10 Peristiwa kelam, kapal-kapal selam yang karam

Dalam catatan peristiwa dunia, beberapa negara juga pernah mengalami insiden seperti kapal selam KRI Nanggala dan memakan korban jiwa.

Editor: Hendrik Syah
Share:
Kapal selam KRI Nanggala 402 
Kapal selam KRI Nanggala (402) merupakan kapal selam kedua dalam jenis kapal selam kelas Cakra. KRI Nanggala berada di bawah kendali Satuan Kapal Selam Komando Armada RI Kawasan Timur.


Kapal ini merupakan kapal kedua yang menyandang nama Nanggala dalam jajaran TNI AL dan termasuk dalam armada pemukul TNI Angkatan Laut. 

KRI Nanggala-402 hilang kontak pada Rabu, 21 April 2021 saat melakukan latihan penembakan torpedo di Laut Bali. Saat itu, kapal selam ini membawa 53 awak. 

KRI Nanggala kemudian dinyatakan tenggelam pada Sabtu, (24/42021) oleh TNI AL setelah ditemukannya puing-puing yang diduga berasal dari kapal selam tersebut.

Keterangan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyampaikan kabar duka terkait tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala 402. 

Panglima TNI mengutarakan, seluruh awak yang berada dalam kapal selam tersebut meninggal dunia. Berdasarkan informasi, ada 53 orang yang berada di dalam KRI Nanggala 402.

"Berdasarkan bukti-bukti otentik tersebut dapat dinyatakan bahwa KRI Nanggala 402 telah tenggelam dan seluruh awaknya telah gugur," terang Hadi dalam konferensi pers di Badung, Bali, Minggu (25/4/2021).

Namun dalam catatan peristiwa dunia, beberapa negara juga pernah mengalami insiden serupa yang  memakan korban jiwa tidak sedikit. 

Berikut sepuluh peristiwa kapal selam yang karam paling kelam di dunia  yang dirangkum TOPIK.ID, Senin (26/4/2021) dari berbagi sumber.

1. Kursk (141 orang).

Kapal selam bertenaga nuklir milik Rusia, Kursk, meledak dan tenggelam saat bermanuver di Laut Barent pada 12 Agustus 2000. 

Sebagian besar dari 118 awak kapal tewas seketika. Namun, 23 lainnya sempat menyelamatkan diri ke kompartemen belakang dan menunggu bantuan datang.

Tim penyelam Norwegia baru berhasil membuka pintu kapal selam sepekan setelah kejadian. Sayangnya, 23 orang yang berhasil mencoba menyelamatkan diri itu akhirnya ditemukan tewas. Diketahui, kecelakaan itu disebabkan bahan bakar torpedo bocor.

2. USS Thresher (129 orang).

Pada 10 April 1963, USS Thresher tenggelam saat bermanuver di tenggara Cape Cod Massachusetts. Akibat kejadian itu, 129 awak kapal di dalamnya tidak diketahui keberadaannya. 

Kapal tersebut mengalami kendala teknis yang akhirnya menyebabkannya cepat turun di bawah kedalaman dan meledak. Bangkai kapal USS Thresher ditemukan 8.400 kaki di dasar laut.
[cut]
Kapal selam KRI Nanggala 402

3. HMS Thetis (99 orang).

HMS Thetis, kapal selam milik Inggris, banjir dan tenggelam saat melakukan uji coba menyelam di Teluk Liverpool pada Juni 1939. Kapal selam itu mengangkut 103 awak kapal. 

Awak kapal tetap mengapung di buritan selama beberapa jam. Tetapi, hanya empat orang yang berhasil melarikan diri dan akhirnya selamat.

4. USS Scorpion (99 orang).

USS Scorpion hilang pada posisi 400 mil barat daya pulau Azores di Atlantik pada 21 Mei 1968. Total, 99 awak kapal di dalamnya tewas akibat kejadian itu. 

Lima bulan setelah peristiwa itu terjadi, puing-puing kapal selam bertenaga nuklir itu baru berhasil ditemukan di kedalaman sekitar 10.000 kaki air. 

Aktivasi atau ledakan baterai torpedo yang tidak disengaja diyakini menjadi penyebab USS Scorpion mengalami kecelakaan.

5. Soviet K-129 (98 orang).

Kapal selam Soviet K-129 tenggelam saat berpatroli di Pasifik pada 8 Maret 1968. Kapal yang dipersenjatai dengan rudal nuklir itu membawa 98 awak kapal. Sayangnya, tidak ada yang selamat dari peristiwa itu.

Bangkai Soviet K-129 ditemukan oleh USS Halibut di barat laut Oahu pada kedalaman sekitar 6.000 kaki. Kapal itu diduga bertabrakan dengan kapal selam Amerika. Tetapi, Angkatan Laut AS mengatakan kapal tersebut mengalami ledakan internal yang dahsyat.

6. Ming 361 (70 orang).

Pada 25 April 2003, kapal selam bertenaga diesel milik Tiongkok, Ming 361, mengalami kerusakan pada mesin diesel selama latihan yang akhirnya menghabiskan oksigen. 

Akibatnya, sebanyak 70 orang yang berada di kapal tersebut tewas. Kapal selam tersebut ditemukan di Laut Kuning. Ini merupakan kecelakaan kapal selam pertama yang dialami Tiongkok.
[cut]
Kapal selam KRI Nanggala 402

7. Kapal selam Soviet (52 orang).

Kapal selam bertenaga nuklir, Soviet November-class, terbakar dan tenggelam di Teluk Biscay, utara Spanyol, pada 11 April 1970. Sebanyak 52 awak kapal dinyatakan tewas dan beberapa kru disebut berhasil melarikan diri. Namun, Uni Soviet tidak pernah merilis jumlah pasti yang awak kapal yang selamat.

8. Soviet K-278 Komsomolets (42 orang).

Pada 7 April 1989, kapal selam nuklir Soviet K-278 Komsomolets tenggelam di Laut Norwegia. Kapal tersebut tenggelam usai mengalami kebakaran yang menyebabkan hilangnya daya sepenuhnya. 

Beberapa awal kapal sempat melarikan diri saat kapal tenggelam dan diselamatkan oleh kapal penangkap ikan. Sayangnya, tidak semua awak kapal dapat diselamatkan. Diketahui, 42 dari 69 pelaut tewas.

9. S-4 (40 orang).

Pada 17 Desember 1927, kapal selam milik AS tenggelam setelah menabrak kapal penjaga pantai Paulding di lepas pantai Provincetown, Massachusetts. Akibat kejadian itu, 40 awak kapal dinyatakan tewas. 

Termasuk enam orang yang bertahan di ruang torpedo selama lebih dari satu hari. Sayangnya, enam orang itu kehabisan oksigen sebelum tim penyelamat dapat menggapai posisi mereka.

10. KRI Nanggala 402 (53 orang).

KRI Nanggala 402 adalah Kapal selam milik TNI Angkatan Laut, KRI Nanggala 402, yang hilang kontak di perairan utara Bali. Terdapat 53 awak kapal yang diangkut dalam kapal tersebut. 

Negara-negara tetangga, seperti Singapura dan Malaysia, ikut serta membantu proses pencarian dengan mengirimkan kapal penyelamat ke lokasi hilangnya KRI Nanggala 402.

Hilangnya KRI Nanggala 402 merupakan kecelakaan kapal selam pertama di Indonesia. Hal ini disampaikan oleh pengamat militer dan intelijen, Susaningtyas Kertopati, beberapa waktu lalu. 

Kejadian ini merupakan peristiwa kapal selam paling kelam dalam catatan sejarah Indonesia yang membawa 53 orang kapal yang terdiri dari 49 awak, 1 komandan, dan 3 spesialis senjata.

Keterangan pers Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyampaikan kabar duka terkait tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala 402. 

Panglima TNI mengutarakan, seluruh awak yang berada dalam kapal selam tersebut meninggal dunia. Berdasarkan informasi, ada 53 orang yang berada di dalam KRI Nanggala 402.

"Berdasarkan bukti-bukti otentik tersebut dapat dinyatakan bahwa KRI Nanggala 402 telah tenggelam dan seluruh awaknya telah gugur," terang Hadi dalam konferensi pers di Badung, Bali, Minggu (25/4/2021).
Share:
Komentar

Terbaru