tersebut berasal dari Dusun Rahayu, Desa Trunamanggala, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang.

Dalam dunia bela diri profesional, Yudi dikenal dengan julukan Prabu Gagak Lumayung. Ia merupakan petarung kelas bulu atau featherweight dengan berat pertandingan sekitar 66 kilogram.

Yudi tergabung dalam Bandung Fighting Club (BFC), salah satu sasana MMA yang berbasis di Bandung, Jawa Barat.

Sebelum berkarier di MMA, Yudi telah memiliki pengalaman panjang sebagai atlet wushu sanda, cabang olahraga bela diri yang menggabungkan teknik pukulan, tendangan, dan bantingan.

Kemampuannya di bidang wushu membawanya mengikuti berbagai kejuaraan tingkat nasional maupun internasional. Ia juga pernah menjalani pemusatan latihan nasional dan berlatih di China sebagai bagian dari persiapan menghadapi Asian Games 2018.

Pengalaman tersebut kemudian menjadi modal penting ketika Yudi beralih dari wushu menuju MMA profesional.

Biodata Yudi Cahyadi

Berikut biodata dan rekam jejak singkat Yudi Cahyadi berdasarkan informasi yang tersedia hingga November 2026.

KeteranganInformasi
Nama lengkapYudi Cahyadi
JulukanPrabu Gagak Lumayung
Tanggal lahir1 April 1992
Usia34 tahun
AsalSumedang, Jawa Barat
ProfesiAtlet MMA profesional
KlubBandung Fighting Club
Kelas pertandinganFeatherweight (kelas bulu)
Tinggi badanSekitar 168 cm
Latar belakang bela diriPencak silat dan wushu sanda
PrestasiJuara One Pride MMA
Ajang internasionalRoad to UFC Season 5
Rekor MMA profesional8 menang, 3 kalah

Rekor profesional tersebut tercatat dalam basis data pertandingan Sherdog, dengan lima kemenangan melalui KO/TKO, dua melalui submission, dan satu melalui keputusan juri.

Mengawali karier dari pencak silat dan wushu

Perjalanan Yudi Cahyadi dalam dunia bela diri dimulai jauh sebelum dirinya dikenal sebagai petarung MMA. Sejak kecil, Yudi sudah mengenal pencak silat melalui lingkungan keluarganya. Sang ayah menjadi salah satu sosok yang memperkenalkannya pada olahraga bela diri tradisional tersebut.

Ketertarikannya terus berkembang ketika memasuki masa sekolah menengah. Yudi kemudian mempelajari wushu setelah terinspirasi oleh sejumlah aktor film laga, termasuk Bruce Lee dan Jet Li.

Melalui disiplin wushu sanda, Yudi mulai mengikuti berbagai kompetisi dan berhasil menembus level nasional. Ia pernah mengikuti pertandingan dalam rangkaian Pekan Olahraga Nasional (PON), kejuaraan Asia, serta kejuaraan dunia.

Salah satu pencapaiannya adalah meraih medali perak pada kejuaraan wushu internasional yang berlangsung di Moskow, Rusia.

Pengalaman bertanding di berbagai kompetisi tersebut turut membentuk kemampuan Yudi dalam pertarungan berdiri, terutama teknik pukulan dan tendangan.

Meski demikian, perjalanan kariernya tidak selalu berjalan mulus. Yudi pernah mengalami sejumlah kekalahan dari lawan yang sama ketika masih aktif di cabang wushu. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjangnya sebelum berhasil meraih gelar juara dalam kompetisi MMA.

Pernah menjadi juara One Pride MMA

Nama Yudi Cahyadi mulai dikenal luas setelah tampil dalam kompetisi One Pride MMA, ajang pertarungan profesional di Indonesia.

Pada Juli 2022, Yudi berhasil meraih sabuk juara kelas bulu setelah mengalahkan Laode Abdul Haris. Kemenangan itu memiliki arti tersendiri karena Laode sebelumnya pernah mengalahkan Yudi beberapa kali dalam kompetisi wushu.

Ketika kembali bertemu dalam disiplin MMA, Yudi mampu membalikkan hasil pertandingan dan merebut gelar juara. Prestasi tersebut menjadi salah satu pencapaian penting dalam karier profesionalnya.

Yudi kembali mencatatkan kemenangan penting pada 14 Juni 2025 ketika menghadapi Lamhot Parulian Tambunan dalam One Pride MMA yang berlangsung di GOR C-Tra Arena, Bandung.

Pertarungan tersebut berakhir dengan kemenangan Yudi melalui KO. Hasil itu membuatnya kembali meraih sabuk juara interim kelas bulu One Pride MMA. Kariernya terus berkembang hingga mendapatkan kesempatan tampil di panggung internasional melalui Road to UFC pada 2026.

Yudi Cahyadi pernah bertanding di Road to UFC 2026

Pencapaian internasional Yudi Cahyadi terjadi ketika dirinya mendapatkan kesempatan bertanding dalam Road to UFC Season 5. Ajang tersebut berlangsung di Galaxy Arena, Makau, pada 28 Mei 2026.

Yudi menghadapi petarung asal China, Xie Bin, dalam pertandingan kelas bulu yang berstatus non-tournament bout. Pertandingan tersebut merupakan kesempatan bagi Yudi untuk membuktikan kemampuannya di hadapan organisasi MMA terbesar di dunia.

Namun, langkahnya untuk mendapatkan kontrak UFC harus terhenti setelah kalah melalui technical knockout (TKO). Berdasarkan hasil resmi UFC, Xie Bin mengalahkan Yudi melalui pukulan kanan pada ronde pertama, tepatnya ketika pertandingan berjalan 2 menit 5 detik.

Pukulan tersebut membuat Yudi kehilangan keseimbangan dan terjatuh. Wasit kemudian menghentikan pertandingan untuk memastikan keselamatan petarung.

Kekalahan itu membuat Yudi gagal memperoleh kontrak untuk bertanding secara reguler di UFC. Dengan demikian, Yudi Cahyadi lebih tepat disebut sebagai petarung Road to UFC, bukan petarung yang telah menjadi bagian dari roster utama UFC.

Meski gagal meraih kontrak, kesempatan tampil di Road to UFC tetap menjadi salah satu pencapaian penting dalam perjalanan kariernya sebagai atlet MMA Indonesia.

Mengapa Yudi Cahyadi mendatangi rumah Herri Pras?

Nama Yudi kembali menjadi perhatian pada November 2026 setelah terlibat perselisihan dengan Herri Pras, pendiri Pencak Silat Garuda Indonesia (PSGI) sekaligus kreator konten YouTube.

Persoalan bermula dari pernyataan Herri yang mengkritik sejumlah pendakwah, khususnya Ustaz Adi Hidayat dan Ustaz Abdul Somad.

Herri sebelumnya menyampaikan tantangan duel kepada pihak-pihak yang mempermasalahkan pernyataannya. Tantangan tersebut mendapatkan respons dari Yudi Cahyadi yang menyatakan kesediaannya untuk bertarung.

Menurut pemberitaan yang beredar, Yudi kemudian mendatangi kediaman Herri bersama rombongan setelah tantangan tersebut tidak memperoleh penyelesaian. Peristiwa berlangsung pada Minggu malam, 1 November 2026, di kawasan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

Dalam keterangannya, Herri menyatakan rombongan tersebut datang menggunakan kendaraan berpelat merah dan memanggilnya untuk keluar rumah. Setelah menemui rombongan, Herri mengaku langsung mendapatkan ajakan duel.

Namun, ia tidak bersedia bertarung karena menilai pihak penantang belum memenuhi persyaratan yang sebelumnya diajukan. Herri meminta agar pihak yang membela tokoh agama tersebut terlebih dahulu membuktikan kesalahan kritik yang disampaikannya.

Perbedaan pandangan mengenai persyaratan duel kemudian membuat pertemuan berlangsung tegang.

Yudi Cahyadi disebut dalam laporan polisi Herri Pras

Setelah pertemuan tersebut, Herri Pras menyampaikan pengakuan bahwa dirinya mengalami kekerasan fisik. Ia menyebut salah seorang anggota rombongan menendang bagian perutnya hingga terjatuh.

Herri juga menuduh seseorang yang disebutnya dengan inisial YC melakukan serangan lanjutan menggunakan pukulan dan lutut pada bagian perut serta ulu hati.

Setelah kejadian tersebut, Herri memilih masuk kembali ke rumah dan menghubungi layanan darurat kepolisian 110. Petugas kepolisian kemudian datang untuk mengamankan situasi.

Persoalan tersebut berlanjut setelah Herri bersama tim kuasa hukumnya memutuskan membuat laporan ke Polres Bogor.

Dalam laporan itu, Herri menyebut sekitar 20 orang yang menurutnya terlibat dalam peristiwa kedatangan rombongan ke rumahnya. Nama Yudi Cahyadi turut disebut bersama sejumlah pihak lainnya.

Herri juga menyebut nama Edwin Sanjaya dalam tuduhannya. Dalam pemberitaan olahraga, Edwin Senjaya dikenal sebagai pendiri Bandung Fighting Club, tempat Yudi bernaung. Namun, keterlibatan masing-masing pihak dalam dugaan kekerasan masih memerlukan pemeriksaan serta pembuktian oleh kepolisian.

Hingga perkembangan yang diberitakan pada Selasa (3/11/2026), belum terdapat keterangan resmi Yudi Cahyadi yang menjelaskan secara menyeluruh tuduhan yang disampaikan Herri Pras. Belum ada pula informasi mengenai penetapan tersangka dalam perkara tersebut.

Dengan demikian, nama Yudi yang disebut dalam laporan polisi tidak dapat langsung diartikan bahwa dirinya telah terbukti melakukan tindak pidana. Proses hukum masih diperlukan untuk memastikan kronologi kejadian serta tanggung jawab masing-masing pihak.

Di luar persoalan tersebut, Yudi Cahyadi tetap memiliki rekam jejak sebagai mantan atlet wushu nasional, juara One Pride MMA, dan petarung Indonesia yang pernah memperoleh kesempatan bertanding di Road to UFC Season 5.