Pendidikan

TKA SMA 2026 Ditunda akibat Karhutla di Kalteng, Kalsel Ajukan Susulan, NTT Ajukan Penyesuaian Jadwal Akibat Gempa

Pelaksanaan TKA SMA 2026 terdampak karhutla. Kalimantan Tengah resmi menunda ujian, sedangkan Kalsel mengajukan jadwal susulan.

TKA SMA 2026 Ditunda akibat Karhutla di Kalteng,  Kalsel Ajukan Susulan, NTT Ajukan Penyesuaian Jadwal Akibat Gempa
Ilustrasi Pelaksanaan TKA (Sumber: ANTARA)

Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) SMA 2026 mengalami penyesuaian jadwal di sejumlah daerah akibat bencana alam. Kalimantan Tengah resmi menunda pelaksanaan TKA karena kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sementara Kalimantan Selatan telah mengajukan permohonan ujian susulan kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Keputusan penundaan di Kalimantan Tengah diumumkan Dinas Pendidikan setempat pada Sabtu (24/10/2026), setelah mengadakan rapat teknis bersama Kemendikdasmen. Pemerintah pusat menyetujui pengalihan pelaksanaan TKA ke jadwal susulan pada November 2026 dengan mempertimbangkan keselamatan dan kesehatan peserta didik.

Sementara itu, Nusa Tenggara Timur (NTT) juga mengajukan penyesuaian jadwal akibat dampak gempa bumi yang mengganggu kesiapan sejumlah sekolah. Kondisi tersebut membuat sebagian satuan pendidikan menghadapi kendala sarana dan fasilitas untuk melaksanakan asesmen.

Penyesuaian dilakukan menjelang pelaksanaan TKA SMA/MA/SMK sederajat gelombang pertama yang dijadwalkan berlangsung pada 26–29 Oktober 2026.

Kalimantan Tengah resmi tunda TKA SMA 2026

Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah memastikan pelaksanaan TKA 2026 dialihkan ke jadwal susulan menyusul kondisi kabut asap akibat karhutla yang masih mengganggu aktivitas masyarakat.

Kebijakan tersebut disampaikan setelah rapat teknis pada Sabtu (24/10/2026) yang melibatkan pihak terkait dalam penyelenggaraan TKA.

Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo, menjelaskan bahwa penundaan diusulkan untuk melindungi kesehatan dan keselamatan murid di tengah kondisi lingkungan yang belum mendukung.

Usulan tersebut mendapat persetujuan dari Kemendikdasmen sehingga seluruh pelaksanaan TKA jenjang pendidikan menengah di Kalimantan Tengah dialihkan ke jadwal susulan.

Perubahan ini berlaku untuk peserta yang sebelumnya terdaftar pada gelombang pertama, gelombang kedua, serta gelombang khusus.

Peserta gelombang pertama akan mengikuti TKA pada 16–19 November 2026, sedangkan peserta gelombang kedua dijadwalkan pada 23–26 November 2026.

Sementara itu, peserta kelompok khusus atau Paket C mengikuti jadwal yang telah ditetapkan pada 21–22 November dan 28–29 November 2026.

Pemerintah daerah berharap penyesuaian tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk mempersiapkan diri sekaligus menunggu kondisi kualitas udara membaik.

Keputusan ini juga mendapat dukungan dari sejumlah perwakilan siswa SMA di Kalimantan Tengah. Para siswa menyambut positif tambahan waktu persiapan ujian di tengah kondisi kabut asap yang mengganggu kegiatan belajar.

Kalimantan Selatan ajukan pelaksanaan TKA susulan

Selain Kalimantan Tengah, Provinsi Kalimantan Selatan telah lebih dahulu mengajukan permohonan penyesuaian jadwal TKA SMA 2026 akibat kebakaran hutan dan lahan.

Kepala Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik) Kemendikdasmen, Rahmawati, mengungkapkan bahwa pengajuan dari Kalimantan Selatan telah diterima secara resmi.

Informasi tersebut disampaikan dalam taklimat media persiapan TKA jenjang SMA/MA/SMK sederajat di Jakarta pada Jumat (23/10/2026).

Pengajuan tersebut berkaitan dengan kondisi lingkungan dan kesiapan satuan pendidikan dalam menyelenggarakan asesmen secara aman.

Meski demikian, pengajuan penyesuaian jadwal tidak berarti seluruh sekolah di Kalimantan Selatan otomatis menunda pelaksanaan TKA.

Sekolah yang kondisinya memungkinkan tetap dapat menyelenggarakan ujian sesuai jadwal utama, sedangkan peserta yang terkendala bencana dapat memperoleh kesempatan mengikuti ujian susulan.

Pengaturan tersebut dilakukan melalui koordinasi antara sekolah, dinas pendidikan, dan pihak penyelenggara TKA.

NTT juga ajukan penyesuaian jadwal akibat gempa

Pengajuan perubahan jadwal TKA 2026 tidak hanya berasal dari daerah yang terdampak karhutla.

Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) juga mengajukan permohonan penyesuaian setelah sejumlah sekolah menghadapi kendala akibat bencana gempa bumi.

Dampak bencana tersebut membuat sebagian satuan pendidikan masih menggunakan fasilitas sementara dan menghadapi persoalan ketersediaan listrik maupun sarana pendukung lainnya.

Rahmawati menjelaskan bahwa kondisi satuan pendidikan di NTT masih dalam pemantauan.

Meski telah mengajukan penyesuaian, hasil gladi bersih menunjukkan tingkat partisipasi peserta di wilayah tersebut cukup tinggi. Karena itu, pelaksanaan TKA di sejumlah sekolah masih diperkirakan dapat berjalan sesuai jadwal.

Keputusan akhir tetap mempertimbangkan kondisi dan kesiapan masing-masing satuan pendidikan.

Kemendikdasmen utamakan keselamatan peserta TKA

Kemendikdasmen menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan peserta didik, guru, serta seluruh petugas menjadi prioritas dalam pelaksanaan TKA 2026.

Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah, Toni Toharudin, menyampaikan bahwa sekolah yang belum memenuhi kondisi aman tidak akan dipaksakan mengikuti jadwal utama.

Pemerintah daerah bersama dinas pendidikan dan kantor wilayah Kementerian Agama diminta melakukan pemetaan kondisi sekolah, termasuk aspek kesehatan, akses menuju lokasi ujian, dan kesiapan fasilitas.

Hasil pemetaan tersebut menjadi dasar dalam menentukan apakah peserta dapat mengikuti ujian sesuai jadwal atau perlu dipindahkan ke pelaksanaan susulan.

Kebijakan ini bertujuan memastikan murid yang menghadapi kendala akibat bencana tetap mendapatkan kesempatan mengikuti asesmen.

Bagi peserta yang tidak dapat mengikuti TKA karena kondisi karhutla atau bencana lainnya, sekolah perlu mencatat ketidakhadiran dalam berita acara pelaksanaan.

Selanjutnya, data tersebut dikoordinasikan dengan dinas pendidikan atau kantor wilayah Kementerian Agama untuk diproses sebagai calon peserta ujian susulan.

Peserta yang masih memungkinkan hadir pada jadwal utama tetap diperbolehkan mengikuti asesmen sesuai ketentuan.

Sebanyak 3,8 juta siswa terdaftar mengikuti TKA 2026

Berdasarkan data Kemendikdasmen hingga 23 Oktober 2026, sebanyak 3.864.195 peserta telah mendaftar mengikuti TKA jenjang SMA/MA/SMK dan sederajat.

Jumlah tersebut mencakup 91,72 persen dari 4.213.114 calon peserta yang terdata secara nasional.

Pemerintah telah melakukan berbagai persiapan teknis, termasuk gladi bersih pada 5–18 Oktober 2026 untuk memastikan kesiapan sistem asesmen, perangkat, jaringan, dan petugas.

Pelaksanaan TKA dibagi dalam beberapa gelombang untuk menyesuaikan kapasitas infrastruktur dan jumlah peserta.

Bagi sekolah yang menghadapi kendala akibat bencana, mekanisme ujian susulan menjadi alternatif agar peserta tetap dapat mengikuti asesmen tanpa mengabaikan keselamatan.

TKA sendiri merupakan asesmen terstandar nasional untuk mengukur capaian akademik murid. Keikutsertaan dalam TKA tidak bersifat wajib dan hasilnya bukan penentu kelulusan sekolah.

Namun, hasil asesmen dapat dimanfaatkan sebagai salah satu informasi pendukung dalam proses seleksi pendidikan lanjutan, termasuk untuk memvalidasi capaian akademik pada jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

Jadwal TKA SMA 2026 terbaru dan ujian susulan

Secara nasional, pelaksanaan TKA SMA 2026 tetap dijadwalkan mulai Senin, 26 Oktober 2026. Penyesuaian diberlakukan bagi daerah dan satuan pendidikan yang menghadapi kendala sesuai keputusan penyelenggara.

Berikut jadwal pelaksanaan TKA SMA/MA/SMK sederajat tahun 2026.

Tahapan TKA 2026Tanggal pelaksanaan
Gelombang pertama26–29 Oktober 2026
Gelombang kedua2–5 November 2026
Gelombang khusus mata pelajaran wajib31 Oktober–1 November 2026
Gelombang khusus mata pelajaran pilihan7–8 November 2026
Susulan gelombang pertama16–19 November 2026
Susulan gelombang kedua23–26 November 2026
Susulan khusus mata pelajaran wajib21–22 November 2026
Susulan khusus mata pelajaran pilihan28–29 November 2026
Pengumuman hasil TKA23 Desember 2026

Jadwal susulan tersebut menjadi acuan pelaksanaan TKA di Kalimantan Tengah setelah pemerintah menyetujui pengalihan seluruh gelombang ujian di provinsi tersebut.

Adapun untuk Kalimantan Selatan dan NTT, penyesuaian pelaksanaan masih mengikuti perkembangan kondisi wilayah serta koordinasi dengan penyelenggara.

Kemendikdasmen mengimbau satuan pendidikan dan peserta terus mengikuti informasi resmi agar tidak terjadi kesalahan mengenai jadwal dan lokasi pelaksanaan ujian.

Dengan adanya kebijakan penyesuaian tersebut, pemerintah berupaya memastikan TKA SMA 2026 tetap dapat diikuti secara aman, termasuk oleh peserta yang terdampak karhutla maupun bencana alam lainnya.